Pergerakan harga Bitcoin terbaru membuat banyak investor dan trader cemas. BTC telah menembus level psikologis penting US$100.000 dan kini diperdagangkan di kisaran US$97.000–US$99.000.
Pertanyaannya, apakah harga Bitcoin hari ini akan terus melanjutkan tren penurunan, atau justru memasuki fase akumulasi kuat sebelum memulai bull run berikutnya?
Bitcoin Bisa Tersungkur ke US$95.000 Sebelum Bull Run
Berdasarkan analisis harga Bitcoin terbaru yang dibagikan oleh Crypto Cove pada Jumat (14/11/2025), harga BTC saat ini bergerak dalam pola falling wedge jangka menengah.
Pola ini terbentuk dari rangkaian lower highs dan lower lows sejak Oktober, namun tekanan jual mulai melemah saat mendekati area dasar wedge. Secara historis, pola ini sering memicu pembalikan bullish, tetapi tetap membutuhkan konfirmasi kuat.
“Jika harga memantul dari zona ini, kita bisa mengharapkan terjadinya breakout dari wedge pada minggu depan, tetapi kita tetap membutuhkan konfirmasi yang kuat sebelum mengambil posisi,” jelasnya.

Zona US$97.000–US$95.000 menjadi support yang diperkuat oleh beberapa pantulan dan garis wedge bagian bawah. Ia menilai BTC masih berpotensi turun hingga US$95.000 sebelum menemukan kuat, menjadikan area tersebut area retest penting.
Jika harga memantul dari zona support tersebut, peluang terjadinya bullish reversal meningkat. Biasanya, BTC akan membentuk higher low kecil sebelum menguji resistance trendline atas wedge, yang kini berada di area US$104.000–US$107.000.
Dalam skenario bullish BTC, target kenaikan jangka menengah berada di US$115.000 hingga US$120.000. Namun analis menegaskan bahwa validasi sinyal tetap wajib, karena tanpa konfirmasi BTC bisa kembali terjebak dalam konsolidasi di dalam wedge.
URPD Soroti Risiko Koreksi dan Validasi Tren BTC
Analisis Crypto Cove diperkuat oleh data URPD yang dibagikan Ali Martinez. Keduanya sama-sama menyoroti zona US$97.000–US$95.000 sebagai level pendukung utama yang menahan tekanan jual dalam beberapa hari terakhir.
Konsentrasi aktivitas beli di area tersebut menjadi alasan mengapa harga Bitcoin terus memantul dari level itu. Selama support ini bertahan, peluang rebound tetap terbuka meski volatilitas masih tinggi.

Namun URPD juga memperingatkan bahwa jika BTC turun di bawah US$95.930, tekanan jual dapat meningkat dan memicu pergerakan menuju zona akumulasi yang digunakan investor jangka panjang pada siklus sebelumnya.
“Di bawah level US$95.930, support level kunci yang perlu diperhatikan oleh investor dan trader berikutnya berada pada angka US$82.045 hingga US$66.900,” jelas Martinez.
Zona-zona tersebut berpotensi menjadi titik rebound kuat jika koreksi terjadi. Penurunan ke area ini tidak mengubah tren makro, tetapi lebih menyerupai reset sehat dalam tren bullish jangka panjang.
Martinez juga menegaskan pentingnya hubungan harga BTC, 200-Day SMA, dan realized price sebagai penentu tren. Dalam bear market, penurunan di bawah 200-Day SMA sering memicu koreksi hingga BTC turun melewati realized price yang saat ini berada di sekitar US$56.200.

Meski skenario ekstrem tidak dominan saat ini, indikator realized price tetap menjadi alarm bahwa volatilitas pasar Bitcoin bisa kembali meningkat jika struktur teknikal melemah.
Selama harga BTC bertahan di atas 200-day SMA di kisaran US$110.000, tren bullish jangka panjang masih dinilai aman, dan zona US$97.000–US$95.000 menjadi titik validasi utama apakah koreksi mereda atau pasar masuk fase akumulasi.
Zona US$97.000–US$95.000 Jadi Penentu
Zona US$97.000–US$95.000 akan menjadi penentu arah Bitcoin dalam beberapa hari ke depan. Pantulan dari area ini bisa membuka peluang bull run, sementara penurunan di bawahnya berisiko memicu koreksi lebih dalam. Investor sebaiknya menunggu konfirmasi teknikal sebelum bergerak.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



