Pi Network mulai menunjukkan arah baru dengan memanfaatkan jaringan node miliknya untuk menjalankan tugas terkait kecerdasan buatan (AI). Langkah ini muncul di tengah meningkatnya permintaan global terhadap komputasi AI.
Seiring munculnya narasi pemanfaatan AI tersebut, pasar pun terlihat merespons positif. Token PI dilaporkan melonjak sekitar 19 persen dalam sepekan terakhir.
Pi Network Uji 421 Ribu Node untuk Tugas AI
Dikutip dari blog yang diunggah pada Kamis (05/03/2026), Pi Network saat ini tengah mencoba memanfaatkan jaringan node miliknya untuk menjalankan komputasi AI secara terdesentralisasi.
Proyek ini mengklaim memiliki ratusan ribu node aktif yang secara kolektif mewakili lebih dari satu juta unit central processing unit (CPU). Infrastruktur tersebut dinilai berpotensi membantu mengatasi kelangkaan sumber daya komputasi AI.
“Pi berada pada posisi yang unik untuk membantu mengatasi dua tantangan ini karena Pi sendiri sudah merupakan jaringan terdistribusi dan memiliki lebih dari 421.000 node (mewakili lebih dari 1 juta CPU) yang memungkinkan komputasi terdistribusi,” jelas mereka.
Apa Itu Node dalam Jaringan Blockchain? Ini Pengertian dan Fungsinya!
Sebagai uji awal, Pi Network melakukan eksperimen Proof-of-Concept (PoC) bekerja sama dengan OpenMind, sebuah startup robotika yang juga mendapat investasi dari proyek tersebut.
Dalam eksperimen itu, tujuh operator node secara sukarela menerima container AI untuk pengenalan gambar. Jaringan node tersebut kemudian memproses data dan berhasil mengidentifikasi objek seperti bus dan manusia.
“Secara keseluruhan, eksperimen ini memvalidasi bahwa Pi Network node yang terdistribusi dapat menjalankan beban kerja yang relevan dengan AI dan mengembalikan hasil yang berguna dengan cepat,” klaim tim jaringan tersebut.
Basis Pengguna Pi Network Jadi Aset Utama
Meski menghadapi keterbatasan dari sisi perangkat keras, Pi Network tetap memiliki satu keunggulan yang dianggap potensial bagi sektor AI: basis pengguna global yang besar dan telah terverifikasi.
Berbeda dengan banyak platform lain, Pi Network mewajibkan verifikasi identitas bagi jutaan penggunanya. Hal ini menciptakan jaringan pengguna terverifikasi untuk mendukung berbagai tugas dalam pengembangan AI.
Co-founder Pi Network, Chengdiao Fan, lewat sebuah video pendek yang dibagikan pada Jumat (06/03/2026) menilai bahwa keterlibatan manusia merupakan komponen penting dalam sistem AI modern.
“Partisipasi manusia juga merupakan komponen yang sangat penting. Jaringan manusia terverifikasi milik Pi menawarkan sumber daya unik untuk memberikan input manusia yang autentik dan dapat diskalakan dalam sistem AI,” ujar Fan.
Dengan pendekatan ini, pengguna Pi Network berperan sebagai tenaga kerja terdesentralisasi yang membantu pelatihan AI melalui berbagai micro-task. Sebagai imbalannya, mereka akan menerima kompensasi dalam bentuk token PI.
“Pelatihan AI secara alami selaras dengan jaringan terdistribusi dan juga dapat membantu mengatasi beberapa keterbatasan pelatihan terpusat, seperti keterbatasan pusat data, energi, serta masalah seperti catastrophic forgetting,” jelasnya.
Koin PI Melejit, Tapi Token Unlock Masih Membayangi
Seiring munculnya narasi baru ini, pasar merespons positif. Token PI dilaporkan melonjak sekitar 19 persen dalam sepekan terakhir dan diperdagangkan di kisaran US$0,1989, setelah sebelumnya sempat menyentuh level US$0,23.
Meski demikian, kenaikan harga tersebut masih dibayangi oleh potensi tekanan jual dari jadwal token unlock yang cukup besar dalam waktu dekat.
Berdasarkan data dari platform PiScan, dalam 30 hari ke depan, 191 juta koin PI akan dirilis ke pasar. Jika sebagian besar token tersebut masuk ke bursa, kondisi ini berpotensi menambah tekanan jual terhadap harga PI dalam jangka pendek.

Kondisi ini membuat pergerakan token Pi Network ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh dinamika suplai di pasar, di tengah upaya Pi Network untuk memperluas utilitas ekosistemnya melalui pengembangan AI.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



