6 Perusahaan Bitcoin di Portofolio Leopold Aschenbrenner yang Harus Kamu Tahu!

Leopold Aschenbrenner, mantan peneliti OpenAI yang dipecat di usia 22 tahun, kini mengelola dana investasi senilai lebih dari US$20 miliar dengan imbal hasil yang naik sekitar 270 persen sepanjang tahun 2026. Selain berinvestasi pada ekosistem AI, beberapa perusahaan Bitcoin juga masuk ke dalam portofolio Leopold Aschenbrenner. Penasaran ada perusahaan apa saja? Berikut adalah daftarnya!

BACA JUGA: Ini Daftar Perusahaan Kripto di Portofolio Jane Street Capital!

Siapa Itu Leopold Aschenbrenner?

Leopold Aschenbrenner adalah seorang peneliti kecerdasan buatan asal Jerman yang lahir pada tahun 2001 atau 2002. Ia adalah pendiri dan Chief Investment Officer (CIO) dari Situational Awareness LP, sebuah hedge fund yang berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam pengembangan teknologi AI.

Leopold dibesarkan di Jerman, ia pindah ke Amerika Serikat, dan berhasil lulus dari Columbia University sebagai mahasiswa terbaik (valedictorian) di usia 19 tahun dengan gelar di bidang ekonomi dan statistika matematika.

Setelah itu, ia bergabung dengan tim Superalignment di OpenAI yang bertugas memastikan sistem AI masa depan tetap aman dan terkendali.

Pada April 2024, OpenAI memecat Aschenbrenner di usia 22 tahun. Alasan resminya adalah dugaan kebocoran dokumen internal, namun Aschenbrenner sendiri menyebut alasan sebenarnya adalah sebuah memo yang ia tulis kepada dewan direksi OpenAI, yang isinya memperingatkan bahwa perusahaan belum cukup siap menghadapi ancaman spionase dari Tiongkok terhadap riset AI mereka.

Dua bulan setelah dipecat, ia menerbitkan sebuah esai setebal 165 halaman berjudul “Situational Awareness: The Decade Ahead” yang viral di Silicon Valley, Washington, dan Wall Street.

Argumen utamanya sederhana, menurut Leopold model-model AI bisa menjadi mampu melakukan pekerjaan para peneliti AI itu sendiri sekitar tahun 2027 dan jika itu terjadi, jalan menuju Artificial General Intelligence (AGI) akan semakin singkat.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Singapura Beraksi Lagi, Kali Ini Hyperliquid Sasarannya!

Dana yang Lahir dari Sebuah Manifesto

Bermodal reputasi dari esainya, Aschenbrenner mendirikan hedge fund bernama Situational Awareness LP pada akhir 2024. Investor awalnya termasuk Patrick dan John Collison (pendiri Stripe), mantan CEO GitHub Nat Friedman, dan co-founder Safe Superintelligence Daniel Gross. Modal minimum untuk masuk ke fund ini adalah US$25 juta, dengan periode penguncian dua tahun.

Hasilnya? Dana ini berhasil membukukan imbal hasil lebih dari 1.000 persen sejak diluncurkan, dan sekitar 270 persen sepanjang tahun 2026 hingga Mei. Sementara itu, portofolionya yang bisa dilacak publik telah naik 96 persen hanya dalam empat bulan terakhir. Angka ini jauh melampaui rata-rata hedge fund mana pun di kelasnya.

Melalui penempatan posisi yang sangat agresif dan terkonsentrasi, Aschenbrenner berhasil menumbuhkan portofolio publik dana tersebut dari baseline US$225 juta pada akhir 2024 menjadi US$13,7 miliar pada pertengahan 2026.

Yang membuat strateginya unik adalah cara berpikirnya yang berlawanan dengan arus. Sementara sebagian besar pasar memburu saham-saham AI seperti Nvidia, Aschenbrenner justru membeli apa yang “memberi makan” Nvidia yaitu listrik, pusat data, dan infrastruktur fisik yang dibutuhkan AI untuk bisa berjalan.

Mengapa Penambang Bitcoin Masuk dalam Portofolionya?

Salah satu bagian paling menarik dari strategi Aschenbrenner adalah taruhan besar pada saham-saham penambang Bitcoin. Bagi kebanyakan orang, ini terdengar aneh, tapi Leopold punya alasan yang kuat.

Aschenbrenner membeli saham penambang crypto bukan karena ia bullish terhadap Bitcoin, melainkan karena para penambang duduk di atas infrastruktur listrik yang sudah terhubung ke jaringan.

Sambil menunggu antrian koneksi jaringan listrik yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, perusahaan AI butuh alternatif, dan para penambang Bitcoin punya jawabannya.

Melansir laman Forklog, strategi ini terbukti efektif, Core Scientific yang dulunya murni penambang Bitcoin kini sudah mengonversi sebagian fasilitasnya menjadi pusat data AI, dan menjadi katalis yang membuktikan bahwa tesis Aschenbrenner benar.

Melansir akun X Leopold Stock Tracker (akun yang dikelola oleh aplikasi investasi Autopilot), berikut adalah 6 perusahaan Bitcoin yang ada di portofolio Leopold Aschenbrenner, beserta penjelasannya:

BACA JUGA: Cara Mining Bitcoin untuk Pemula: Ikuti Panduan Praktis Ini!

1. Core Scientific (CORZ)

Core Scientific memegang posisi terbesar di antara semua saham Bitcoin miners dalam portofolio Leopold Aschenbrenner, dengan alokasi sekitar 5,9 persen.

Core Scientific kini mendefinisikan dirinya sebagai pemimpin dalam merancang, membangun, dan mengoperasikan pusat data skala besar untuk layanan kolokasi berkepadatan tinggi yang melayani beban kerja AI.

Transformasinya luar biasa, dari penambang Bitcoin murni menjadi perusahaan infrastruktur AI yang sudah punya pelanggan nyata.

Core Scientific sudah mulai “memungut sewa” dari CoreWeave, perusahaan cloud GPU terbesar, dengan menyediakan 243 MW kapasitas komputasi hingga Q1 2026. Perjanjian ini bernilai lebih dari US$10 miliar secara total, dan perusahaan meningkatkan target margin kas kotor proyeknya menjadi 80–85 persen.

Melansir laman The Block, Core Scientific bahkan terus ekspansi dengan mengakuisisi penambang Bitcoin bernama Polaris senilai US$421 juta untuk memperluas kampus pusat data AI-nya di Oklahoma.

2. Iris Energy / IREN (IREN)

Dengan alokasi sekitar 4,3 persen di portofolio Aschenbrenner, IREN menjadi taruhan menarik kedua di segmen penambang Bitcoin.

IREN Limited (sebelumnya Iris Energy) adalah perusahaan penambangan Bitcoin global dan infrastruktur digital yang ditenagai 100 persen energi terbarukan.

Di pertengahan 2026, IREN dipandang sebagai operator infrastruktur digital dan AI generasi berikutnya, dengan nilai kapitalisasi pasar yang mencerminkan transisi agresifnya dari penambangan Bitcoin tradisional ke infrastruktur AI.

Selama kuartal ketiga fiskal 2026, pendapatan layanan AI cloud IREN melonjak 94,2 persen secara berurutan menjadi US$33,6 juta. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya penerapan GPU dan naiknya permintaan pelanggan atas infrastruktur AI.

Melansir laman BingX, IREN telah mengamankan lebih dari 4,5 gigawatt kapasitas daya dan berencana memasang sekitar 140.000 GPU pada akhir 2026.

BACA JUGA:  Kenalan dengan Bitcoin Premium Income ETF dari BlackRock

3. Applied Digital (APLD)

Applied Digital menempati alokasi sekitar 4,0 persen dalam portofolio Aschenbrenner, dan kisah transformasinya mungkin yang paling dramatik.

Identitas Applied Digital di 2026 sangat berbeda dari asal-usulnya. Meskipun perusahaan masih mempertahankan bisnis hosting pusat data warisan untuk penambang Bitcoin, valuasinya kini hampir seluruhnya didorong oleh segmen HPC Hosting-nya.

Applied Digital memiliki portofolio pusat data 1,7 GW di empat lokasi, 109 MW yang sudah beroperasi, 900 MW dalam pengembangan, dan 700 MW dalam pipeline.

Perusahaan juga menandatangani sewa sekitar 15 tahun dengan hyperscaler dari AS untuk 200 MW kapasitas AI dan HPC di kampus Delta Forge 1, yang diharapkan menghasilkan sekitar US$5 miliar pendapatan.

Melansir laman SEC.gov, pada Juni 2026, Applied Digital bahkan mengumumkan penawaran surat utang senior senilai US$1,59 miliar untuk mendanai pembangunan gedung keempat di kampus Polaris Forge 1.

4. Riot Platforms (RIOT)

Dengan alokasi sekitar 2,3 persen, Riot Platforms adalah nama paling “tradisional” di daftar penambang Bitcoin dalam portofolio Leopold Aschenbrenner.

Riot Platforms adalah salah satu operator penambangan Bitcoin terbesar berbasis di AS, dengan fasilitas utama di Texas (Rockdale dan Corsicana) dan Kentucky. Perusahaan mengontrol sekitar 1,7 GW kapasitas daya di seluruh lokasinya.

Dipimpin oleh CEO Jason Les, Riot telah berkembang menjadi salah satu operasi penambangan Bitcoin yang paling besar dan terintegrasi secara vertikal di Amerika Serikat. Per Mei 2026, Riot memegang sekitar 15.680 Bitcoin dalam kas perusahaannya.

Melansir laman MEXC, Riot baru saja melaporkan tahun keuangan terbaik dalam sejarah perusahaannya, dengan pendapatan naik 72 persen dan 5.686 Bitcoin berhasil ditambang.

Sementara itu, aktivis pemegang saham Starboard Value secara terbuka menilai potensi pivot AI Riot bisa bernilai hingga US$21 miliar.

BACA JUGA: Siapa Raja Bitcoin 2026? Ini Perbandingan Performa MSTR, BlackRock hingga Metaplanet!

5. CleanSpark (CLSK)

CleanSpark menempati alokasi sekitar 1,4 persen dalam portofolio Leopold Aschenbrenner, dan ia dikenal karena pendekatan operasionalnya yang disiplin dan efisien.

CleanSpark melaporkan peningkatan signifikan dalam produksi Bitcoin sepanjang 2026, dengan hashrate operasional mencapai 50,0 EH/s pada akhir Maret 2026. Perusahaan juga memiliki kontrak daya sebesar 1,8 GW yang mendukung operasi penambangannya.

CEO CleanSpark Matt Schultz menjelaskan bahwa dengan 1,8 gigawatt di bawah kontrak, perusahaan sedang membangun platform infrastruktur AI multi-gigawatt yang diyakini akan mendefinisikan babak berikutnya dari perusahaan.

Melansir laman PRNewswire, pada Februari 2026, CleanSpark menutup akuisisi kampus Texas kedua mereka dengan menambahkan 300 megawatt kapasitas yang disetujui ERCOT ke dalam portofolio infrastruktur mereka.

6. Bitdeer (BTDR)

Bitdeer menempati alokasi sekitar 0,8 persen dalam portofolio Leopold Aschenbrenner, namun ia punya keunikan yang tidak dimiliki kompetitor lain, Bitdeer tidak hanya menambang Bitcoin, tapi juga memproduksi chip ASIC-nya sendiri.

Bitdeer menawarkan eksposur beragam terhadap model bisnis penambangan Bitcoin yang diperkuat oleh divisi manufaktur ASIC yang terus berkembang. Perusahaan ini juga memiliki unit AI/HPC dengan platform layanan cloud yang sudah aktif dan pipeline daya yang kuat.

Pada Maret 2026, bisnis AI cloud Bitdeer mencapai sekitar US$43 juta dalam Annual Recurring Revenue (ARR), melonjak 105 persen hanya dalam satu bulan. Sementara itu, operasi penambangan Bitcoin-nya mencapai sekitar 70 EH/s, meningkat 504 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Melansir laman SEC.gov, pada Mei 2026, Bitdeer melaporkan kapasitas energi global sebesar 3,0 GW, dengan hashrate self-mining mencapai 70,2 EH/s dan ARR AI Cloud sekitar US$69 juta.

BACA JUGA:  Siapa Raja Bitcoin 2026? Ini Perbandingan Performa MSTR, BlackRock hingga Metaplanet!

Apakah Portofolio Leopold Aschenbrenner Bisa Menjadi Inspirasi Investasimu Sendiri?

Kisah Leopold Aschenbrenner adalah pengingat bahwa di era teknologi yang bergerak cepat seperti sekarang, memahami tren lebih awal dari yang lain bisa menjadi keunggulan terbesar seorang investor.

Enam perusahaan Bitcoin dalam portofolionya bukan sekadar perusahaan tambang kripto biasa mereka adalah node infrastruktur dari revolusi AI yang sedang berlangsung.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait