Platform pasar prediksi berbasis kripto, Polymarket, dilaporkan tengah menjajaki penggalangan dana sekitar US$400 juta dengan target valuasi mencapai US$15 miliar.
Jika terealisasi, valuasi tersebut akan menempatkan Polymarket sebagai salah satu startup kripto paling bernilai di segmennya. Penggalangan dana ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap platform yang memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil peristiwa dunia nyata, mulai dari politik hingga ekonomi.
Lonjakan minat ini tidak lepas dari peran Polymarket dalam menyediakan data probabilitas berbasis pasar yang kerap digunakan sebagai indikator sentimen publik terhadap suatu peristiwa.
Dorongan Dana Besar dari Investor Institusi
Berdasarkan laporan Reuters pada Senin (20/4/2026), perkembangan Polymarket juga ditopang oleh masuknya dana besar dari institusi keuangan global.
Perusahaan induk New York Stock Exchange, yakni Intercontinental Exchange, sebelumnya dilaporkan telah menggelontorkan investasi sekitar US$600 juta ke platform tersebut sebagai bagian dari rencana pendanaan yang lebih luas.
Dukungan ini memperkuat posisi Polymarket sebagai pemain utama dalam ekosistem pasar prediksi yang mulai menarik perhatian Wall Street.
Dengan tambahan potensi pendanaan baru, total dana yang dihimpun Polymarket dalam satu siklus dapat mendekati US$1 miliar. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan likuiditas, serta mengembangkan fitur yang semakin mendukung aktivitas perdagangan berbasis prediksi.
Bagi investor institusi, model bisnis seperti yang ditawarkan Polymarket dianggap mampu menghadirkan alternatif baru dalam memahami dinamika pasar berbasis peristiwa global.
Seorang sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut menyebut bahwa negosiasi masih berlangsung dan belum mencapai tahap akhir.
“Pembicaraan masih berjalan dan belum ada kesepakatan yang diamankan,” ujar sumber tersebut.
Ketidakpastian Politik AS Tercermin di Data Polymarket
Di tengah ekspansi tersebut, aktivitas Polymarket juga mencerminkan dinamika politik global yang kompleks. Beberapa hari terakhir, platform ini menunjukkan penurunan keyakinan terhadap peluang Kevin Warsh untuk dikonfirmasi sebagai Ketua The Fed tepat waktu.
Probabilitas di pasar tersebut dilaporkan turun menjadi sekitar 38 persen, mencerminkan meningkatnya ketidakpastian politik dan hukum di AS.
Situasi ini dipicu oleh berkembangnya investigasi terhadap Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell, serta tekanan dari sejumlah senator yang memperumit proses politik di Washington.
Perubahan probabilitas ini menjadi contoh bagaimana Polymarket tidak hanya berfungsi sebagai sarana spekulasi, tetapi juga sebagai cerminan persepsi pasar terhadap peristiwa global secara real-time.
Selain itu, perkembangan di ranah kebijakan juga turut memengaruhi lanskap industri. Sejumlah anggota Kongres AS dilaporkan mulai mempertimbangkan pembatasan terhadap staf pemerintah untuk tidak menggunakan platform pasar prediksi seperti Polymarket.
Kekhawatiran terhadap potensi konflik kepentingan dan penggunaan informasi non-publik menjadi alasan utama, bahkan beberapa politisi disebut telah lebih dulu melarang stafnya berpartisipasi dalam platform tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


