XRP kembali menunjukkan pola pasar yang jarang muncul, di tengah tekanan bearish yang masih mendominasi pasar derivatif.
Analis on-chain Darkfost di CryptoQuant menilai kondisi funding rates XRP saat ini mulai membentuk setup kontrarian, pola yang sebelumnya sempat muncul sebelum reli besar pada 2025. Di saat yang sama, harga masih bertahan di tengah fase kompresi teknikal yang semakin sempit, membuka potensi pergerakan besar dalam waktu dekat.
Dalam laporan terbarunya, Darkfost mencatat bahwa selama hampir tiga bulan terakhir funding rates XRP di Binance terus berada di zona negatif, menjadi periode bearish terpanjang dalam sejarah terbaru koin tersebut.
Funding rates negatif biasanya menunjukkan mayoritas trader derivatif masih bertaruh pada penurunan harga XRP.

Namun, kondisi itu justru terjadi saat harga berhasil naik sekitar 27 persen dalam periode yang sama. Menurut Darkfost, perbedaan antara sentimen derivatif dan pergerakan harga ini menjadi pola yang patut diperhatikan karena sering kali menjadi tanda awal pembalikan tren.
“Ketika konsensus bearish terbentuk terlalu kuat setelah koreksi besar, itu sering menjadi sinyal awal reversal,” ujar Darkfost.
Data on-chain menunjukkan sektor altcoin sebelumnya sempat terpukul cukup dalam akibat ketidakpastian global. Kapitalisasi pasar TOTAL3, yang merepresentasikan total kapitalisasi kripto di luar Bitcoin, Ethereum dan stablecoin, sempat anjlok lebih dari US$544 miliar.
Namun sejak awal Februari, pasar mulai menunjukkan tanda pemulihan dengan arus modal kembali masuk dan menambah kapitalisasi sekitar US$125 miliar.
Arus Dana XRP ETF Menguat, Minat Institusional Bertahan
Di tengah tekanan pasar derivatif, minat investor institusional terhadap XRP justru menunjukkan penguatan. Berdasarkan data SoSoValue, total arus masuk kumulatif ke XRP ETF spot telah mencapai US$1,32 miliar.
Laporan terbaru mencatat tiga hari berturut-turut arus masuk positif pada awal Mei 2026. Kondisi ini menunjukkan investor besar masih aktif membangun posisi di XRP meski volatilitas pasar kripto belum sepenuhnya mereda.
Arus dana ETF tersebut memperkuat narasi bahwa XRP kini mulai dipandang sebagai aset institusional yang lebih matang, bukan sekadar instrumen spekulatif retail. Keberadaan arus dana institusional ini menjadi faktor penting yang dapat menopang pergerakan harga di tengah tekanan jangka pendek.
Darkfost juga mengingatkan bahwa pola serupa pernah terjadi pada April 2025 ketika harga altcoin itu turun ke US$1,25 sebelum akhirnya berbalik arah dan mencatat reli hingga 126 persen dalam beberapa bulan berikutnya.
Pola Harga XRP Mengerucut Tajam, Momen Penentuan Kian Dekat
Dari sisi teknikal, analis GainMuse melihat harga XRP kini berada di titik krusial. Harga saat ini bergerak di area support US$1,36, terjepit di antara pola descending channel dan bullish wedge bagian bawah.

Menurut GainMuse, kondisi candle yang semakin rapat menunjukkan tekanan besar sedang terbentuk. Ia menilai fase kompresi seperti ini biasanya berakhir dengan pergerakan agresif yang menghukum salah satu sisi pasar.
Sebelumnya, harga XRP sempat ditolak di level US$1,44, yang kini menjadi resistance utama. GainMuse menegaskan skenario bullish baru akan valid jika harga XRP mampu menembus dan bertahan di atas US$1,44.
Sebaliknya, jika support US$1,36 tertembus, tekanan jual berpotensi meningkat lebih dalam karena belum ada area lantai harga yang jelas dalam struktur saat ini.

Pandangan serupa datang dari analis ChartNerd yang melihat XRP masih bergerak dalam pola symmetrical triangle. Menurutnya, semakin lama fase kompresi ini berlangsung, semakin dekat harga XRP menuju apex atau akhir dari pola pada akhir Mei, yang biasanya menjadi titik penentu arah breakout.
Dengan kombinasi funding rates bearish ekstrem, arus dana ETF yang terus menguat dan tekanan teknikal yang semakin ketat, pasar kini menunggu apakah harga XRP akan mengulang pola langka yang sebelumnya menjadi awal reli besar.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


