Polemik Akademi Crypto: Korban vs Timothy, Mana yang Benar?

Kasus dugaan penipuan yang menyeret nama Timothy Ronald dan Kalimasada terus bergulir dan menyita perhatian publik. Polemik ini bermula dari kesaksian serta laporan sejumlah korban, yang kemudian mencuat ke ruang publik melalui podcast Denny Sumargo.

Jauh sebelum pelaporan ke kepolisian, Timothy Ronald merespons berbagai tudingan lewat siaran langsung “Margin Call” yang diunggah pada September 2025. Kondisi ini memunculkan dua versi narasi yang saling berhadapan. 

Ketertarikan Awal Korban Masuk ke Akademi Crypto

Perkara ini bermula dari ketertarikan korban terhadap konten media sosial yang menampilkan narasi kesuksesan di usia muda. Younger, salah satu pelapor, mengaku pertama kali mengenal Timothy Ronald melalui unggahan Instagram yang menonjolkan keberhasilan di dunia kripto.

“Nah saya melihat dia dari Instagram. Dari cara dia flexing segala macam, kaya dari kripto cepat, terus bisa beli mobil mewah dalam usia muda. Nah itu saya tergiur,” ujar Younger di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/01/2026).

IKLAN
Chat via WhatsApp

Dorongan tersebut membuat Younger bergabung dengan Akademi Crypto, komunitas edukasi kripto yang diasuh Timothy Ronald bersama Kalimasada. Ia menyebut biaya awal masih tergolong terjangkau.

Terungkap! Begini Cerita Korban Terkait Dugaan Penipuan Timothy Ronald

Namun, seiring berjalannya waktu, Younger mengaku ditawari paket lanjutan kelas Akademi Crypto dengan nilai jauh lebih besar, sehingga total dana yang dikeluarkan disebut mendekati Rp50 juta.

BACA JUGA:  CZ Binance Kritik Minimnya Perlindungan Privasi di Industri Kripto

Janji Profit dari Altcoin MANTA Menjadi Titik Balik

Situasi berubah ketika Younger menerima sinyal trading di Akademi Crypto, disertai dokumen proyeksi keuntungan yang diklaim tinggi. Salah satu aset yang direkomendasikan adalah altcoin MANTA, lengkap dengan PDF yang memuat klaim potensi profit ratusan persen.

“Beli koin apa pun bisa untung. Dan saya kena-nya tuh di ‘Koin Manta’ ini. Dan ada indikasi. Dia kasih dokumen PDF itu, menjanjikan profit 300 sampai 500 persen,” kata Younger.

Menurutnya, dokumen ini memperkuat keyakinan untuk menaruh dana lebih besar. Namun dalam praktiknya, keuntungan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi. Dana yang sempat bertambah justru terus diputar kembali hingga akhirnya habis.

“Habis, enggak ada. Saya enggak tarik sama sekali. Setelah untung, terus dimainin lagi. Tidak ada untung sama sekali. Kerugiannya sekitar Rp3 miliar,” ungkap Younger.

Kerugian tersebut kemudian mendorong Younger, bersama sejumlah korban lain yang mengaku sebagai mantan member Akademi Crypto dan dirangkul oleh Skyholic888, untuk membawa perkara ini ke ranah hukum.

Pengakuan Korban Menguat di Podcast Denny Sumargo

Polemik kian meluas setelah Younger dan Said membeberkan pengalaman mereka di podcast YouTube Denny Sumargo. Keduanya mengaku tidak menerima layanan sesuai janji, termasuk akses konsultasi dan pendampingan intensif.

Kasus Timothy Ronald Dikupas di Podcast Denny Sumargo, Korban Buka Suara

Younger kembali menegaskan bahwa kerugian terbesarnya berasal dari eksposur besar pada koin MANTA. Ia juga mengakui mengikuti arahan mentor tanpa menerapkan manajemen risiko secara disiplin.

BACA JUGA:  Pengusaha Kost Diajak Melek Kripto, Diversifikasi Cuan di Era Digital

“Saya ikut arahan guru saja, disuruh beli, disuruh hold,” katanya.

Dalam podcast yang sama, pendiri Astronacci International Gema Goeyardi menilai persoalan utama bukan semata untung atau rugi dari investasi kripto, melainkan potensi ketidaksesuaian layanan.

“Kalau sudah bayar, tapi haknya tidak didapat, itu jadi problem. Terlepas dari untung rugi,” ujar Gema.

Akademi Crypto Klaim Tak Pernah Arahkan All-in di MANTA

Menanggapi tudingan, Timothy Ronald dan Kalimasada sebenarnya telah menyampaikan penjelasan melalui video yang diunggah sebelum adanya laporan ke kepolisian. Dalam video bertajuk “Margin Call”, keduanya memperlihatkan portofolio yang menjadi rujukan edukasi.

“Kami sering diframing tidak pernah memberikan arahan dan justru menjerumuskan. Padahal, di sini kelihatan jelas portofolionya, MANTA hanya sekitar 2,5 persen,”ujar Timothy Ronald sambil memperlihatkan bahwa alokasi utamanya berada pada Bitcoin.

Ia juga menegaskan tidak pernah mendorong peserta mengambil risiko ekstrem dan meminta berbagai tudingan yang menyerangnya terkait koin MANTA, terutama setelah harganya turun, dibuktikan secara konkret.

Kalimasada menyebut sebagian member diduga salah membaca arahan dan kemudian menyerang dirinya bersama Timothy Ronald. Menurutnya, kerugian yang terjadi merupakan keputusan personal yang diambil di luar arahan pada kelas edukasi Akademi Crypto.

BACA JUGA:  Sinyal Bullish Tersembunyi Bitcoin Terkuak dari Data On-Chain Ini

“Dan lama-lama, mungkin mereka berpikir seolah-olah 100 persen portofolionya ada di MANTA. Padahal itu akibat salah menonton atau salah memahami, sehingga terkesan semuanya all-in di MANTA,” tegas mereka.

Porfolio Investasi Kelas Akademi Crypto - Margin Call
Porfolio Investasi Kelas Akademi Crypto – Margin Call

Dua Versi dan Proses Hukum yang Masih Berjalan

Perbedaan versi antara korban dan Timothy Ronald masih menjadi inti polemik. Korban menilai materi yang diterima membangun ekspektasi keuntungan tinggi, sementara Timothy Ronald dan Kalimasada menyebut kerugian terjadi akibat FOMO dan kesalahan penafsiran materi edukasi.

Kasus ini kini telah memasuki proses hukum dan masih berjalan. Publik menunggu pembuktian atas klaim masing-masing pihak, terutama terkait dugaan arahan investasi dan tanggung jawab layanan yang diberikan.

Di tengah maraknya kelas edukasi kripto, polemik ini menegaskan tipisnya batas antara edukasi dan keputusan pribadi. Literasi, kehati-hatian, serta manajemen risiko menjadi kunci agar janji keuntungan tidak berujung pada kerugian dan sengketa hukum.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait