Peringatan keras kembali datang dari salah satu kritikus Bitcoin paling vokal. Kali ini, nada yang dilontarkan terdengar lebih tajam dari biasanya. Ia bukan hanya memprediksi penurunan, tetapi juga secara terang-terangan meminta investor untuk segera keluar dari pasar.
Schiff Sebut BTC Bisa Turun ke US$20.000
Peter Schiff kembali memantik perdebatan panas di komunitas kripto. Lewat unggahannya di X pada Jumat (20/02/2026), ia memperingatkan bahwa jika BTC menembus US$50.000, tekanan jual bisa menyeret harganya lebih dalam.
“Jika harga Bitcoin menembus angka US$50.000, yang terlihat mungkin terjadi, maka sangat mungkin pula ia akan menguji US$20.000,” tulisnya.
Secara tidak langsung, skenario tersebut mengindikasikan potensi penurunan sekitar 84 persen dari level tertinggi sepanjang masa Bitcoin yang sempat menyentuh US$123.000.
Leverage Bitcoin Mendingin, Risiko Likuidasi Besar Kian Menurun
Menurut Schiff, meski BTC pernah mengalami koreksi pada siklus sebelumnya, kondisi pasar kini jauh berbeda. Ia menyoroti tingginya leverage, besarnya kepemilikan institusional, serta kapitalisasi pasar yang lebih masif dibanding periode bearish terdahulu.
“Jual Bitcoin sekarang!” tegasnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah volatilitas pasar crypto yang meningkat. Level psikologis dan support krusial kini menjadi perhatian utama trader, terutama di tengah ketidakpastian makroekonomi yang masih membayangi pasar.
Siklus Lama atau Risiko Baru?
Secara historis, Bitcoin memang tidak asing dengan koreksi. Setelah reli besar pada 2017 dan 2021, aset ini sempat merosot lebih dari 70 persen sebelum akhirnya kembali pulih dalam siklus berikutnya.
Namun, struktur pasar telah berubah. Kehadiran ETF, institusi yang menyimpan Bitcoin di neraca keuangan, serta alokasi dari institusi besar membuat ekosistemnya jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya.
Di titik inilah perdebatan mengemuka. Bagi Peter Schiff, skala pasar Bitcoin yang semakin besar justru meningkatkan potensi risiko sistemik. Jika gelombang tekanan jual terjadi, dampaknya dinilai bisa lebih luas dan lebih dalam.
Sebaliknya, para pendukung Bitcoin melihat adopsi oleh investor institusional sebagai fondasi penting yang memperkuat daya tahan jangka panjangnya, bukan sebagai sumber kerentanan baru.
Komunitas Bitcoin Melawan
Respons terhadap pernyataan Peter Schiff langsung bermunculan. Banyak pengguna X mengingatkan bahwa ia telah melontarkan prediksi bearish serupa sejak Bitcoin masih diperdagangkan di kisaran US$100.
Glassnode: Institusi Lebih Hati-hati, Pasar Bitcoin Bergerak Menuju Stabilitas
Sebagian juga menyinggung rekam jejak pandangannya terhadap emas dan perak. Menurut mereka, investor yang mengikuti sarannya justru melewatkan reli besar Bitcoin selama bertahun-tahun.
“Peter, kamu sudah menyerukan ‘jual BTC’ selama satu dekade dan aset ini tetap bertahan. ‘Nilai intrinsik’-nya adalah jaringan penyelesaian transaksi yang tahan sensor, likuiditas global, dan tanpa perantara,” tulis salah satu pengguna.
Perdebatan pun kembali mengerucut pada satu pertanyaan: apakah adopsi institusi membuat Bitcoin lebih kuat dibanding sebelumnya, atau justru lebih rentan saat tekanan besar datang?
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



