Kabar membanggakan datang dari pemain tim nasional Indonesia, Pratama Arhan. Di tengah kesibukannya sebagai atlet, ia menuntaskan sidang skripsi dan kini tinggal selangkah lagi meraih gelar sarjana, sebagaimana dikutip dari laporan Kompas pada Kamis (02/04/2026).
Menariknya, pencapaian ini bukan sekadar tentang kelulusan akademik atau sosok publik yang menuntaskan skripsi, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari sejarah baru di dunia pendidikan Indonesia.
Arhan Tuntaskan Skripsi di Tengah Karier Sepak Bola
Arhan menjalani sidang skripsi di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, pada Kamis (02/04/2026). Saat ini, ia juga aktif sebagai pemain klub Bangkok United, sehingga keberhasilannya menyeimbangkan karier dan akademik menjadi sorotan tersendiri.
Ia mengaku sempat merasa tegang sebelum sidang skripsi dimulai. Namun, rasa gugup tersebut perlahan berubah menjadi lega setelah dinyatakan lulus dengan revisi.
“Sebelum mulai sempat deg-degan, tapi sekarang sudah selesai dan saya sangat senang, lega banget rasanya. Diumumkan lulus dengan revisi, dan revisi ini akan saya kerjakan secepatnya. Harapannya bisa wisuda tahun ini,” ujar Arhan.
Dalam skripsinya, Arhan mengangkat topik strategi pemasaran sepatu bola. Judul yang diambil adalah “Peran Brand Ambassador, Social Media Marketing, dan Brand Familiarity dalam Meningkatkan Penjualan pada Sepatu Sepak Bola Mizuno.”
Topik ini dinilai relevan dengan posisinya sebagai figur publik di dunia olahraga. Pengalaman langsung di lapangan menjadi nilai tambah dalam menyusun analisis yang lebih aplikatif dan kontekstual.
Pendidikan Jadi Bekal, Arhan Siap Lanjut ke S-2
Bagi Arhan, pendidikan bukan sekadar formalitas untuk mendapatkan ijazah, melainkan bekal penting untuk masa depan. Ia menyadari bahwa karier sebagai atlet memiliki batas waktu, sehingga perlu persiapan untuk fase berikutnya.
“Bekal pendidikan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin. Bahkan, saya sudah berencana mengambil beasiswa S-2 yang diberikan oleh Udinus. Rencananya saya akan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi,” ungkapnya.
Pihak kampus pun mengapresiasi dedikasi Arhan. Dosen pembimbingnya menyebut bahwa Arhan mampu mempertahankan hasil penelitian dengan baik di hadapan penguji, meskipun revisi tetap menjadi bagian wajar dalam proses akademik.
Dengan dukungan dari kampus, Arhan diharapkan dapat segera menyelesaikan revisinya dan mengikuti prosesi wisuda sesuai jadwal yang direncanakan.
Ijazah Blockchain, Inovasi Baru yang Siap Cetak Sejarah
Tak hanya soal kelulusan, sorotan utama juga tertuju pada inovasi yang disiapkan oleh Udinus. Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, mengungkapkan bahwa Arhan diproyeksikan menjadi bagian dari lulusan pertama yang menggunakan sistem ijazah berbasis blockchain.
Kampus Ini Jadi yang Pertama Terapkan Ijazah Berbasis Blockchain di Indonesia
Teknologi ini menghadirkan pendekatan baru dalam dunia pendidikan. Ijazah tidak lagi sekadar dokumen fisik, tetapi juga memiliki rekam jejak digital yang lebih aman dan transparan lewat teknologi blockchain.
“Dengan teknologi blockchain, ijazah lulusan Udinus tidak hanya sekadar lembaran kertas, tetapi juga memiliki rekam jejak digital yang transparan, aman, dan juga tidak dapat diubah,” jelas Pulung.
Langkah ini menandai transformasi digital di sektor pendidikan tinggi Indonesia. Jika terealisasi, Arhan tidak hanya lulus sebagai sarjana, tetapi juga menjadi bagian dari generasi awal yang membawa perubahan dalam sistem akademik Indonesia.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



