Staking menjadi salah satu cara paling populer untuk mendapatkan passive income dari aset kripto tanpa harus trading setiap hari. Namun, memilih platform staking terbaik tidak bisa asal-asalan. Faktor keamanan, kemudahan penggunaan, hingga potensi reward harus benar-benar kamu pertimbangkan. Berikut ini adalah rekomendasinya:
BACA JUGA: 10 Aset Kripto Untuk Staking Terbaik Pada Tahun 2026!
Platform Staking Terbaik di Indonesia
Platform staking terbaik di Indonesia adalah platform yang aman, mudah digunakan, dan sesuai dengan tingkat pengalaman serta profil risiko kamu sebagai investor crypto. Ada banyak penyedia staking di Indonesia, terutama crypto exchange lokal. Selain itu, beberapa platform internasional juga bisa kamu akses dengan mudah, berikut ini adalah ulasannya:
BACA JUGA: 6 Strategi Staking untuk Pemula Buat Kamu yang Masih Bingung!
1. Centralized Exchange (CEX)

Bagi kamu yang baru mulai, staking melalui centralized exchange (CEX) adalah pilihan paling praktis. Semuanya serba otomatis dan biasanya cukup dengan satu klik. Beberapa exchange lokal yang menyediakan fitur staking antara lain:
- Indodax
- Tokocrypto
- Pintu
- Pluang
- Reku
Platform staking di exchange menawarkan proses yang sangat simpel. Kamu tidak perlu mengelola private key sendiri, tidak perlu setting validator, dan biasanya tersedia customer support jika terjadi kendala. Beberapa juga menyediakan flexible staking, artinya kamu bisa unstake kapan saja tanpa periode penguncian panjang.
Namun, ada risiko yang perlu kamu pahami. Prinsip “not your keys, not your coins” berarti kamu tidak memegang kendali penuh atas aset. Risiko seperti exchange di-hack atau bangkrut tetap ada, dan reward staking biasanya sedikit lebih rendah karena ada potongan fee dari platform.
Jika kamu pemula di Indonesia, memulai dari exchange lokal seperti Indodax atau Tokocrypto bisa menjadi langkah aman sebelum mencoba platform global dengan pilihan aset lebih banyak seperti Bitget.
2. Non-Custodial Wallet

Kalau kamu ingin kontrol penuh atas aset kripto, maka staking melalui non-custodial wallet adalah opsi yang lebih ideal. Di sini, kamu tetap memegang private key dan tidak menyerahkan aset ke pihak ketiga.
Beberapa wallet populer untuk staking adalah sebagai berikut:
- Phantom (untuk Solana)
- Daedalus (untuk Cardano)
- MetaMask + Lido Finance (untuk Ethereum)
Dengan metode ini, reward staking biasanya lebih optimal karena tidak ada potongan exchange. Selain itu, kamu ikut berkontribusi pada desentralisasi jaringan blockchain.
Namun, tanggung jawabnya juga lebih besar. Jika kamu kehilangan seed phrase atau salah transfer, tidak ada customer support yang bisa membantu. Karena itu, investor yang lebih serius biasanya menggunakan hardware wallet seperti Ledger untuk keamanan maksimal.
Metode ini cocok untuk kamu yang sudah memahami cara kerja wallet dan ingin serius membangun portofolio staking jangka panjang.
3. Liquid Staking

Liquid staking adalah inovasi menarik di dunia crypto. Kamu tetap bisa mendapatkan reward staking, tapi aset kamu tetap “likuid” dan bisa digunakan di DeFi. Berikut ini adalah beberapa platform liquid staking populer:
- Lido Finance
- Rocket Pool
- Marinade Finance
- Stakefish
- Figment
- Jito
Misalnya di Ethereum, kamu bisa staking tanpa harus memiliki minimal 32 ETH seperti validator mandiri. Sebagai gantinya, kamu menerima token derivative seperti stETH atau rETH yang bisa digunakan di berbagai protokol DeFi untuk menghasilkan yield tambahan.
Keunggulan utama liquid staking adalah tidak adanya lock-up period kaku dan potensi compounding reward. Namun, kamu harus memahami risiko smart contract dan kemungkinan de-pegging (harga token derivative bisa turun dari harga aset aslinya).
Liquid staking cocok untuk kamu yang sudah cukup paham DeFi dan ingin memaksimalkan potensi aset kripto secara strategis.
Jadi, Mana Platform Staking Terbaik untuk Kamu?
Menentukan platform staking terbaik sebenarnya kembali pada profil risiko dan tujuan investasimu. Jika kamu masih belajar dan ingin kemudahan, centralized exchange adalah pilihan paling praktis. Jika kamu ingin kontrol penuh dan keamanan maksimal, non-custodial wallet lebih ideal. Sedangkan jika kamu ingin fleksibilitas dan eksplorasi DeFi, liquid staking bisa menjadi strategi lanjutan.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



