Prediksi Harga Bitcoin di Uptober: Citi Kini Bidik US$113.000

Uptober baru memasuki hari-hari awal, tetapi prediksi harga Bitcoin dari Citigroup sudah mendapat revisi besar.

Dalam catatan tertanggal 30 September yang dilaporkan Reuters, bank investasi tersebut menaikkan target harga BTC 12 bulan menjadi US$113.000 dari sebelumnya US$82.000, atau naik sekitar 37,8 persen.

Citi menyebut aktivitas pasar kripto yang lebih kuat, latar makroekonomi yang lebih mendukung, serta kembalinya arus masuk ke exchange-traded fund (ETF) sebagai alasan utama.

Bank itu juga memperkirakan arus dana ke kripto dapat mencapai sekitar US$5 miliar selama 12 bulan ke depan, meski berlangsung lebih lambat dan stabil seiring penasihat keuangan serta broker meningkatkan alokasi ke Bitcoin.

Citi Berubah Arah dari Juli

Revisi prediksi harga Bitcoin ini terasa lebih penting jika dibandingkan dengan posisi Citi beberapa bulan lalu. Dalam Midyear 2026 Outlook Citi Research pada 15 Juli, tim Digital Assets Citi justru menyoroti melemahnya selera risiko investor dan minimnya kemajuan regulasi di Kongres AS.

BACA JUGA:  Kenalan dengan Lazarus Group, Hacker yang Diduga Retas Bitget

“Arus dana Bitcoin ETF mengecewakan karena minat risiko investor dan kemajuan di Kongres masih minim.,” tulis Citi saat itu.

Kini, salah satu faktor yang berubah adalah skala keterlibatan institusional. Data resmi iShares Bitcoin Trust ETF (IBIT) menunjukkan produk BlackRock tersebut telah mengelola aset bernilai puluhan miliar dolar dengan lebih dari 1,4 miliar saham beredar pada akhir September.

IBIT 2 okt

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Bitcoin Bertahan di Tengah The Fed yang Hawkish

Perubahan prediksi harga Bitcoin Citi juga datang setelah BTC menunjukkan ketahanan terhadap kondisi moneter yang lebih ketat. The Fed pada 16 September menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke rentang 3,75-4 persen, sambil menegaskan inflasi masih tinggi.

Namun, dalam podcast Research Citi yang diterbitkan 22 September, Head of Global Quant Macro Strategy Citi Alex Saunders menyoroti bahwa Bitcoin tetap reli meski The Fed hawkish dan CLARITY Act gagal maju di Senat. Ia juga mengaitkan penguatan tersebut dengan Treasury buyback yang sebelumnya memberi dorongan bagi emas dan Bitcoin.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 10 September 2026: VVV, ATOM, PEPE, PONS, NEAR Mulai Unjuk Gigi, Reli Belum Selesai?

Obligasi AS memang telah meningkatkan ukuran operasi liquidity-support buyback untuk obligasi jangka panjang dari maksimum US$2 miliar menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi mulai 9 September. Citi melihat perubahan likuiditas tersebut sebagai salah satu elemen yang membantu narasi Bitcoin.

“Strategi trend-following bekerja sangat baik di pasar kripto,” ujar Saunders.

Regulasi Tetap Bergerak Meski CLARITY Act Tersendat

Faktor lain yang menopang prediksi harga Bitcoin adalah perkembangan regulasi. Setelah CLARITY Act gagal maju, SEC pada 17 September meluncurkan Innovation Exemption yang memberikan keringanan sementara bagi sejumlah venue untuk memfasilitasi perdagangan saham yang ditokenisasi secara on-chain.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa meski jalur legislasi menghadapi hambatan, proses rulemaking kripto di AS belum berhenti. Citi sebelumnya menilai perkembangan aturan SEC setelah kegagalan CLARITY ikut menghasilkan minat baru terhadap pasar kripto.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 1 Oktober 2026: NEAR, WOO, ZRO, ICP, PENGU Mulai Panaskan Mesin, Siapa Paling Siap Ngebut?

Uptober Masih Punya Ujian Besar

Meski demikian, target US$113.000 bukanlah prediksi harga Bitcoin untuk bulan Oktober, melainkan proyeksi 12 bulan. Uptober sendiri akan langsung menghadapi ujian makro pada 2 Oktober, ketika Bureau of Labor Statistics AS merilis laporan ketenagakerjaan September.

Data tenaga kerja akan menjadi penting karena kekuatan ekonomi dapat memengaruhi langkah suku bunga The Fed berikutnya. Dengan demikian, revisi Citi memberi bahan bakar baru bagi optimisme Uptober, tetapi jalur menuju US$113.000 masih bergantung pada arus ETF, likuiditas, regulasi dan arah kebijakan moneter AS.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait