Kemenangan Prancis atas Senegal di laga perdana Grup I Piala Dunia 2026 pada Rabu (17/06/2026) dini hari bukan hanya menjadi sorotan pecinta sepak bola. Di balik kemenangan 3-1, pasar prediksi kripto Polymarket juga dipenuhi drama setelah sejumlah trader mengalami kerugian.
Di sisi lain, hasil pertandingan ini justru menjadi ladang cuan bagi trader yang mengambil posisi tepat. Sejumlah akun tercatat meraup keuntungan miliaran rupiah, memperlihatkan bagaimana satu laga sepak bola mampu menggerakkan jutaan dolar di pasar prediksi.
Prancis Awali Piala Dunia 2026 dengan KemenanganÂ
Pertandingan yang berlangsung di New York New Jersey Stadium sempat berjalan lebih sulit dari perkiraan. Senegal tampil lebih agresif sejak menit awal dan beberapa kali mengancam gawang Mike Maignan melalui Nicolas Jackson dan Ismaila Sarr.
Bahkan, Jackson sempat menjebol gawang Prancis sebelum gol tersebut dianulir karena posisi offside. Situasi itu membuat Les Bleus terlihat berada di bawah tekanan pada babak pertama, mengingat Senegal tampil lebih berani pada laga perdana Grup I Pildun 2026.
Namun, keadaan berubah total selepas jeda. Prancis meningkatkan intensitas serangan hingga akhirnya Kylian Mbappe memecah kebuntuan pada menit ke-66 setelah menerima umpan Michael Olise dan menaklukkan Edouard Mendy.
Bradley Barcola kemudian mencetak gol pada menit ke-82 sebelum Ibrahim Mbaye sempat memperkecil ketertinggalan Senegal di masa injury time. Sayangnya, harapan pupus ketika Mbappe mencetak gol keduanya hanya beberapa detik berselang.

Brace tersebut membuat sang kapten resmi menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Prancis dengan koleksi 58 gol. Mbappe kini juga semakin dekat dengan rekor 16 gol Piala Dunia milik Miroslav Klose setelah telah mengoleksi 14 gol.
Menariknya, kemenangan Prancis terjadi sehari setelah kandidat juara lainnya, Spanyol, hanya mampu bermain imbang melawan Cabo Verde. Hasil itu membuat Les Bleus mengirim pesan kuat bahwa mereka kembali menjadi salah satu favorit juara Piala Dunia 2026.
Pasar Prediksi Memanas, Miliaran Rupiah Dipertaruhkan
Di luar lapangan hijau, pertandingan ini juga memicu aktivitas besar di Polymarket. Total volume taruhan untuk laga Prancis kontra Senegal mencapai US$43,56 juta, menunjukkan tingginya minat komunitas terhadap pasar prediksi olahraga.
Namun, hasil akhir pertandingan menjadi mimpi buruk bagi trader yang mengambil posisi berlawanan dengan hasil pertandingan. Akun weatherman12 menjadi pihak yang mengalami kerugian terbesar setelah merugi US$679.997,85 atau setara Rp12 miliar.

Kerugian besar dari laga Prancis melawan Senegal pada Piala Dunia 2026 juga dialami BreakTheBank yang kehilangan US$262.861,96, disusul swisstony sebesar US$224.827,86, 0xd0ad sebesar US$152.999,62.
Meski demikian, selalu ada trader Polymarket yang tersenyum di balik hasil tersebut. Akun Latina menjadi peraih keuntungan terbesar dengan laba US$445.928,94, sementara suntori mengantongi US$130.089,51 dan BruceWayne77 membawa pulang sekitar US$65.100.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa pasar prediksi menawarkan potensi keuntungan besar seiring tingginya antusiasme terhadap Pildun 2026. Namun, di balik peluang tersebut, risiko kerugian juga dapat terjadi hanya dari hasil satu pertandingan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


