Peter Brandt Ramal Puncak Emas di US$4.474, Token Emas Ikut Meroket

Harga emas global mencetak rekor baru setelah menembus level US$4.300 per troy ounce pada pertengahan Oktober 2025, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Peningkatan tajam ini turut mendorong lonjakan minat terhadap token emas, aset kripto yang dipatok pada nilai emas fisik dan kini menjadi pilihan alternatif bagi investor global.

Emas Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Pada saat penulisan, harga emas spot ada di kisaran US$4.312 per troy ounce, sementara data dari APMEX memperlihatkan harga terkini di kisaran US$4.345,70 per ounce.

Pencapaian tersebut menandai rekor tertinggi dalam sejarah perdagangan logam mulia. Kenaikan harga emas dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global, eskalasi ketegangan antara AS dan Tiongkok, serta ekspektasi pasar bahwa The Fed akan segera memangkas suku bunga acuannya.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Analis pasar veteran Peter Brandt memperkirakan bahwa harga emas masih berpotensi melanjutkan reli hingga menyentuh US$4.474 per troy ounce, yang menurutnya akan menjadi puncak siklus kenaikan saat ini.

BACA JUGA:  Analisis Kripto Terbaru: POL, MANTA, ZEC, DASH dan ENA
harga emas
Peter Brandt memprediksi harga emas akan mencapai puncak sementara di area Tier 5 (sekitar US$4.474 pada grafik), sebelum mengalami penurunan atau koreksi selama 6 hingga 12 bulan sebesar 15–20 persen menuju area Tier 4 di kisaran US$3.800.

Ia menyebut pola teknikal yang terbentuk sejak awal tahun 2025 menunjukkan tren parabolik yang menyerupai fase akhir dari reli panjang.

“Saya memperkirakan emas akan membentuk puncak lokal di struktur harga Tier 5 (US$4.474 pada grafik), kemudian mengalami koreksi selama 6 hingga 12 bulan sebesar 15–20 persen kembali ke area Tier 4 (kisaran US$3.800),” sebutnya di X pada 16 Oktober 2025 lalu.

Kenaikan harga emas yang cepat juga menarik perhatian investor institusional, termasuk manajer dana besar yang mencari aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Para analis menilai, peningkatan permintaan terhadap emas fisik dan derivatifnya berbanding lurus dengan tingginya volatilitas di pasar saham dan kripto dalam beberapa bulan terakhir.

Token Emas Catat Kapitalisasi Pasar US$3 Miliar

Lonjakan harga emas fisik berdampak langsung pada pertumbuhan pesat pasar token emas.

BACA JUGA:  Vitalik Buterin Ungkap Masa Depan Tanpa Uang, Diganti Sistem Baru Ini

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, kapitalisasi pasar gabungan token emas seperti Tether Gold (XAUT) dan PAX Gold (PAXG) kini telah mencapai US$3 miliar, naik tajam dari sekitar US$500 juta pada awal tahun 2025. Volume perdagangan harian juga meningkat signifikan hingga melampaui US$600 juta.

Salah satu faktor pendorong utamanya adalah meningkatnya partisipasi investor institusional. Dua “whale” kripto dilaporkan membeli lebih dari US$30 juta dalam bentuk Tether Gold (XAUT) pada awal Oktober, menunjukkan minat besar terhadap instrumen digital yang didukung cadangan emas fisik.

Token emas dinilai menawarkan keunggulan unik, seperti perdagangan 24 jam, penyelesaian instan dan potensi penggunaan sebagai jaminan (collateral) di berbagai platform keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Tether baru-baru ini juga memperkenalkan XAUT0, versi omnichain dari token emas mereka yang memungkinkan perpindahan aset lintas jaringan blockchain seperti Ethereum, Tron dan Solana.

BACA JUGA:  Sindikat E-Tilang Palsu Terbongkar, Operatornya Dibayar Pakai Kripto

Inovasi ini diharapkan meningkatkan likuiditas dan memperluas integrasi token emas ke dalam ekosistem DeFi.

Meskipun demikian, sejumlah pengamat tetap menyoroti tantangan di balik lonjakan popularitas token emas.

Aspek transparansi cadangan emas fisik, keamanan penyimpanan dan audit independen menjadi sorotan utama dalam memastikan kepercayaan investor. Selain itu, regulator di berbagai negara terus mengkaji kerangka hukum bagi aset tokenisasi yang mewakili komoditas dunia nyata (RWA).

Dengan harga emas yang terus mendekati proyeksi puncak US$4.478, pasar token emas diperkirakan akan tetap aktif selama reli emas berlanjut.

Bagi banyak investor, token emas kini tidak hanya menjadi sarana lindung nilai terhadap inflasi, tetapi juga bentuk evolusi baru dari “emas digital” yang menggabungkan kestabilan aset tradisional dengan efisiensi teknologi blockchain. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia