Pi Network membawa pembaruan baru untuk memperkuat ekosistemnya. Pi Desktop kini menawarkan akses jarak jauh yang lebih praktis dan perlindungan SoloHost yang lebih ketat. Lantas, bisakah update ini ikut mengangkat harga PI?
Pi Desktop 0.6.4 Bikin SoloHost Lebih Simpel
Pi Network pada Kamis (22/10/2026) merilis Pi Desktop versi 0.6.4, pembaruan yang berfokus pada SoloHost. Fitur ini memungkinkan komputer pengguna berfungsi sebagai server untuk menjalankan aplikasi secara lokal.
Perubahan paling terasa datang dari akses jarak jauh. Sebelumnya, pengguna perlu mengubah pengaturan router rumah dan membuka port tertentu, proses yang cukup teknis dan tidak selalu bekerja pada semua jaringan.
Pi Network menjelaskan bahwa versi terbaru kini menghilangkan kebutuhan tersebut, sehingga pengguna dapat mengakses aplikasi SoloHost melalui Pi Browser tanpa harus mengubah konfigurasi router di rumah.
“Dengan Pi Desktop 0.6.4, perubahan pada router tersebut tidak lagi diperlukan. Pi Desktop kini membangun koneksi tanpa mengharuskan pengguna membuka port pada jaringan rumah mereka,” tulis Pi Network.
Langkah itu memang sederhana, tetapi dampaknya cukup besar bagi pengguna Pi. Hambatan konfigurasi jaringan selama ini menjadi salah satu titik friksi ketika ingin mengakses aplikasi yang dijalankan secara mandiri.
Pi Network menilai perubahan tersebut membuat aplikasi self-hosted lebih mudah digunakan karena akses jarak jauh dapat dilakukan dengan proses yang ringkas dan tidak bergantung pada konfigurasi jaringan.
Perlindungan Diperketat, Protocol 28 Sudah Rampung
Bukan hanya koneksi yang dibenahi. Pi Desktop 0.6.4 juga menambahkan lapisan perlindungan baru untuk memastikan aplikasi SoloHost tidak bebas mengakses bagian lain dari komputer pengguna.
Sistem dapat memeriksa apakah aplikasi hanya menggunakan file dan jaringan miliknya sendiri. Pemeriksaan dilakukan sebelum instalasi, setiap kali aplikasi dijalankan, serta ketika aplikasi pertama kali diterbitkan.
Pi Network menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dirancang untuk mengurangi risiko aplikasi mengakses Pi Node, data aplikasi lain, maupun bagian komputer pengguna yang seharusnya berada di luar kewenan.
“Sistem kini memberikan dukungan teknis untuk memvalidasi bahwa aplikasi hanya dapat mengakses file dan jaringannya sendiri, sehingga mengurangi risiko aplikasi mengakses bagian lain dari komputer pengguna,” jelas Pi Network.
Pembaruan tersebut datang tidak lama setelah Pi Mainnet berhasil menyelesaikan peningkatan ke Protocol 28 pada Jumat (16/10/2026), yang membawa sejumlah perbaikan untuk pengembang.
Protocol 28 meningkatkan penanganan keterlambatan data transaksi dan juga membuat pemeliharaan smart-contract lebih fleksibel, termasuk saat pengembang memperbarui beberapa kontrak sekaligus atau menyesuaikan data yang tersimpan.
PI Masih Tertekan, Bisakah US$0,08 Direbut Kembali?
Secara fundamental, sederet pembaruan ini menunjukkan pengembangan Pi Network masih berjalan. Namun, pergerakan harga PI justru belum mencerminkan sentimen positif dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data CoinMarketCap per Senin (26/10/2026), harga PI saat ini berada di sekitar US$0,0758. Posisi ini lebih rendah dibandingkan awal pekan, ketika PI masih sempat bergerak di atas US$0,08.
Tekanan mulai terlihat setelah harga gagal mempertahankan momentum pada 23 hingga 24 Oktober. Memasuki 25 Oktober, PI turun lebih dalam dan kemudian bergerak di kisaran US$0,075 hingga US$0,076.
Pergerakan ini terbilang cukup menarik karena US$0,08 sebelumnya menjadi support penting, sementara target US$0,1 masih terbuka. Kini situasinya berubah setelah PI kehilangan pijakan di area tersebut.

Artinya, sebelum kembali membidik US$0,1, kripto PI perlu lebih dulu merebut area US$0,08. Selama harga masih tertahan di bawah level tersebut, tekanan jangka pendek masih layak diperhatikan.
Pi Desktop 0.6.4 dan Protocol 28 memang memperkuat dari sisi fundamental. Namun, pasar masih menunggu bukti bahwa pembaruan ini benar-benar mampu mendorong penggunaan, permintaan, dan utilitas PI.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


