Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini: Sasaran Berikutnya Jika Gagal di Atas US$21 Ribu hingga Argumen Bear Market Telah Usai

Prediksi harga Bitcoin hari ini menjadi kian menarik setelah semalam mengalami koreksi saat indeks dolar AS menanjak, bersama dengan naiknya suku bunga bank sentral Eropa (ECB) sesuai ekspektasi.

Sejak tujuh hari lalu, harga BTC mulai mencoba pulih hingga menembus US$20.000. Namun, kenaikan suku bunga ECB kemarin membawa gelombang jual ke pasar kripto, BTC kembali merosot.

Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini 

Pergerakan berbalik semalam tentu membawa pertanyaan besar di antara investor ritel, apakah harga akan kembali jatuh atau tidak.

Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini

Berdasarkan laporan Crypto Potato, grafik harga BTC time frame harian (daily) di atas melihat adanya peluang bullish yang coba dibangun setelah menembus indikator DMA ( (Displaced Moving average) 50.

Saat ini, harga tengah berjuang untuk menembus DMA100, yang jika berhasil akan berpotensi melesat ke US$24.000 tanpa halangan berarti.

Level US$24.000 adalah resistance jangka menengah, yang akan bertandem dengan DMA200 untuk mengonfirmasi tren selanjutnya jikalau harga mampu mencapainya.

Harga BTC

Namun, pada grafik time frame 4 jam, indikator RSI menunjukkan harga sudah dalam wilayah “overbought,” sehingga peluang jual yang besar dapat masuk ke pasar.

Jika harga gagal melesat di atas US$21.000 dan jatuh di bawah support level US$20.000, maka sasaran berikutnya untuk jatuh adalah titik support utama sebelumnya, di US$18.000.

Argumen Bear Market Telah Usai

Selain analisis teknikal harian di atas, lingkup teknis yang lebih lebar rentang waktunya juga menunjukkan tiga argumen bear market akan segera usai, dilansir dari Beincrypto.

Siklus Bearish Sebelumnya

Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini

Pada dua siklus bearish sebelumnya, harga BTC mengalami depresiasi sekitar 86 persen (siklus 2014) dan 84 persen (siklus 2018).

Sementara, siklus 2022 “masih” di kisaran 74,5 persen, yang menandakan adanya peluang untuk penurunan lebih lanjut jika berkiblat pada siklus sebelumnya.

Jika siklus 2022 akan turun hingga kurang lebih 85 persen, maka US$10.000 adalah titik tuju dari penurunan sebelum bear market benar-benar usai.

Fraktal Tanpa Lower Low

Harga BTC

Sekadar informasi, fraktal adalah pergerakan berulang yang biasa terjadi secara alami di alam semesta, begitu pula di pergerakan harga suatu aset dan sudah sejak lama digunakan oleh para analis teknikal untuk strategi investasi dan perdagangan (trading).

Pada dua siklus bearish sebelumnya, ada pergerakan fraktal tanpa lower low yang bertindak sebagai titik bottom, alias terendah, sebelum reli berlanjut.

Di siklus 2022, fraktal serupa tampak sudah terbentuk, sehingga ini dapat menjadi argumen bear market telah usai.

Tanda dari Indikator Ultimate Oscillator

Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini

Untuk argumen terakhir, kondisi harga saat ini telah menyerupai kondisi tiga siklus bearish sebelumnya, yang berakhir saat indikator Ultimate Oscillator mencapai wilayah oversold.

Itu menandakan, argumen bear market telah usai kian kuat dari sini, sehingga tinggal menunggu perkembangan dari sentimen global saja untuk mempertegas peluang tersebut. Mari kita saksikan. [st]

 

 

 

 

Terkini

Warta Korporat

Terkait