XRP kembali menjadi sorotan setelah melewati fase penting dalam beberapa tahun terakhir. Setelah menyentuh US$3,30 pada awal 2025, harga XRP kini berada di kisaran US$1,30 hingga US$1,35 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$75 miliar.
Meski terkoreksi lebih dari 60 persen dari ATH, fundamental XRP menunjukkan penguatan. Resolusi kasus hukum, adopsi institusional, hingga perkembangan ekosistem menjadi faktor yang terus menjaga relevansinya di pasar.
Namun, apakah semua itu cukup untuk mendorong harga XRP menembus US$10 hingga US$20 sebelum 2030?
Harga XRP Stagnan, Tapi Fundamental Menguat
Dalam beberapa bulan terakhir, harga XRP cenderung bergerak dalam konsolidasi. Tekanan utama datang dari kondisi makro global dan sentimen risk-off di pasar kripto, terutama terkait kebijakan moneter dan kondisi geopolitik.
Koreksi ini juga terjadi di tengah ketegangan perdagangan global serta gelombang likuidasi besar yang terjadi pada 2025 lalu. Hal ini membuat pergerakan harga XRP menjadi lebih terbatas.
Di sisi lain, aktivitas jaringan justru menunjukkan pertumbuhan. Volume On-Demand Liquidity (ODL) tercatat mencapai US$15 miliar per kuartal pada 2025, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, peluncuran XRP ETF pada akhir 2025 sempat menarik inflow sekitar US$1,25 miliar dalam 30 hari pertama. Namun, pasar merespons dengan pola klasik “buy the rumor, sell the news.”
Artinya, meski katalis besar sudah muncul, pasar kini mulai menuntut utilitas nyata, bukan sekadar narasi.
Adopsi dan Regulasi Jadi Pendorong Utama kenaikan XRP
Salah satu kekuatan utama XRP saat ini terletak pada fundamentalnya yang jauh lebih matang dibandingkan siklus sebelumnya. Ini menjadi pembeda penting dibanding fase-fase sebelumnya yang lebih didominasi oleh spekulasi.
Gugatan SEC terhadap Ripple yang resmi ditutup pada Agustus 2025 menjadi turning point terbesar bagi aset ini. Kepastian hukum ini menghilangkan salah satu risiko utama yang selama ini membayangi XRP.
Selain itu, regulasi seperti GENIUS Act di AS memberikan kejelasan hukum untuk stablecoin. Hal ini juga membuka jalur baru bagi ekspansi ekosistem Ripple, termasuk RLUSD yang kini memiliki kapitalisasi lebih dari US$1,4 miliar.
Dari sisi adopsi, RippleNet kini telah digunakan oleh lebih dari 300 institusi di lebih dari 55 negara. Ini menunjukkan bahwa XRP bukan lagi sekadar aset spekulatif, tetapi mulai digunakan dalam sistem pembayaran global.

Namun, ada satu catatan penting. Adopsi RippleNet tidak selalu berarti kenaikan harga XRP, karena beberapa institusi dapat menggunakan jaringan tanpa harus memegang tokennya.
Harga XRP Tertahan, Menanti Breakout Besar
Dari sisi teknikal, XRP saat ini berada di area krusial. Support level kuat berada di kisaran US$1,27 hingga US$1,30, sementara resistance level terdekat ada di area US$1,56 hingga US$1,72.
Jika harga XRP mampu menembus US$2, maka potensi kenaikan menuju US$3 hingga US$5 akan semakin terbuka. Dalam skenario yang lebih luas, target berikutnya berada di kisaran US$5 hingga US$12 sebagai lanjutan dari breakout besar.
Namun, indikator momentum seperti RSI masih berada di zona netral. Ini menunjukkan belum ada dominasi kuat dari buyer maupun seller dalam jangka pendek.
Kondisi ini memperkuat bahwa XRP masih berada dalam fase akumulasi. Tanpa katalis besar, pergerakan harga kemungkinan akan tetap terbatas dalam range saat ini.
Prediksi Harga XRP Tahun 2030
Berdasarkan kombinasi analisa teknikal, fundamental, dan data proyeksi, terdapat tiga skenario utama untuk prediksi harga XRP pada tahun 2030 mendatang:
Skenario Konservatif
Dalam kondisi pasar negatif, harga XRP berpotensi berada di kisaran US$0,66 hingga US$2. Ini bisa terjadi jika adopsi melambat atau pasar kripto masuk fase bearish panjang.
Skenario Moderat
Prediksi harga XRP paling realistis berada di kisaran US$4-US$12 pada 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh adopsi bertahap, inflow ETF, serta perkembangan ekosistem yang stabil.
Skenario Bullish
Dalam kondisi optimal, harga XRP berpotensi mencapai US$15 hingga US$26. Skenario ini membutuhkan adopsi institusional masif, integrasi CBDC, serta dominasi dalam sistem pembayaran global.

Potensi Besar XRP, Namun Jalannya Tidak Mudah
Harga XRP memiliki peluang untuk mencapai US$10 hingga bahkan US$20 sebelum 2030. Namun, hal tersebut sangat bergantung pada kombinasi katalis besar.
Saat ini, XRP bukan lagi sekadar aset berbasis hype semata. Fundamentalnya jauh lebih kuat dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, dengan adopsi nyata di sektor keuangan oleh berbagai institusi.
Namun, pasar kripto tetap bergerak dalam siklus. Tanpa bull market besar dan juga lonjakan permintaan yang signifikan, kenaikan harga kemungkinan akan terjadi secara bertahap, bukan secara eksplosif.
Jika semua faktor mendukung, XRP bisa menjadi salah satu aset dengan pertumbuhan paling besar di dekade ini. Namun, tanpa itu, pergerakannya kemungkinan tetap terbatas dalam skenario moderat.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



