Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis menilai bahwa peluang bullish Bitcoin ke depan semakin terbuka lebar.
Saat artikel ini disusun, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$87.924, turun sekitar 0,91 persen dalam 24 jam terakhir, dengan open interest mencapai US$55,25 miliar.
Meskipun pergerakan harga jangka pendek menunjukkan fluktuasi, sejumlah indikator teknikal dan pandangan analis mengarah pada skenario penguatan yang dinilai menjanjikan pada fase berikutnya, khususnya menuju 2026.
Menurut peta teknikal yang dianalisis oleh Cobra Vanguard pada Senin (29/12/2025), pada timeframe 4 jam, Bitcoin terlihat membentuk pola ascending triangle, yang secara historis dikenal sebagai salah satu pola teknikal bernuansa bullish.

Pola ini menampilkan garis resistance yang relatif datar di bagian atas, sementara garis tren di bagian bawah terus menanjak dan membentuk serangkaian higher low.
Struktur tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli terus meningkat, sementara pasar dinilai menahan momentum jual. Jika pola ini terkonfirmasi dengan breakout yang kuat, analis menilai ruang kenaikan dapat terbuka lebih lebar dan memperkuat narasi bullish Bitcoin.
Struktur Teknikal Beri Sinyal Bullish BitcoinÂ
Bitcoin saat ini bergerak di dalam pola teknikal yang dinilai potensial untuk menghasilkan pergerakan lanjutan ke atas. Resistance terdekat diperkirakan berada di sekitar area US$89.000 hingga US$90.000.
Selama Bitcoin masih bertahan di atas garis tren naik tersebut, struktur pasar Bitcoin dinilai tetap mencerminkan kecenderungan bullish. Jika terjadi penembusan resistance dengan dukungan volume dan candle bullish yang jelas, Bitcoin berpeluang melanjutkan kenaikan dengan proyeksi target yang dihitung menggunakan pola AB = CD.
Berdasarkan pemetaan tersebut, potensi kenaikan dimungkinkan menuju area sekitar US$94.000 hingga US$95.000.
Namun, jika breakout tidak terjadi dalam waktu dekat, skenario lain yang dipertimbangkan adalah kemungkinan koreksi kembali menguji area bawah pola sebelum melanjutkan penguatan. Dengan demikian, pergerakan Bitcoin saat ini masih sangat bergantung pada respons pasar terhadap area resistance kunci yang sedang diuji.
Meski begitu, secara keseluruhan struktur teknikal tersebut tetap dipandang mendukung potensi bullish Bitcoin, selama tidak terjadi penurunan signifikan di bawah garis tren utama.
Reli Utama Diprediksi Terjadi pada 2026
Selain faktor teknikal jangka pendek, pandangan makro juga mulai diarahkan pada fase lebih panjang. Menurut analisis Crypto Rover pada hari Selasa (30/12/2025), meskipun Bitcoin masih memperlihatkan fluktuasi dalam jangka dekat, reli besar justru diperkirakan baru akan terjadi pada tahun 2026.

Rover menyebut bahwa kemungkinan besar Bitcoin akan membentuk pola Cup and Handle, sebuah pola yang sebelumnya pernah mendorong lonjakan signifikan pada harga perak setelah terbentuk sempurna.
Jika skenario serupa terjadi, pola tersebut berpotensi memperkuat momentum bullish Bitcoin dan membuka ruang kenaikan yang jauh lebih besar pada periode tersebut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



