Polymarket Ungkap Prediksi Inflasi AS, Pasar Kripto Bersiap Hadapi CPI

Pasar kripto menghadapi salah satu agenda ekonomi penting pekan ini setelah pasar prediksi Polymarket menunjukkan ekspektasi terhadap inflasi AS menjelang rilis Consumer Price Index (CPI) Juli.

Data tersebut berpotensi memengaruhi pandangan investor terhadap langkah suku bunga The Fed, sekaligus menjadi katalis bagi Bitcoin dan aset berisiko lainnya.

Pasar memproyeksikan inflasi inti atau core CPI tahunan berada di sekitar 2,5 persen. Sementara itu, headline CPI diperkirakan berada di kisaran 3,4 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan 3,5 persen sebelumnya.

Angka di Polymarket menunjukkan ekspektasi pelaku prediction market atau pasar prediksi sebelum data inflasi resmi dirilis.

Prediksi Inflasi Polymarket Jadi Taruhan Baru Jelang CPI AS

Perhatian terhadap CPI meningkat setelah kondisi pasar tenaga kerja AS kembali mengubah ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Berdasarkan laporan Reuters pada Senin (10/8/2026), dolar AS berada di dekat level terendah dalam dua bulan ketika investor menunggu data inflasi untuk memperoleh petunjuk baru mengenai arah suku bunga The Fed.

Data ketenagakerjaan AS untuk Juli sebelumnya menunjukkan kehilangan 23.000 pekerjaan, disertai revisi turun terhadap angka bulan-bulan sebelumnya. Perkembangan tersebut membuat pasar mengurangi probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September menjadi sekitar 44 persen, dari sebelumnya 67 persen.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Bikin Pasar Salah Sangka? Pola Ini Justru Isyaratkan Lonjakan

Kendati demikian, inflasi masih menjadi persoalan penting bagi bank sentral AS. Sejumlah pejabat The Fed tetap membuka ruang pengetatan apabila tekanan harga bertahan, terutama setelah inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Juni berada di 3,7 persen, masih jauh dari target The Fed sebesar 2 persen.

Karena itu, hasil CPI Juli dapat kembali mengubah perhitungan pasar. Angka yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi memperkuat peluang kebijakan moneter ketat, sedangkan inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Reuters mencatat ekonom memperkirakan core CPI Juli naik 0,2 persen secara bulanan dan 2,5 persen secara tahunan. Selain CPI, investor juga akan menghadapi sejumlah data ekonomi AS lainnya sepanjang pekan, termasuk Producer Price Index (PPI) dan penjualan ritel.

Pergerakan pasar menjelang rilis tersebut sudah mulai terlihat. Dolar Index berada di sekitar 99,6 pada perdagangan Senin, dekat level terendah sejak 2 Juni. Pelemahan dolar berlangsung bersamaan dengan turunnya yield obligasi setelah laporan ketenagakerjaan AS mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Berpeluang Meledak, Data Inflasi AS Bawa Kabar Baik

CPI Jadi Ujian Berikutnya, Bitcoin dan Pasar Kripto Bersiap Hadapi Kejutan Pasar

Bagi pasar kripto, hasil inflasi AS menjadi penting karena perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi kondisi likuiditas dan minat investor terhadap aset berisiko.

Angka CPI yang lebih rendah dari perkiraan di Polymarket dan konsensus pasar dapat semakin meredakan ekspektasi pengetatan The Fed, sementara kejutan inflasi ke atas berpotensi menghasilkan reaksi sebaliknya.

Sensitivitas Bitcoin terhadap data tersebut telah terlihat dalam beberapa rilis sebelumnya. Pada 10 April 2026, Bitcoin naik menuju US$72.400 beberapa saat setelah core CPI Maret tercatat naik 0,2 persen secara bulanan, lebih rendah dari perkiraan 0,3 persen.

Reaksi sebaliknya terlihat sebulan kemudian. Ketika CPI April meningkat 0,6 persen secara bulanan dan 3,8 persen secara tahunan, lebih panas dari perkiraan pasar, Bitcoin berada di sekitar US$80.700 setelah laporan tersebut dan turun sekitar 1,2 persen dalam 24 jam. Yield obligasi AS tenor 10 tahun pada saat itu turut meningkat menjadi sekitar 4,44 persen.

BACA JUGA:  Era Baru Kripto? ARK Invest Prediksi Banyak Proyek dan Exchange Akan Tumbang

Pada Juni, Bitcoin kembali menunjukkan respons terhadap kejutan inflasi. Core CPI Mei naik 0,2 persen, lebih rendah dari proyeksi 0,3 persen, dan Bitcoin bergerak naik ke sekitar US$61.500 setelah data diumumkan.

Rangkaian pergerakan tersebut membuat prediksi yang terbentuk di Polymarket dapat menjadi salah satu indikator untuk mengukur ekspektasi sebelum data resmi keluar, meskipun tidak menentukan hasil CPI ataupun arah harga Bitcoin setelah pengumuman.

Pelaku pasar kini akan mencermati apakah CPI Juli sesuai dengan ekspektasi yang tercermin di Polymarket dan konsensus ekonom. Selisih antara angka aktual dan perkiraan berpotensi menjadi faktor utama yang menentukan reaksi dolar AS, yield obligasi, serta aset berisiko ketika laporan inflasi resmi dipublikasikan pekan ini.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait