Perusahaan teknologi finansial asal Afrika, Flutterwave, menjalin kemitraan strategis dengan Polygon Labs untuk meluncurkan sistem pembayaran lintas batas berbasis stablecoin di lebih dari 30 negara Afrika.
Inisiatif ini bertujuan mempercepat waktu penyelesaian transaksi internasional dan menekan biaya pengiriman uang lintas negara yang selama ini dinilai tinggi.
Berdasarkan laporan TechAfrica News, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Flutterwave untuk memperluas akses pembayaran digital di benua Afrika.
Polygon Labs akan menyediakan infrastruktur blockchain melalui jaringannya yang berbiaya rendah dan berkecepatan tinggi, sedangkan Flutterwave akan mengintegrasikan teknologi tersebut ke dalam layanan pembayaran globalnya.
Menurut keterangan resmi, tahap awal peluncuran akan difokuskan pada segmen perusahaan besar atau korporasi, sebelum nantinya diperluas ke sektor ritel dan remitansi individu.
Implementasi tahap uji coba direncanakan dimulai pada tahun 2025, sementara adopsi untuk pengguna umum diproyeksikan berlangsung pada 2026 melalui aplikasi Send App milik Flutterwave.
Solusi untuk Masalah Pembayaran di Afrika
Selama ini, bisnis dan individu di Afrika menghadapi biaya transfer lintas negara yang mencapai rata-rata 8 persen per transaksi, dengan waktu penyelesaian yang dapat memakan waktu beberapa hari.
Kolaborasi antara Flutterwave dan Polygon diharapkan mampu mengubah kondisi tersebut dengan menghadirkan sistem yang lebih efisien, cepat dan terjangkau.
“Bisnis-bisnis Afrika yang berkembang pesat kehilangan pendapatan setiap tahun akibat pembayaran lintas batas yang lambat dan mahal. Flutterwave melihat apa yang kami lihat, stablecoin di Polygon dapat mempercepat waktu penyelesaian dari hitungan hari menjadi hitungan detik, dan biaya tinggi menjadi hitungan sen. Ini merupakan tanda kepercayaan yang besar terhadap stablecoin sebagai masa depan pembayaran lintas batas,” ujar CEO Polygon Labs, Marc Boiron.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain Polygon, transaksi yang sebelumnya melibatkan banyak perantara dapat dilakukan secara langsung di jaringan terdesentralisasi. Langkah ini tidak hanya memangkas waktu penyelesaian transaksi tetapi juga meningkatkan transparansi dan keamanan data.
Flutterwave menilai kemitraan ini sebagai tonggak penting dalam mempercepat integrasi antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem blockchain di Afrika.
“Dengan bermitra dengan Polygon, kami memperkenalkan solusi yang membuat pembayaran internasional jauh lebih mudah dan terjangkau daripada banyak pembayaran lokal. Revolusi ini akan membuka peluang ekonomi baru di seluruh benua,” ujar Pendiri dan CEO Flutterwave, Olugbenga “GB” Agboola.
Membangun Infrastruktur yang Tepat untuk Pembayaran Lintas Batas
Meskipun memiliki potensi besar, penerapan stablecoin dalam transaksi lintas batas masih menghadapi sejumlah tantangan regulasi di Afrika.
Setiap negara memiliki kebijakan berbeda terkait penggunaan aset digital, perlindungan konsumen, dan kepatuhan terhadap aturan anti pencucian uang (AML) serta verifikasi identitas (KYC).
Flutterwave menegaskan bahwa peluncuran akan dilakukan secara bertahap di negara-negara yang telah memiliki kerangka hukum yang mendukung stablecoin.
Selain itu, keberhasilan implementasi sistem ini juga bergantung pada ketersediaan infrastruktur on-ramp dan off-ramp yang memungkinkan pengguna menukar stablecoin dengan mata uang lokal.
Tanpa mekanisme tersebut, pengguna masih akan bergantung pada sistem perbankan tradisional yang lambat dan mahal.
Meski demikian, pengamat menilai langkah ini sebagai momentum penting bagi transformasi sistem keuangan di Afrika.
Dengan dukungan dari jaringan Polygon yang sudah teruji secara global, Flutterwave memiliki peluang besar untuk memperluas jangkauan layanannya dan menghadirkan ekosistem pembayaran yang lebih inklusif.
Jika proyek ini berhasil, Afrika dapat menjadi kawasan pertama yang menerapkan model pembayaran lintas batas berbasis stablecoin secara luas.
Inovasi ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada jaringan keuangan tradisional serta membuka jalan bagi integrasi ekonomi yang lebih erat antarnegara di benua tersebut. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



