Prediksi Harga XRP, Analis: Tumbang Dulu, Bangkit Kemudian

Sejumlah analis pasar kripto menilai harga XRP berpotensi mengalami fase pelemahan jangka pendek sebelum kembali melanjutkan tren kenaikan.

Analisis teknikal menunjukkan struktur harga masih terjaga di atas area support utama, sementara data derivatif dan perkembangan ekosistem Ripple memperkuat narasi bahwa pergerakan berikutnya dapat mengarah ke fase pemulihan.

Prediksi harga XRP ini mencerminkan kondisi pasar yang dinilai masih berada dalam fase konsolidasi, dengan peluang lanjutan menuju level resistance berikutnya apabila struktur teknikal tetap bertahan.

Struktur Harga XRP Masih Bertahan di Atas Support

Menurut analis GainMuse, XRP saat ini sedang membangun kembali momentum setelah berhasil mempertahankan struktur teknikalnya. Harga tercatat tetap berada di atas garis support yang terus menanjak, meskipun sempat menghadapi tekanan jual di dekat batas bawah struktur pergerakan.

IKLAN
Chat via WhatsApp

harga XRP

Pergerakan harga XRP dinilai lebih menunjukkan pullback yang terkontrol, bukan penurunan tajam secara impulsif. Pola ini mengindikasikan adanya proses akumulasi di dalam rentang harga yang sedang berlangsung.

Selama harga mampu bertahan di atas area support tersebut, skenario kelanjutan tren bullish menuju zona resistance berikutnya masih dianggap terbuka.

BACA JUGA:  Aset Digital Berpotensi Gandakan Industri Dana Investasi Hong Kong

“Pembeli masih menguasai struktur selama harga bertahan di atas support yang naik,” ungkap GainMuse.

Dalam konteks prediksi harga XRP, kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan jangka pendek masih berada dalam batas wajar dan belum mengubah arah tren secara keseluruhan.

Pola Jangka Panjang: Rounded Bottom dan Konsolidasi

Analis lain, Maxi, menyoroti pola teknikal jangka panjang yang terbentuk pada grafik XRP. Ia menyebut bahwa XRP telah membentuk pola rounded bottom atau cup & handle selama sekitar delapan tahun terakhir.

cup and handle xrp

Selain itu, harga XRP juga tercatat berkonsolidasi di bawah area resistance yang sebelumnya menjadi tertinggi sepanjang masa (ATH) selama kurang lebih satu tahun.

Pola ini secara historis sering dikaitkan dengan potensi pembalikan tren besar. Berdasarkan struktur tersebut, Maxi menilai XRP sedang menyiapkan peluang swing trade dengan target bertahap di kisaran US$7,0, US$19,5, hingga US$58,9, apabila pola jangka panjang ini terkonfirmasi.

BACA JUGA:  Analisis Kripto ASTER, BTC, XRP, DOGE dan HYPE Terbaru

Meski demikian, fase konsolidasi yang sedang berlangsung membuat prediksi harga XRP masih mengarah pada potensi koreksi atau pergerakan mendatar sebelum kenaikan yang lebih signifikan terjadi.

Data Derivatif XRP: Volume Naik, Open Interest Turun

Dari sisi pasar derivatif, data CoinGlass menunjukkan dinamika yang cukup berimbang. Volume perdagangan derivatif XRP tercatat meningkat 4,29 persen menjadi sekitar US$5,13 miliar. Peningkatan volume ini menandakan aktivitas transaksi yang masih tinggi di kalangan trader.

XRP OI

Namun, pada saat yang sama, open interest justru turun 2,33 persen menjadi sekitar US$3,31 miliar. Penurunan open interest mengindikasikan adanya penutupan posisi leverage oleh sebagian pelaku pasar.

Kombinasi volume yang meningkat dan open interest yang menurun sering diartikan sebagai proses penyesuaian posisi setelah fase volatilitas. Dalam konteks prediksi harga XRP, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa pasar sedang “mengosongkan” posisi berisiko sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Binance Listing RLUSD, Dorong Ekosistem Ripple

Di sisi fundamental, ekosistem Ripple mendapat dorongan dari langkah Binance yang secara resmi listing stablecoin Ripple USD (RLUSD) untuk perdagangan spot. RLUSD saat ini tersedia dalam versi berbasis Ethereum (ERC-20), sementara dukungan untuk jaringan XRP Ledger (XRPL) dijadwalkan menyusul.

BACA JUGA:  Blockchain Digadang jadi Tulang Punggung Penting Ekonomi AI Korsel

Binance membuka beberapa pair perdagangan utama, termasuk RLUSD/USDT dan XRP/RLUSD. Selain itu, RLUSD juga direncanakan terintegrasi dengan produk Binance lainnya seperti margin dan Binance Earn.

Langkah ini memperluas eksposur global RLUSD dan meningkatkan likuiditasnya di pasar. Dengan dukungan multichain, RLUSD diposisikan sebagai stablecoin yang fleksibel untuk kebutuhan perdagangan, pembayaran, serta penggunaan institusional.

Secara tidak langsung, penguatan ekosistem ini turut menjadi faktor pendukung dalam prediksi harga XRP jangka menengah.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia