Polisi Kosovo Sita 300 Alat Penambangan Kripto

Menteri Ekonomi Kosovo mencuit bahwa penyitaan alat penambangan aset kripto akan menghemat puluhan ribu euro per bulan dan menyediakan energi bagi ratusan keluarga Kosovo.

Kepolisian Kosovo menggalakkan usaha untuk menindak tegas penambang kripto di negara itu. Pada Sabtu (08/01/2022), polisi berhasil menyita lebih dari 300 mesin penambang dalam satu hari.

Pengumuman yang diterbitkan polisi Kosovo pada Minggu mengungkap mereka telah menyita 272 Antminer mesin penambang Bitcoin di wilayah Leposavic serta 39 mesin lainnya di dekat ibukota Prishtina.

Sementara itu, kepolisian juga mencegat seorang pengemudi yang membawa enam mesin tambang kripto dengan 42 buah kartu grafis (GPU) dekat Druar, di wilayah Vushtrri. Pengemudi itu telah diinterogasi dan dilepas.

IKLAN

Menteri Ekonomi Artane Rizvanolli mencuit dukungannya bagi Kepolisian Kosovo. Ia berkata puluhan ribu euro per bulan dari uang pembayar pajak dapat dihemat demi energi bagi ratusan keluarga Kosovo saat krisis ini.

Pada bulan Desember, Kosovo mendeklarasikan keadaan darurat selama 60 hari di tengah krisis energi dan kelangkaan listrik. Sejak saat itu, Menteri Ekonomi menetapkan pelarangan terhadap penambangan kripto pada Rabu lalu.

Kosovo mengimpor lebih dari 40 persen kebutuhan energinya.

Cointelegraph sebelumnya melansir, penambangan Bitcoin memakan energi 101 TWh per tahun, setara dengan konsumsi listrik Filipina. Kendati demikian, penambang Bitcoin mulai mencari sumber energi terbarukan, terutama di AS yang kian menjadi pusat bagi penambangan kripto.

Menurut kanal berita Belanda The Payers, penambangan kripto semakin naik daun di Kosovo selama beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, listrik disebarkan gratis bagi penduduk mayoritas Serbia di wilayah Utara Kosovo sejak berakhirnya Perang Kosovo pada tahun 1999.

Pada akhir bulan November 2021, operator sistem jaringan listrik KOSTT mengumumkan tidak akan lagi memberikan listrik gratis bagi empat kota di bagian Utara negara, yaitu Mitrovica Utara, Zvecan, Zubin Potok dan Leposavic.

Negara Balkan tersebut menjadi bagian Serbia hingga tahun 2008 ketika mendeklarasikan kemerdekaan. Sejak merdeka, Kosovo mempertahankan subsidi listrik hingga baru-baru ini.

Belum lama ini, negara-negara lain turut mengutarakan kekhawatiran terhadap kelangkaan listrik terkait penambangan kripto, terutama Iran dan Kazakhstan. [cointelegraph.com/ed]

spot_img
spot_img

Terkini

Warta Korporat

Terkait