Ekspektasi pasar terhadap langkah The Fed menguat. Dengan peluang pemangkasan suku bunga (rate cut) hampir pasti terjadi pada akhir Oktober, investor di berbagai kelas aset mulai menata ulang strateginya untuk memasuki fase baru siklus moneter global.
The Fed Diprediksi Pangkas Suku Bunga 25 Basis Poin
Menurut pandangan TradingHeights yang diunggah pada Selasa (14/10/2025), pasar keuangan AS kini hampir sepakat bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2025 mendatang.
Kontrak berjangka ZQV5 yang berakhir pada 31 Oktober menunjukkan peluang pemangkasan mencapai 98,3 persen, level tertinggi sejak awal tahun. Jika terealisasi, kisaran suku bunga baru akan berada di 3,75–4,00 persen, turun dari posisi saat ini di 4,00–4,25 persen.
Proyeksi serupa juga tercermin dari FedWatch CME Group, yang mencatat target rate cut di kisaran 375–400 bps mencapai 97,8 persen. Konsensus ini menjadi titik balik penting setelah periode panjang kebijakan moneter ketat yang sempat menekan pasar dan aktivitas ekonomi global.

Investor menilai inflasi yang melandai dan melemahnya data tenaga kerja menjadi alasan kuat bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter. Hal ini juga terlihat dari penurunan imbal hasil obligasi dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko, menandakan pasar mulai menata ulang strategi menjelang pelonggaran.
Menurut TradingHeights, fokus utama kini tertuju pada pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, usai rapat kebijakan mendatang. Jika nada yang disampaikan bernuansa dovish, pasar berpotensi melanjutkan reli, terutama di sektor aset berisiko.
“Langkah selanjutnya tergantung pada nada Powell — panduan yang bersifat dovish dapat memicu kenaikan pada aset berisiko. Jika The Fed memberi sinyal kenaikan suku bunga sudah selesai (“one-and-done”), maka kemungkinan akan terjadi lonjakan jangka pendek yang diikuti dengan fase konsolidasi,” jelasnya.
Dampak Langsung ke Obligasi, Saham, dan Kripto
Menjelang keputusan resmi The Fed terkait pemangkasan suku bunga, pergerakan pasar mulai menunjukkan respons awal. Pasar obligasi mencatat penurunan imbal hasil karena investor mulai mengantisipasi siklus pelonggaran moneter yang segera dimulai.
Di sisi lain, pasar saham, terutama sektor teknologi, menunjukkan tanda-tanda reli. Ekspektasi terhadap biaya pinjaman yang lebih rendah menjadi katalis bagi peningkatan valuasi dan aktivitas investasi di sektor tersebut.

Pasar kripto juga ikut bergairah. Secara historis, aset digital seperti BTC dan ETH bereaksi positif terhadap rate cut, karena peningkatan likuiditas biasanya mendorong arus dana masuk ke aset berisiko. Jika tren bertahan, Q4 2025 bisa menjadi periode pemulihan bagi aset digital.
Menanti Rate Cut Season
Dengan peluang pemangkasan suku bunga yang hampir pasti, pasar kini melihat Oktober sebagai awal dari “rate cut season” — fase baru setelah lebih dari dua tahun kebijakan moneter ketat.
Kali ini, pemangkasan bukan lagi soal kejutan, melainkan konfirmasi dari narasi yang sudah lama diperkirakan. Fokus kini beralih ke arah berikutnya: apakah The Fed akan membuka jalan bagi penurunan lanjutan atau memilih langkah hati-hati demi menjaga keseimbangan.
Morgan Stanley, Deutsche Bank Ramal The Fed Pangkas Bunga 3 Kali 2025
Apa pun keputusan The Fed, pasar global tampak siap menyambut era baru kebijakan moneter yang lebih longgar — sebuah babak yang berpotensi menghidupkan kembali selera risiko di berbagai kelas aset. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



