Pool USDC di Aave Nyaris Terkunci Usai Peretasan KelpDAO, Circle Usulkan Langkah Ekstrem Ini

Pool likuiditas USDC di protokol pinjaman Aave dilaporkan nyaris terkunci setelah tingkat utilisasi melonjak hingga sekitar 99,87 persen, menyisakan kurang dari US$3 juta dari total pasokan sekitar US$1,89 miliar.

Kondisi ini terjadi beberapa hari setelah insiden peretasan yang melibatkan KelpDAO, yang memicu lonjakan tajam aktivitas peminjaman dan membuat sebagian besar dana di dalam pool tidak tersedia untuk penarikan. Situasi tersebut menciptakan tekanan likuiditas serius dan membatasi kemampuan pengguna untuk menarik dana mereka secara normal.

Peristiwa ini bermula dari eksploitasi KelpDAO pada 18 April 2026, yang kemudian berdampak langsung pada ekosistem DeFi yang lebih luas, termasuk Aave.

Dalam kejadian tersebut, pelaku memanfaatkan celah pada sistem untuk melakukan pinjaman dalam jumlah besar menggunakan aset yang bermasalah sebagai jaminan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Eksploitasi KelpDAO menciptakan lubang kerugian atau bad debt signifikan di Aave, yang diperkirakan mencapai antara US$177 juta hingga US$200 juta.

BACA JUGA:  Tak Cuma Retas Kripto, IT Korut Raup Rp16 Miliar/Bulan dari Cara Ini

Kondisi ini terjadi karena pelaku menggunakan rsETH yang tidak memiliki dukungan (backing) sebagai jaminan untuk meminjam aset lain seperti wETH. Karena jaminan tersebut tidak valid, posisi pinjaman tidak dapat dilikuidasi, sehingga menyisakan utang yang harus ditanggung oleh sistem.

Selain itu, redaksi sebelumnya juga menyoroti peretas KelpDAO yang telah mengonversi sebagian aset hasil eksploitasi ke Bitcoin setelah melalui beberapa tahap bridging dan swapping.

Dana awalnya dipindahkan dari jaringan Ethereum ke jaringan lain melalui protokol lintas jaringan, sebelum akhirnya ditukar menjadi BTC. Strategi ini dipilih karena Bitcoin dinilai lebih sulit dilacak dalam kondisi tertentu, terutama jika dikombinasikan dengan teknik mixing.

Lonjakan Pinjaman Picu Krisis Likuiditas

Dampak langsung dari eksploitasi KelpDAO terlihat pada lonjakan permintaan pinjaman di Aave, di mana pelaku pasar berusaha menarik likuiditas secepat mungkin. Kondisi ini menyebabkan hampir seluruh dana di pool USDC terserap ke dalam bentuk pinjaman, sehingga tingkat utilisasi mendekati 100 persen.

BACA JUGA:  Akuisisi BVNK, Mastercard Gaspol Masuk Dunia Stablecoin

Dalam situasi tersebut, pengguna yang ingin menarik dana menghadapi keterbatasan likuiditas, menciptakan kondisi yang menyerupai bank run dalam sistem keuangan tradisional.

Ekonom dari Circle, Gordon Liao, mengungkapkan bahwa model suku bunga yang ada saat ini tidak cukup responsif terhadap lonjakan permintaan dalam kondisi ekstrem.

“Model bunga saat ini tidak cukup kuat untuk mengembalikan keseimbangan likuiditas dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.

Ia menilai bahwa dalam situasi krisis, pelaku pasar cenderung tidak sensitif terhadap tingkat bunga karena tujuan utama mereka adalah mengakses likuiditas dengan cepat.

Circle Dorong Kenaikan Bunga hingga 48 Persen

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Circle mengusulkan langkah darurat berupa kenaikan batas maksimum suku bunga. Usulan tersebut mencakup peningkatan bunga dari sekitar 12,6 persen menjadi hingga 48,2 persen, dengan kemungkinan mencapai kisaran 50 persen.

BACA JUGA:  Harga XRP Melejit 2 Persen, Volatilitas Rendah Isyaratkan Pergerakan Besar

bunga aave

Selain itu, perubahan juga diusulkan pada parameter kurva bunga, termasuk penurunan tingkat utilisasi optimal agar sistem dapat merespons tekanan likuiditas dengan lebih agresif.

Langkah ini bertujuan untuk menarik likuiditas baru ke dalam pool USDC dengan menawarkan imbal hasil yang jauh lebih tinggi. Dengan insentif tersebut, penyedia likuiditas diharapkan terdorong untuk memasukkan dana mereka, sehingga rasio utilisasi dapat kembali turun dan fungsi penarikan dana kembali normal.

Pendekatan ini memanfaatkan mekanisme pasar untuk mengatasi ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan dana yang terjadi secara mendadak.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait