Platform pasar prediksi Polymarket US menghadapi upaya fraud bernilai sedikitnya US$10 juta pada Februari 2026, setelah pelaku menggunakan kartu debit curian untuk mendanai akun dan mencoba memindahkan dana melalui taruhan.
Berdasarkan investigasi WSJ pada Sabtu (19/9/2026), pelaku menghubungkan kartu debit curian ke akun Polymarket US, menggunakannya untuk memasang taruhan, lalu mencoba menarik dana ke kartu atau rekening lain yang mereka kendalikan.
Nilai US$10 juta tersebut mengacu pada jumlah yang dicoba dibawa kabur oleh pelaku, bukan kerugian terkonfirmasi yang telah dialami Polymarket.
Skala aktivitas mencurigakan sempat melonjak tajam. Pada satu titik, perusahaan pemroses pembayaran dilaporkan menolak lebih dari 80 persen deposit yang ditanganinya karena terindikasi fraud. WSJ membandingkannya dengan tingkat sekitar 1 persen yang lazim di industri.
Menurut orang-orang yang mengetahui kejadian tersebut, staf Polymarket kemudian membawa persoalan itu kepada CEO Shayne Coplan. Laporan itu turut menempatkan kontrol fraud dan compliance perusahaan dalam sorotan ketika bisnis Polymarket terus berkembang.
Fraud Terjadi Saat Polymarket US Beroperasi sebagai Bursa Teregulasi
Kasus tersebut menjadi penting karena Polymarket US bukan sekadar versi lain dari platform pasar prediksi global perusahaan.
Data resmi Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) mencatat QCX LLC, yang beroperasi dengan nama Polymarket US, sebagai Designated Contract Market (DCM) sejak 9 Juli 2025.
Sorotan terhadap sistem pengawasan Polymarket sebenarnya telah muncul beberapa bulan sebelum laporan fraud terbaru.
Pada Mei 2026, House Committee on Oversight and Government Reform meminta perusahaan menyerahkan dokumen mengenai sistem verifikasi identitas, kebijakan Know Your Customer (KYC), perubahan kontrol akses, hingga prosedur untuk mendeteksi dan melaporkan aktivitas mencurigakan.
Permintaan itu berasal dari penyelidikan terpisah mengenai dugaan insider trading di prediction market, bukan insiden kartu debit Februari. Namun, ruang lingkupnya menunjukkan bahwa mekanisme identifikasi pengguna dan pengawasan aktivitas Polymarket telah menjadi perhatian regulator dan pembuat kebijakan AS.
Dalam kasus lain pada April, Departemen Kehakiman AS (DOJ) bahkan secara resmi mengakui kerja sama Polymarket dalam penyelidikan terhadap seorang tentara AS yang dituduh menggunakan informasi rahasia untuk mendapatkan keuntungan dari taruhan prediction market.
Polymarket Pertebal Sistem Fraud dan Trust & Safety
Di tengah sorotan tersebut, lowongan kerja aktif Polymarket memperlihatkan perusahaan tengah membangun infrastruktur tambahan di sisi fraud dan compliance.
Dalam posisi Senior Backend Engineer, Trust & Safety, perusahaan mencari engineer untuk membangun sistem detection, monitoring dan case management bagi kewajiban AML/BSA, KYC/EDD serta sanctions screening.
Posisi itu juga mencakup pembangunan sistem transaction monitoring dan pengambilan keputusan risiko secara real-time untuk mendeteksi financial crime.
Lowongan terpisah untuk Senior Data Scientist / Analyst, Fraud & Risk secara khusus menyebut identity theft, account takeover, ACH fraud, penyalahgunaan bonus serta aktivitas trading kolusif atau manipulatif sebagai pola yang harus dideteksi.
Polymarket tidak menyatakan bahwa perekrutan tersebut merupakan respons langsung terhadap insiden Februari tersebut. Namun, area yang hendak diperkuat beririsan dengan risiko financial fraud yang kini menjadi sorotan.
Di sisi pengawasan pasar, kebijakan Market Integrity Polymarket US menyebut adanya real-time control desk serta kerja sama regulatory services dengan Asosiasi Futures Nasional (NFA) untuk surveillance, investigasi dan pemberian sanksi.
Penguatan itu berlangsung ketika ekspansi perusahaan berlanjut. Pada 10 September 2026, Polymarket menunjuk Warren Jenson sebagai CFO pertama perusahaan, dengan mandat membangun infrastruktur finansial dan strategi perusahaan seiring ekspansi exchange teregulasi di AS dan bisnis globalnya.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


