Kalau kamu mengikuti dunia investasi saham inovatif, nama Cathie Wood pasti sudah tidak asing. Ia adalah CEO dan Chief Investment Officer dari ARK Invest, sebuah perusahaan manajemen aset yang dikenal karena berani bertaruh pada teknologi disruptif, termasuk kripto. Salah satu ETF andalannya, ARK Innovation ETF (ARKK), menjadi cerminan paling jelas dari portofolio Cathie Wood.
Yang menarik, berdasarkan data holdings ARKK per 27 Maret 2026, setidaknya ada 6 perusahaan yang bergerak di sektor kripto yang masuk dalam daftar portofolio Cathie Wood. Siapa saja mereka?
BACA JUGA:Â Profil Michael Saylor: Kekayaan dan Portofolio Bitcoin-nya!
Portofolio Cathie Wood

Portofolio Cathie Wood menarik karena tidak fokus pada koin kripto, melainkan saham perusahaan yang membangun ekosistemnya. Pendekatan ini memberi gambaran bagaimana investor institusi membaca peluang jangka panjang di industri kripto. Jadi, saham apa saja yang masuk dalam portofolionya? Berikut adalah daftar lengkapnya!
BACA JUGA:Â 10 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia Kripto 2026
1. Coinbase Global Inc (COIN)
Coinbase adalah nama paling terkenal di industri kripto Amerika Serikat. Didirikan pada 2012 oleh Brian Armstrong dan Fred Ehrsam, Coinbase merupakan platform pertukaran kripto terdaftar pertama yang melantai di Nasdaq.
Jika kamu ingin membeli Bitcoin, Ethereum, atau aset kripto lainnya secara legal dan diawasi regulator di AS, Coinbase adalah salah satu tempat paling umum untuk melakukannya.
Cathie Wood dan ARK Invest sudah lama menjadi pemegang saham setia Coinbase. Sepanjang awal 2026, ARK beberapa kali membeli saham COIN di saat harga turun. Bahkan pada Februari 2026, ARK membelanjakan sekitar US$15,2 juta untuk menambah posisi di COIN setelah sahamnya turun tajam pasca laporan keuangan Q4 2025.
Coinbase juga bukan sekadar bursa biasa. Perusahaan ini menjadi kustodian untuk beberapa Spot Bitcoin ETF, yang menghasilkan pendapatan biaya yang stabil. ARK melihat posisi ini sebagai keunggulan kompetitif jangka panjang.
Saat ini, total porsi saham COIN di portofolio Cathie Wood di ARKK mencapai 4,46 persen dengan nilai sekitar US$ 262,7 juta.
2. Circle Internet Group Inc (CRCL)
Kalau kamu pernah mendengar istilah stablecoin, Circle adalah salah satu perusahaan paling penting di baliknya. Circle adalah penerbit USDC (USD Coin). Per awal 2026, USDC memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$78 miliar, menjadikannya stablecoin terbesar kedua di dunia setelah Tether.
Circle melantai di NYSE pada Juni 2025 dengan harga IPO US$31 per saham. Antusias investor begitu besar sehingga sahamnya langsung melonjak lebih dari 168 persen di hari pertama perdagangan. Kabar baiknya, ARK Invest sudah menyatakan minat membeli hingga US$150 juta saham Circle sejak sebelum IPO.
Bisnis Circle sangat bergantung pada pendapatan bunga dari cadangan USDC. Itu artinya, semakin tinggi suku bunga, semakin besar potensi pendapatannya.
Circle juga tengah mengembangkan Circle Payments Network (CPN), sebuah infrastruktur pembayaran lintas batas berbasis blockchain yang sudah menggaet lebih dari 50 mitra dan 500 lebih dalam antrean bergabung.
Dengan visi strategis tersebut, ARKK mempercayai CRCL dan berinvestasi senilai US$279,4 juta di dalamnya.
BACA JUGA:Â Begini Cara Tether Untung Rp160 Triliun dari Mencetak USDT!
3. Bullish (BLSH)
Bullish adalah nama yang mungkin belum terlalu familiar di kalangan investor ritel, tapi di dunia institusional kripto, nama ini sudah cukup dikenal. Bullish adalah platform perdagangan aset digital yang dirancang khusus untuk investor institusional seperti dana pensiun, hedge fund, dan bank besar yang membutuhkan likuiditas dalam dan sistem yang patuh regulasi.
Perusahaan ini melantai di NYSE dengan ticker BLSH pada Agustus 2025, meraih valuasi sekitar US$13 miliar saat IPO. Yang membuatnya unik, Bullish juga merupakan perusahaan induk dari CoinDesk, media kripto terkemuka di dunia. CEO-nya adalah Tom Farley, mantan presiden NYSE, yang membawa rekam jejak Wall Street ke dunia kripto.
ARK Invest, bersama BlackRock, sudah menunjukkan minat beli hingga US$200 juta saham Bullish sejak sebelum IPO. Sepanjang awal 2026, ARK bahkan sempat merotasi sebagian posisi Coinbase-nya ke Bullish dan kini memegang saham BLSH senilai US$152 juta.
4. Bitmine Immersion Technologies Inc (BMNR)
Bitmine Immersion Technologies adalah salah satu saham kripto paling unik di portofolio Cathie Wood. Perusahaan ini awalnya bergerak di bidang penambangan Bitcoin dengan operasi di Texas dan Trinidad, namun kemudian bertransformasi menjadi perusahaan treasury Ethereum terbesar di dunia.
Strategi Bitmine cukup berani, mereka menetapkan target memiliki 5 persen dari total pasokan ETH di dunia, sebuah filosofi yang mereka sebut “Alchemy of 5 persen.” Per akhir Maret 2026, Bitmine sudah menggenggam lebih dari 4,7 juta token ETH senilai sekitar US$9,6 miliar dan menjadikannya cadangan ETH terbesar secara global.
ARK Invest konsisten menjadi pemegang saham institusional Bitmine, bersama nama-nama besar lain seperti Founders Fund (milik Peter Thiel), Pantera Capital, Galaxy Digital, dan investor terkenal Thomas “Tom” Lee. Pada Februari 2026 saja, ARK membeli saham BMNR senilai sekitar US$6,3 juta di tengah penurunan pasar kripto dan kini total sahamnya mencapai US$124 juta.
5. Robinhood Markets Inc (HOOD)
Banyak orang mengenal Robinhood sebagai aplikasi trading saham tanpa komisi yang populer di kalangan investor muda Amerika. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, Robinhood telah berevolusi menjadi jauh lebih dari itu, ia kini menjadi salah satu platform kripto yang paling ambisius di industri.
Robinhood mengakuisisi WonderFi seharga US$180 juta untuk memperluas jangkauannya ke Kanada, lalu menutup deal akuisisi Bitstamp senilai US$200 juta untuk mendapatkan lisensi global dan akses ke buku order institusional. Robinhood juga tengah membangun blockchain Layer-2 sendiri berbasis Arbitrum untuk mendukung tokenisasi aset dunia nyata.
ARK Invest menjadikan Robinhood sebagai salah satu pembelian terbesar sepanjang 2026. Pada Februari 2026, ARK menggelontorkan lebih dari US$30 juta untuk membeli saham HOOD di tengah penurunan harga. Saat ini Robinhood masuk dalam 10 besar holding terbesar di ARKK dengan nilai saham mencapai US$260,2 juta.
BACA JUGA:Â 10 Aplikasi Beli Bitcoin di Indonesia Terbaik & Terpercaya 2026
6. Block Inc (XYZ)
Block Inc yang dulu dikenal sebagai Square adalah perusahaan fintech yang didirikan oleh Jack Dorsey, co-founder Twitter. Perusahaan ini sudah lama menjadi salah satu pendukung Bitcoin paling vokal di kalangan perusahaan publik.
Dorsey sendiri pernah menyatakan bahwa jika ia tidak mengerjakan proyek-proyek lainnya, ia akan fokus sepenuhnya pada Bitcoin.
Melalui Cash App, Block memungkinkan jutaan pengguna di AS untuk membeli, menjual, dan mentransfer Bitcoin. Melalui platform Square, lebih dari 4 juta merchant kini bisa menerima pembayaran Bitcoin langsung di kasir mereka via Lightning Network. Block juga mengembangkan Bitkey (dompet kripto penyimpanan mandiri) dan chip penambangan Bitcoin bernama Proto.
Pada Q4 2025, Block melaporkan pendapatan US$6,25 miliar dan laba kotor yang melonjak 24 persen secara tahunan menjadi US$2,87 miliar.
Seiring itu, Dorsey mengumumkan restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas 40 persen tenaga kerja untuk membangun Block menjadi mesin kripto yang lebih ramping dan efisien berbasis AI. Saham XYZ langsung melonjak lebih dari 23 persen setelah pengumuman ini.
ARK Invest secara konsisten memegang posisi di Block sebagai bagian dari tesis investasi kripto jangka panjangnya dengan nilai saham yang dipegang saat ini mencapai US$86,9 juta.
Apa yang Bisa Kamu Pelajari dari Portofolio Cathie Wood?
Melihat enam perusahaan kripto di atas, ada benang merah yang jelas dalam strategi investasi Cathie Wood, ia tidak sekadar membeli “koin kripto”, melainkan membeli saham perusahaan yang membangun infrastruktur ekosistem kripto, bursa, stablecoin, platform pembayaran, hingga treasury aset digital.
Pola lain yang bisa kamu perhatikan adalah strategi buy the dip (beli saat harga turun). Setiap kali pasar kripto bergejolak dan saham-saham ini jatuh, ARK justru menambah posisinya.
Tentu saja, ini bukan saran investasi. Dunia kripto sangat volatil dan berisiko tinggi. Tapi memahami apa yang dilihat oleh investor kelas dunia seperti Cathie Wood bisa jadi salah satu referensi menarik untuk memperluas wawasan investasi kamu.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



