Apa Itu Pharos Network? Layer 1 RWA yang Didukung Chainlink!

Pharos Network adalah Layer 1 blockchain berperforma tinggi yang dirancang khusus untuk menjembatani keuangan tradisional (TradFi) dengan ekosistem Web3 melalui tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) secara aman, cepat, dan skalabel. Yuk, pelajari selengkapnya di bawah ini!

BACA JUGA: Apa itu Meteora Solana? Ini Cara Kerja dan Tutorial Menggunakannya!

Apa Itu Pharos Network?

Pharos Network adalah jaringan blockchain Layer 1 (L1) yang dibangun dengan arsitektur modular dan paralel. Proyek ini diposisikan sebagai “kota keuangan digital tanpa batas”, sebuah ekosistem on-chain terpadu di mana aset yang telah di-tokenisasi bisa mengalir bebas layaknya perdagangan biasa, stablecoin bisa digunakan untuk penyelesaian transaksi, serta para pembangun (builders), pengguna, dan institusi bisa beroperasi dalam satu jaringan keuangan yang terprogram.

Singkatnya, L1 Pharos Network hadir untuk menjadi jembatan antara dunia keuangan konvensional bernilai lebih dari US$50 triliun dengan ekosistem blockchain yang terus tumbuh pesat. Target pasarnya bukan sekadar para penggemar kripto, tapi juga bank, manajer aset, dan lembaga keuangan yang ingin masuk ke Web3 dengan cara yang aman dan sesuai regulasi.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Mengenal Blockchain Tempo: Layer 1 Untuk Stablecoin dari Stripe!

Teknologi di Balik Layer 1 Pharos Network

Teknologi di Balik Layer 1 Pharos Network
Teknologi di Balik Layer 1 Pharos Network.

Salah satu keunggulan terbesar Layer 1 Pharos Network adalah desain teknisnya yang canggih. Pharos tidak dibangun dengan arsitektur monolitik biasa, melainkan menggunakan pendekatan modular full-stack yang dibagi menjadi tiga lapisan utama:

1. L1-Base

Lapisan paling dasar ini menyediakan ketersediaan data (data availability) berkelas industri dengan akselerasi hardware. Di sinilah fondasi performa Pharos diletakkan dengan memastikan data bisa diproses dengan efisiensi dan kecepatan tinggi.

2. L1-Core

Inilah jantung dari Pharos Network. L1-Core adalah jaringan blockchain terdesentralisasi yang dijalankan oleh node-node global dengan kemampuan throughput tinggi dan finalitas sub-detik. Artinya, transaksi bisa dikonfirmasi dalam hitungan detik, bahkan kurang dari satu detik.

Beberapa fitur teknis kunci di L1-Core meliputi:

  • AsyncBFT Consensus: Mekanisme konsensus asinkron yang menyeimbangkan keamanan dengan efisiensi energi.
  • Dual VM (EVM + WASM): Mendukung dua lingkungan eksekusi smart contract sekaligus, memberikan fleksibilitas lebih bagi developer.
  • Speculative Parallel Execution: Transaksi diproses secara paralel untuk mengurangi kemacetan dan latensi secara signifikan.
  • Delta-Encoded Multi-Version Merkle Tree: Inovasi penyimpanan yang mampu memangkas overhead storage hingga 80 persen.

3. L1-Extension: Special Processing Networks (SPNs)

Inilah fitur yang benar-benar membedakan Pharos dari kompetitor. L1-Extension memungkinkan pengembangan Special Processing Networks (SPNs), yaitu jaringan blockchain khusus yang bisa dibangun di atas Pharos dengan protokol, validator set, dan tata kelola (governance) tersendiri.

Bayangkan SPNs seperti “anak jaringan” yang bisa berjalan independen, namun tetap terhubung erat dengan mainnet Pharos. Setiap SPN bisa dirancang untuk kebutuhan spesifik, mulai dari jaringan pembayaran lintas negara, platform High-Frequency Trading (HFT), aplikasi ZKML (Zero-Knowledge Machine Learning), hingga integrasi AI.

Yang membuatnya unggul dibanding solusi L2 tradisional adalah kemampuan heterogeneous computation, biaya yang rendah, dan waktu konfirmasi pesan ke mainnet hanya dalam hitungan detik.

Native Restaking dan Interoperabilitas Cross-SPN

Pharos juga menghadirkan mekanisme Native Restaking yang memungkinkan validator mengalokasikan aset yang di-stake ke dalam SPNs untuk mendapatkan reward tambahan.

Sistem ini terintegrasi dengan protokol restaking eksternal seperti Babylon dan EigenLayer, serta mendukung aset seperti stBTC dan stETH dalam ekosistem DeFi Pharos.

Selain itu, Cross-SPN Interoperability Protocol memastikan berbagai SPN bisa berkomunikasi dan berkolaborasi satu sama lain dengan mulus.

BACA JUGA: 10 DeFi Solana Terbaik yang Bisa Kamu Coba di 2026!

Untuk Apa Pharos Network Digunakan?

Dengan infrastruktur sekuat itu, apa itu Pharos Network dalam konteks penggunaannya sehari-hari? Berikut beberapa use case utama yang diusung:

1. Tokenisasi Aset Dunia Nyata (RWA)

RWA adalah fokus utama Pharos. Aset seperti properti, obligasi, komoditas energi (termasuk panel surya), U.S. Treasuries, dan kredit AAA-rated bisa di-tokenisasi dan diperdagangkan on-chain. Pharos bermitra dengan Centrifuge untuk mendistribusikan produk seperti JTRSY dan JAAA langsung di jaringan mereka.

2. Penyelesaian Pembayaran Lintas Batas

Dengan finalitas sub-detik, transaksi lintas negara bisa diselesaikan hampir seketika. Kemampuan ini membuka kemungkinan commerce yang lebih efisien bagi individu maupun perusahaan.

3. Identitas Digital dan Kepatuhan Regulasi

Pharos mengintegrasikan Digital ID, zk-KYC (Know Your Customer berbasis zero-knowledge proof), dan programmable AML (Anti-Money Laundering) langsung di lapisan protokol. Ini memungkinkan aktivitas keuangan yang teregulasi tetap berjalan di atas infrastruktur yang terbuka dan inklusif.

4. DeFi Institusional

Melalui ekosistem “RealFi“-nya, Pharos menjembatani DeFi dengan TradFi yang memungkinkan strategi yield on-chain untuk institusi, yang hasilnya juga bisa dinikmati oleh builders dan komunitas umum.

BACA JUGA:  10 Fakta Bitcoin Ferry Irwandi yang Mencapai 400 Keping!

Kabar Terbaru Pharos Network

Perkembangan L1 Pharos Network belakangan ini sangat menggembirakan dan layak kamu perhatikan:

1. Pendanaan Series A US$44 Juta (April 2025)


Ini adalah berita paling segar dan paling mengejutkan. Pharos Network berhasil menutup putaran Series A senilai US$44 juta, dipimpin oleh konsorsium investor bergengsi termasuk dana private equity Asia, perusahaan energi terbarukan yang terdaftar di Hong Kong, dan lembaga keuangan berlisensi.

Investor yang ikut serta antara lain anak perusahaan Sumitomo Corporation (konglomerat Jepang), SNZ Holding, Chainlink, dan Flow Traders. Total pendanaan kumulatif Pharos kini mencapai US$52 juta setelah sebelumnya mengumpulkan US$8 juta dari seed round pada November 2024 yang dipimpin Lightspeed Faction dan Hack VC.

2. Valuasi Mendekati US$1 Miliar

Sebelum putaran Series A ini, perusahaan energi GCL New Energy sudah berinvestasi strategis senilai sekitar US$24,7 juta yang menilai Pharos di kisaran US$950 juta, hampir mencapai status unicorn.

3. Testnet dengan Jutaan Pengguna

Pharos Network Testnet
Data testnet Pharos Network.

Pharos melaporkan bahwa tesnet-nya telah melampaui 209 juta unique address dan lebih dari 4,3 miliar transaksi kumulatif. Angka ini mencerminkan antusiasme komunitas yang besar, meski angka testnet umum didorong oleh insentif.

4. Peluncuran Mainnet Segera

Setelah testnet berjalan sukses, mainnet Pharos dijadwalkan untuk diluncurkan dalam waktu dekat. Ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pengembang dan investor.

5. Kemitraan Strategis

Pharos telah menjalin sejumlah kemitraan penting, di antaranya dengan Chainlink untuk infrastruktur cross-chain (CCIP dan Data Streams), Centrifuge untuk distribusi aset ter-tokenisasi, serta GCL New Energy untuk aset berbasis energi surya.

Pharos juga meluncurkan RealFi Alliance bersama Chainlink dan Centrifuge untuk menstandarisasi infrastruktur RWA bagi pemain institusional.

BACA JUGA:  Bukan Cuma USDT! Ini 10 Stablecoin Terbesar yang Menguasai Pasar Kripto 2026

Apa Peran Pharos Network dalam Masa Depan Blockchain?

Pharos Network hadir sebagai salah satu proyek ambisius yang mencoba menjembatani keuangan konvensional dengan ekosistem Web3. Dengan pendekatan modular seperti L1-Base, L1-Core, hingga L1-Extension lewat SPNs, ditambah mekanisme restaking dan dukungan pendanaan lebih dari US$52 juta, proyek ini menunjukkan potensi besar sebagai pemain serius di industri blockchain global.

Kalau kamu tertarik dengan dunia kripto, memahami arah pengembangan seperti tokenisasi RWA, interoperabilitas cross-chain, dan infrastruktur keuangan terdesentralisasi bisa jadi langkah penting untuk tetap relevan di tengah perubahan industri.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait