Polygon PHK 30 Persen Tim, Fokus ke Pembayaran Stablecoin

Polygon dilaporkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 30 persen dari total karyawannya dalam sebuah restrukturisasi internal.

Langkah ini disebut berkaitan dengan perubahan fokus bisnis Polygon yang kini mengarah pada pengembangan pembayaran berbasis stablecoin sebagai prioritas utama.

Informasi mengenai PHK ini kali pertama mencuat melalui unggahan sejumlah mantan karyawan di platform profesional dan media sosial. Mereka menyampaikan kabar kepergian dari perusahaan, baik secara langsung maupun melalui ucapan perpisahan kepada rekan kerja.

Hingga saat ini, Polygon belum merilis klarifikasi resmi mengenai jumlah pasti karyawan yang terdampak maupun divisi yang mengalami pengurangan tenaga kerja.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Pasca kabar tersebut, pasar merespons negatif. Harga koin asli jaringan Polygon, POL, tercatat mengalami penurunan. Pada saat artikel ini disusun, POL diperdagangkan di kisaran US$0,1478, turun 5,48 persen dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini mencerminkan sentimen kehati-hatian investor terhadap dinamika internal perusahaan, meskipun arah strategis baru Polygon dinilai berpotensi membuka peluang jangka panjang di sektor pembayaran digital.

Polygon selama ini dikenal sebagai salah satu jaringan layer-2 terkemuka yang berfokus pada skalabilitas Ethereum. Namun, dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan mulai menggeser strategi ke arah penguatan infrastruktur pembayaran, khususnya yang berbasis stablecoin.

Fokus ini mencakup pengembangan sistem pembayaran lintas negara, integrasi dompet digital, serta perluasan layanan on-chain yang mendukung transaksi bernilai stabil dan efisien.

BACA JUGA:  Edukasi Ala Influencer Kripto RI: Cuan Dikejar, Pajak Terlupakan

Restrukturisasi Internal dan Indikasi Pengurangan Staf

Sejumlah sumber industri menyebutkan bahwa PHK yang terjadi merupakan bagian dari restrukturisasi internal yang lebih luas. Tujuannya bukan semata-mata penghematan biaya, melainkan penyelarasan organisasi dengan visi bisnis baru. Beberapa unit kerja yang dianggap kurang relevan dengan fokus pembayaran dilaporkan mengalami perampingan.

Unggahan karyawan yang meninggalkan perusahaan menjadi salah satu indikator kuat bahwa pengurangan staf memang terjadi. Dalam beberapa unggahan, para mantan karyawan menyampaikan rasa terima kasih kepada tim dan menyebut bahwa mereka terdampak oleh perubahan struktur perusahaan.

Namun, tidak ada rincian resmi mengenai skala, waktu pelaksanaan, atau wilayah operasional yang paling terdampak.

“Terima kasih untuk semua rekan di Polygon atas perjalanan yang luar biasa. Saya termasuk yang terdampak restrukturisasi ini, tetapi tetap optimistis dengan arah baru perusahaan,” tulis salah satu mantan karyawan Polygon di media sosial.

BACA JUGA:  CEO Indodax Masuk 40 Under 40 Fortune Indonesia

Meski belum dikonfirmasi, angka 30 persen yang beredar di berbagai laporan menunjukkan skala pengurangan yang cukup signifikan. Hal ini sejalan dengan tren di industri Web3, di mana banyak perusahaan melakukan efisiensi organisasi setelah periode ekspansi agresif dalam beberapa tahun terakhir.

Fokus Baru Polygon pada Pembayaran Stablecoin

Seiring dengan restrukturisasi tersebut, Polygon memperjelas arah strategisnya dengan memprioritaskan pengembangan infrastruktur pembayaran berbasis stablecoin. Perusahaan ingin memperluas perannya dari sekadar solusi skalabilitas blockchain menjadi penyedia jalur pembayaran untuk transaksi digital global.

Langkah ini didukung oleh sejumlah akuisisi strategis yang dilakukan Polygon dalam beberapa waktu terakhir. Akuisisi tersebut bertujuan memperkuat layanan on-ramp, wallet, dan sistem pembayaran yang memungkinkan pengguna mengakses stablecoin dengan lebih mudah.

Fokus ini juga mencakup peningkatan pengalaman pengguna dalam melakukan transaksi lintas negara dengan biaya rendah dan kecepatan tinggi.

Konsep yang sering disebut sebagai “Open Money Stack” menggambarkan ambisi Polygon untuk membangun ekosistem pembayaran terbuka yang terintegrasi, mulai dari dompet digital, konversi fiat, hingga infrastruktur blockchain.

BACA JUGA:  Harvard Kurangi Bitcoin ETF, Mulai Borong Ethereum ETF

Dengan pendekatan ini, Polygon menargetkan adopsi yang lebih luas di sektor keuangan digital, khususnya untuk penggunaan sehari-hari seperti remitansi dan pembayaran internasional.

Namun, perubahan fokus ini juga menuntut penyesuaian sumber daya manusia. Restrukturisasi internal dipandang sebagai cara untuk mengalokasikan kembali tenaga kerja ke area yang lebih strategis, sekaligus mengurangi beban operasional dari unit yang tidak lagi menjadi prioritas.

Di sisi pasar, reaksi terhadap kabar PHK dan perubahan strategi ini masih bersifat hati-hati. Penurunan harga POL menunjukkan bahwa investor menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang dari restrukturisasi tersebut.

Meski demikian, sebagian pelaku industri menilai bahwa fokus pada pembayaran stablecoin bisa memperkuat posisi Polygon dalam ekosistem blockchain global.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia