Industri pasar prediksi (prediction market) mencatat rekor baru pada Juli 2026 setelah gabungan volume transaksi Polymarket, Polymarket US dan Kalshi mencapai sekitar US$50,6 miliar.
Capaian tersebut menjadi volume bulanan tertinggi sepanjang sejarah industri dan sekaligus menandai perubahan peta persaingan, ketika Kalshi berhasil tampil sebagai pendorong utama pertumbuhan pasar, sementara volume Polymarket global justru mengalami penurunan.

Data industri menunjukkan Polymarket internasional membukukan volume sekitar US$7,9 miliar pada Juli, turun sekitar 26 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya, Polymarket US mencatat pertumbuhan sekitar 54 persen hingga menyentuh US$5 miliar.
Di saat yang sama, Kalshi mencatat lonjakan aktivitas yang membuat platform tersebut diperkirakan menguasai sebagian besar pangsa volume pasar prediksi di Amerika Serikat.
Rekor Industri Didorong Olahraga dan Ekspansi Pasar AS
Lonjakan volume transaksi secara keseluruhan dinilai tidak lepas dari tingginya minat terhadap kontrak prediksi bertema olahraga, terutama selama berlangsungnya Piala Dunia FIFA 2026. Selain itu, aktivitas perdagangan pada kontrak ekonomi makro, kebijakan moneter, hingga berbagai peristiwa politik juga ikut menopang pertumbuhan industri sepanjang Juli.
Perubahan terbesar terlihat pada Kalshi yang berhasil memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas basis penggunanya di AS. Platform yang beroperasi di bawah regulasi federal itu terus meningkatkan aktivitas perdagangan pada berbagai kategori kontrak, mulai dari olahraga hingga indikator ekonomi.
Sementara itu, pertumbuhan Polymarket US juga menjadi sorotan. Setelah memperluas operasinya di pasar AS melalui akuisisi bursa berlisensi, perusahaan tersebut mencatat kenaikan volume yang kuat.
Langkah itu turut diperkuat dengan perekrutan sejumlah mantan pejabat dari lembaga pemerintah dan perusahaan teknologi keuangan untuk memperkuat aspek kepatuhan regulasi.
Meski demikian, peningkatan aktivitas di Polymarket US belum mampu menutupi pelemahan pada platform internasional. Penurunan volume sebesar 26 persen menunjukkan bahwa dominasi Polymarket yang selama beberapa tahun terakhir identik dengan prediction market mulai mendapat tantangan serius dari rivalnya.
Perkembangan tersebut dipandang sebagai titik balik dalam industri pasar prediksi. Jika sebelumnya Polymarket menjadi nama yang paling dominan, kini pertumbuhan pasar semakin banyak ditopang oleh Kalshi, sehingga persaingan di antara keduanya memasuki babak baru.
Persaingan Polymarket dan Kalshi Memanas hingga Ranah Personal
Persaingan antara Polymarket dan Kalshi juga dilaporkan tidak lagi terbatas pada perebutan pangsa pasar. Berdasarkan laporan New York Post pada Jumat (31/7/2026), rivalitas kedua perusahaan kini berkembang menjadi konflik yang melibatkan hubungan pribadi para petinggi masing-masing.
Laporan tersebut menyebut hubungan antara CEO Polymarket, Shayne Coplan, dan CEO Kalshi, Tarek Mansour, semakin memanas seiring keberhasilan Kalshi melampaui Polymarket dalam volume transaksi maupun valuasi perusahaan.
Sejumlah sumber yang mengetahui kondisi internal kedua perusahaan mengatakan rivalitas itu telah berlangsung selama bertahun-tahun dan semakin intens dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut laporan tersebut, Coplan disebut frustrasi melihat pertumbuhan Kalshi yang terus berlanjut. Ia bahkan dikabarkan beberapa kali meluapkan emosinya di kantor setelah mengetahui pencapaian pesaingnya.
Di sisi lain, muncul pula tuduhan bahwa pihak Polymarket menyebarkan sejumlah rumor yang belum terbukti mengenai Mansour dan rekan Pendirinya, sementara Mansour disebut beberapa kali melakukan provokasi melalui strategi komunikasi dan media.
Kedua perusahaan sama-sama membantah telah menyebarkan rumor pribadi mengenai pihak lawan.
Ketegangan itu juga disebut meningkat setelah Donald Trump Jr. bergabung sebagai penasihat strategis Kalshi. Langkah tersebut dikabarkan memicu kekecewaan di internal Polymarket, mengingat Trump Jr. juga diketahui memiliki hubungan dengan Polymarket melalui investasi dari 1789 Capital.
Selain itu, Polymarket masih meyakini Kalshi memiliki keterkaitan dengan penyelidikan yang berujung pada penggerebekan apartemen Shayne Coplan oleh FBI pada 2024. Namun, Kalshi telah membantah tuduhan tersebut.
Di tengah rivalitas yang semakin tajam, industri pasar prediksi justru menunjukkan pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Rekor volume US$50,6 miliar pada Juli 2026 memperlihatkan bahwa pasar prediksi semakin berkembang sebagai salah satu segmen baru di industri keuangan digital, meski persaingan antar pemain utamanya diperkirakan akan semakin sengit dalam beberapa waktu ke depan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


