Polymarket Memanas, Peluang Kenaikan Suku Bunga The Fed Melesat

Pasar prediksi mulai melihat keputusan suku bunga bank sentral AS, The Fed, pada September sebagai pertarungan yang nyaris seimbang. Odds terbaru di Polymarket menunjukkan trader tak lagi yakin bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga setelah muncul sinyal hawkish dari Ketua Kevin Warsh.

Berdasarkan pasar Fed Decision in September,” peluang The Fed mempertahankan suku bunga berada di kisaran 54 persen, sementara kenaikan 25 basis poin (bps) dihargai dengan probabilitas sekitar 47 persen. Volume perdagangan pada market tersebut sudah mencapai sekitar US$65,8 juta.

Perubahan ini terbilang tajam. Pada 27 Agustus, sehari sebelum pidato Warsh di Jackson Hole, skenario suku bunga tidak berubah sempat memiliki peluang sekitar 69 persen di Polymarket. Namun, pidato Warsh pada 28 Agustus membuat ekspektasi kenaikan bunga melonjak dan memangkas dominasi skenario “tahan.”

Perubahan serupa terlihat di pasar tradisional. Peluang kenaikan suku bunga September berdasarkan CME FedWatch melonjak menjadi 55,7 persen, dari 35,4 persen sehari sebelumnya.

Jackson Hole Bikin Peta Suku Bunga Jungkir Balik

Pemicu utama perubahan ekspektasi tersebut datang dari nada Warsh ketika berbicara di Jackson Hole. Ia kembali menegaskan bahwa target inflasi 2 persen milik The Fed adalah target yang “tegas dan tetap,” sekaligus menilai kondisi finansial secara luas sulit disebut restriktif.

BACA JUGA:  Nyesek! Trader Kripto Ini Gagal Cuan Rp38 Miliar karena Keburu Jual

Menurut Warsh, pasar tenaga kerja AS masih konsisten dengan kondisi full employment. Konsumsi juga tetap sehat, sementara investasi bisnis menunjukkan pertumbuhan kuat. Sebaliknya, inflasi menjadi sisi ekonomi yang menurutnya jauh lebih mengkhawatirkan.

Ukuran inflasi favorit The Fed, Personal Consumption Expenditures (PCE), masih tumbuh 3,7 persen secara tahunan. Warsh juga menyoroti perubahan PCE enam bulan yang mencapai 4,1 persen, jauh di atas target The Fed sebesar 2 persen.

Data resmi Bureau of Economic Analysis (BEA) memperkuat kekhawatiran tersebut. PCE Price Index Juli naik 3,7 persen secara tahunan, sedangkan core PCE yang mengeluarkan komponen makanan dan energi naik 3,3 persen. Secara bulanan, keduanya meningkat 0,2 persen.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Meski demikian, indikator inflasi lainnya mulai menunjukkan sedikit peredaan. CPI Juli naik 3,4 persen secara tahunan, lebih rendah dari 3,5% pada Juni. Core CPI juga melambat menjadi 2,5 persen, dari sebelumnya 2,6 persen

BACA JUGA:  Polymarket vs FedWatch: Cara Baca Dua Ekspektasi Pasar untuk Analisis Bitcoin

Warsh sendiri tidak secara eksplisit menjanjikan kenaikan bunga September. Ia menegaskan komitmennya pada disiplin kebijakan, bukan pada satu keputusan tertentu. Namun, ia mengatakan The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan jika tidak yakin inflasi bergerak menuju target dengan cukup jelas dan cepat.

Di Balik Odds Polymarket, The Fed Ternyata Sudah Pecah Suara

Perbedaan pandangan sebenarnya sudah terlihat dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terakhir.

Pada 29 Juli, The Fed mempertahankan federal funds rate di kisaran 3,50 –3,75 persen melalui voting 9-3. Tiga pejabat, yakni Beth Hammack, Neel Kashkari dan Lorie Logan, menolak keputusan tersebut dan memilih kenaikan 25 bps.

Di sisi lain, agresivitas The Fed masih dibatasi oleh kondisi pasar tenaga kerja. Non-farm payroll AS pada Juli berkurang 23.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran berada di 4,1%.

Kombinasi inilah yang membuat odds Polymarket terbelah. Inflasi yang masih tinggi memberi alasan bagi Fed untuk mengetatkan kebijakan, tetapi pelemahan penciptaan lapangan kerja meningkatkan risiko jika kenaikan bunga dilakukan terlalu agresif.

BACA JUGA:  Cuma 1 Persen Wallet yang Mendominasi Polymarket, Apa Artinya bagi Prediksi Pemilu AS?

Bitcoin Jadi Korban Saat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Kembali Menyala

Perubahan ekspektasi suku bunga tersebut turut menekan aset berisiko. Setelah pidato Warsh, yield obligasi AS naik dan dolar menguat, sementara pasar saham melemah. Bitcoin juga jatuh 3,34 persen ke sekitar US$77.413 pada perdagangan Jumat.

Tekanan terhadap kripto bukan tanpa alasan. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan daya tarik aset berbunga dan memperketat likuiditas, kondisi yang dapat mengurangi selera investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Kini perhatian beralih ke rapat FOMC pada 15–16 September. Dengan Polymarket memperlihatkan jarak yang sangat tipis antara skenario hold (tahan) dan kenaikan 25 bps, data inflasi dan ketenagakerjaan berikutnya berpotensi kembali membalikkan peta ekspektasi hanya dalam hitungan hari.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait