Polisi Belanda Sita Kripto Setara Rp412 Milyar

Polisi Belanda sita kripto senilai 25 juta euro setara Rp412 milyar. Kripto yang bersifat anonim dan mobilitas tinggi menjadikannya dipakai oleh kriminal. Dugaan tindak kriminal yang dilakukan mencakup perdagangan manusia, penipuan dan pengemplangan pajak.

Polisi Belanda Sita Kripto dari Tindakan Kriminal

Bursa kripto berkooperasi dengan regulator Belanda, FIOD, dan Jaksa Penuntut Umum dalam penyelidikan tersebut. Kepolisian Belanda menduga warga Belanda dan warga asing terlibat tindakan kriminal yang berujung kepada penyitaan itu.

Oknum warga negara asing akan dikirim ke negara terkait berdasarkan perjanjian ekstradisi.

Penyelidikan itu menemukan para kriminal mengimbangi fluktuasi nilai aset kripto dengan cara mengkonversinya ke stablecoin. Saat ini, belum jelas apa yang akan dilakukan pemerintah Belanda terhadap aset yang disita.

Kendati transaksi kripto dapat dilihat publik melalui blockchain, dibutuhkan analisa forensik pakar untuk mengaitkannya dengan dompet pengguna. Hal ini menjadikan kriminal susah dilacak.

Sayangnya, aset kripto telah terlibat dalam beragam tindakan kriminal, termasuk pemerasan, vaksin palsu untuk COVID-19, dan penjualan ilegal di dark web.

Di Swedia, seorang pria divonis hukuman penjara setelah mengaku bersalah atas penipuan Ponzi berkedok kripto. Menurut pakar kriminal ekonomi Susanne Lynch, profesor Utica College, kripto yang memiliki jangkauan internasional menjadikannya alat yang dipakai sindikat internasional serta teroris.

Awal tahun ini, Biro Anti Teroris Israel menerbitkan perintah penyitaan bagi dompet kripto yang dimiliki organisasi Hamas. Menurut Elliptic, perusahaan analisa forensik digital, ada 84 dompet yang disita dengan total aset senilai US$7,7 juta yang diraih melalui donasi.

Kejahatan yang melibatkan kripto meliputi ransomeware hingga pasar gelap ilegal. Anchorage Digital, bank asal San Fransisco, AS, adalah salah satu lembaga yang menyimpan dan mencairkan aset digital yang disita oleh pemerintah AS.

Departemen Kehakiman AS memberikan Anchorage hak tersebut pada tahun 2019 ketika pemerintah membutuhkan bantuan untuk menangani aset digital hasil sitaan. Presiden Anchorage, Diogo Monica, berkata layanan pencairan tersebut termasuk rumit.

Pada masa awal kripto, situs marketplace Silk Road ditutup sebab menjadi tempat jual beli benda ilegal memakai Bitcoin. Saat itu, satu dompet disita yang memiliki 30 ribu BTC dan lalu dijual dengan nilai US$19 juta. Proses ini melibatkan proses penyerahan dan penjualan aset kripto. [beincrypto.com/ed]

Terkini

Warta Korporat

Terkait