Pi Network membuka kembali jalur Know Your Customer (KYC) bagi pengguna di Indonesia yang sebelumnya ditolak setelah menggunakan Kartu Identitas Anak (KIA). Pengguna terdampak kini dapat mengajukan ulang verifikasi dengan menggunakan dokumen identitas lain yang didukung oleh sistem.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari pembaruan KYC dan migrasi Mainnet terbaru Pi Network yang diumumkan pada Kamis (17/9/2026).
Pi menyebut KIA tidak lagi dianggap sebagai dokumen yang valid untuk proses KYC di platform-nya, meski perusahaan tidak merinci dalam pengumuman itu jenis dokumen pengganti yang dapat digunakan pengguna Indonesia.
Pi Network Bereskan Hambatan KYC Ratusan Ribu Pengguna
Dalam pernyataannya, Pi Network secara khusus menyinggung pengguna Indonesia sebagai salah satu kelompok yang terdampak pembaruan sistem verifikasi tersebut.
“Pioneers di Indonesia yang ditolak setelah mengirim KIA kini dapat mengajukan ulang KYC,” demikian pernyataan pihak Pi Network.
Pengguna disarankan membuka kembali aplikasi KYC untuk melihat apakah opsi pengajuan ulang sudah tersedia pada akun masing-masing.
Perubahan untuk pengguna Indonesia muncul bersamaan dengan upaya Pi Network menyelesaikan sejumlah kasus khusus atau corner cases yang membuat proses KYC maupun migrasi Mainnet sebagian pengguna terhenti.
Salah satu kelompok terbesar mencakup lebih dari 417.000 Pioneers yang sebelumnya ditandai karena kemungkinan memiliki akun duplikat.
Setelah evaluasi lanjutan memastikan akun mereka bukan duplikat, kelompok tersebut kini dapat kembali melanjutkan proses KYC. Namun, mereka tetap harus memenuhi persyaratan dan pemeriksaan KYC lainnya yang berlaku.
Pi Network juga berencana membuka hambatan bagi sekitar 497.000 pengguna yang memperoleh wallet Mainnet melalui mekanisme Fast Track. Pengguna tersebut sebelumnya tidak dapat mengklaim saldo hasil migrasi karena wallet mereka tidak memiliki saldo Pi yang cukup untuk membayar gas fee.
Pembaruan untuk kelompok tersebut dijadwalkan diterapkan dalam waktu sekitar satu minggu setelah pengumuman 17 September.
Jika dua kelompok itu digabungkan, sedikitnya sekitar 914.000 akun terdampak oleh dua perbaikan KYC dan migrasi terbesar dalam pembaruan terbaru tersebut. Angka ini merupakan hasil penjumlahan dari data 417.000 dan 497.000 akun yang dipublikasikan Pi Network.
Selain itu, Pi melakukan penyesuaian terhadap pemeriksaan liveness dan pengambilan beberapa sudut wajah sehingga perangkat selular yang lebih tua atau memiliki spesifikasi rendah memiliki peluang lebih besar menyelesaikan verifikasi.
Jaringan tersebut juga menggulirkan uji coba pengambilan sidik telapak tangan selama satu bulan kepada sebagian pengguna yang diwajibkan menjalani beberapa pemeriksaan liveness. Fitur itu dikembangkan sebagai lapisan autentikasi tambahan untuk membantu memastikan bahwa akun dijalankan oleh manusia nyata tanpa harus selalu menggunakan wajah.
KIA Tetap Sah di Indonesia, Pembatasan Hanya Berlaku di Pi
Meski Pi Network tidak lagi menerima KIA dalam proses KYC, kebijakan tersebut tidak berarti KIA kehilangan statusnya sebagai dokumen identitas di Indonesia.
Kartu tersebut tetap memiliki dasar hukum melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak. Basis data peraturan Badan Pemeriksa Keuangan mencatat aturan tersebut masih berstatus berlaku.
Dengan demikian, perubahan terbaru merupakan kebijakan verifikasi internal Pi Network, bukan perubahan terhadap keabsahan KIA sebagai dokumen kependudukan Indonesia.
KYC sendiri memegang peran penting dalam ekosistem Pi karena menjadi salah satu mekanisme untuk memverifikasi identitas pengguna sebelum mereka dapat berpartisipasi penuh di Mainnet.
Skala sistem tersebut sudah cukup besar. Dalam pengumuman Pi2Day pada Juni 2026, Pi Network mengklaim model verifikasinya yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dan validator manusia telah memverifikasi lebih dari 18 juta Pioneers di lebih dari 200 negara dan wilayah.
Teknologi yang sama kemudian diperluas melalui PiVerify untuk digunakan pihak ketiga dalam pemeriksaan identitas, liveness, sanksi dan AML, serta deteksi akun duplikat.
Data sebelumnya juga menunjukkan besarnya pekerjaan di balik proses tersebut. Dalam laporan distribusi imbalan validator KYC April 2026, Pi mencatat 526.970.631 validasi berhasil telah dikerjakan oleh 1.094.680 validator manusia. Rata-rata satu aplikasi KYC membutuhkan sekitar 20 tugas validasi sebelum mencapai keputusan akhir.
Perbaikan September melanjutkan proses pembukaan hambatan KYC dan migrasi yang telah berlangsung sepanjang tahun. Pada Januari lalu, Pi Network mengatakan hampir 2,5 juta Pioneers yang sebelumnya tertahan akibat pemeriksaan keamanan dan kepatuhan tambahan telah kembali memenuhi syarat untuk melanjutkan migrasi Mainnet.
Saat itu, melalui pembaruan KYC dan Mainnet Januari 2026, jaringan tersebut mencatat jumlah pengguna yang telah bermigrasi ke Mainnet mencapai sekitar 16 juta Pioneers.
Bagi pengguna Indonesia yang sebelumnya gagal KYC karena mengunggah KIA, langkah terbaru yang disampaikan Pi Network adalah memeriksa kembali aplikasi KYC dan, apabila opsi pengajuan ulang telah tersedia, melakukan verifikasi menggunakan dokumen identitas lain yang didukung oleh sistem.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


