Profil CEO Bitget Gracy Chen di Tengah Insiden Peretasan US$351,6 Juta

Peretasan senilai US$351,6 juta yang menimpa Bitget ikut menyorot sosok Gracy Chen sebagai CEO perusahaan. Di balik perannya memimpin respons terhadap insiden peretasan tersebut, Chen punya perjalanan panjang dalam hidupnya.

Gracy Chen Maju ke Depan Saat Bitget Diterpa Insiden

Pada Kamis (24/09/2026) waktu setempat, sistem keamanan Bitget mendeteksi transfer tidak sah dari sejumlah hot wallet. Perusahaan kemudian memperkirakan sekitar US$351,6 juta aset terdampak dalam insiden tersebut.

Situasi itu membawa Gracy Chen ke garis depan komunikasi perusahaan. Bitget menghentikan sementara penarikan dana untuk pemeriksaan keamanan, sementara layanan deposit dan aktivitas trading disebut masih berjalan normal.

“Cold wallet tetap sepenuhnya aman. Bitget menggunakan arsitektur wallet tiga lapis, dan pelanggaran hanya berdampak pada sebagian lapisan hot wallet dan warm wallet,” tulis pihak Bitget dalam pengumuman resminya.

Bitget juga mengatakan saldo pengguna tetap akurat dan kerugian berada dalam cakupan User Protection Fund. Nilai dana perlindungan itu saat insiden terjadi mencapai lebih dari US$464 juta dan tidak akan berdampak pada aset pengguna.

Transaksi Peretas Bitget - Arkham Intelligence
Transaksi Peretas Bitget – Arkham Intelligence

Berdasarkan perkembangan terakhir, Chen menjelaskan bahwa insiden peretasan terjadi dari sisi sistem. Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan investigasi aktif untuk mengungkap metode penyusupan yang digunakan.

“Penyerang berhasil mengkompromikan sistem backend penting dalam infrastruktur wallet, lalu menggunakannya untuk memalsukan data transaksi dan memicu proses otorisasi guna memindahkan dana keluar,” tulisnya di X, Jumat (25/09/2026).

Masa Kecil, Beasiswa, dan Awal Perjalanan Gracy Chen

Jauh sebelum memimpin salah satu crypto exchange besar, Chen tumbuh bersama seorang ibu tunggal. Dalam surat terbukanya, ia mengatakan ibunya hanya berharap putrinya dapat tumbuh dengan bahagia.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Perang Bank vs Kripto Memanas Jelang Voting CLARITY Act 15 September

Namun, sejak kecil Chen mengaku sudah tertarik mengambil posisi kepemimpinan. Ketertarikan tersebut bahkan mulai muncul ketika dirinya masih duduk di sekolah dasar dan terus terbawa hingga dewasa.

“Sejak SD, saya mencari kesempatan untuk menjadi pemimpin. Keinginan untuk memimpin bukan soal mengatur atau memerintah orang lain, tetapi menciptakan nilai yang lebih besar, memikul tanggung jawab, dan mendorong perubahan yang lebih berarti,” tulisnya kala itu.

Pada usia 18 tahun, jalur hidup Chen mulai bergerak semakin jauh. Ia memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Singapura dan memilih bidang yang jauh dari pemasaran ataupun media, yakni matematika terapan.

Latar belakang tersebut kelak memainkan peran cukup penting sebelum menjabat sebagai pemimpin di exchange Bitget. Alih-alih berhenti pada akademik, pengetahuan matematikanya membantu Chen melihat BTC dari sudut pandang berbeda.

Pertemuan dengan Bitcoin yang Mengubah Arah Karier Chen

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Chen tidak masuk ke perusahaan teknologi ataupun keuangan. Ia justru berbelok ke dunia media sebagai presenter sekaligus produser program teknologi dan finansial.

Gracy Chen saat Masih Bekerja Sebagai Presenter Sebelum Menjabat Sebagai CEO Bitget
Gracy Chen saat Masih Bekerja Sebagai Presenter Sebelum Menjabat Sebagai CEO Bitget

Pekerjaan tersebut membuatnya berinteraksi dengan berbagai pengusaha, investor, dan pelaku industri teknologi. Sejumlah narasumber mulai menyarankan Chen mempelajari Bitcoin sekitar 2015, ketika harganya masih sekitar US$300.

Chen akhirnya membaca whitepaper Bitcoin dan langsung terpikat. Baginya, daya tarik mata uang kripto ciptaan Satoshi Nakamoto tersebut tidak hanya datang dari matematika, tetapi juga dari caranya menawarkan sistem keuangan yang berbeda.

“Saya menyukai keindahan matematis di baliknya. Saya juga tertarik dengan sifat demokratis dari sistemnya. Namun, yang paling menarik adalah bagaimana BTC membangun buku besar terdesentralisasi yang melengkapi industri keuangan tradisional yang terpusat,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Harga Bitcoin Belum Temukan Bottom? Analis Soroti 35 Hari Krusial

Ketertarikan segera berubah menjadi keputusan finansial. Chen mulai membeli sejumlah aset kripto utama dan menanamkan modal pada startup Web3, termasuk BitKeep, wallet crypto multi chain yang kemudian berkembang menjadi Bitget Wallet.

Namun, sebelum benar-benar masuk ke Bitget, Chen meninggalkan pekerjaannya di televisi dan ikut membangun dua startup di sektor fintech serta virtual reality. Tidak semuanya berjalan sesuai harapan.

“Apa sebutannya untuk seorang pengusaha yang gagal? Serial entrepreneur. Dan itu saya!” tulis Chen dengan nada bercanda. Pengalaman tersebut justru mendorongnya kembali belajar dan mengambil MBA di MIT Sloan School of Management.

Masuk Bitget, Lalu Naik Menjadi CEO

Titik balik berikutnya datang pada 2022. Seorang teman memberi tahu Chen bahwa Bitget sedang mencari Managing Director, sementara ia sebenarnya sudah mengenal lingkungan perusahaan melalui investasinya di BitKeep.

Setelah berbicara dengan tim manajemen Bitget, Chen akhirnya mengambil tawaran tersebut. Ia resmi bergabung sebagai Managing Director dengan tanggung jawab mencakup ekspansi global, strategi bisnis, serta pengembangan perusahaan.

Dalam periode tersebut, Bitget memperluas jangkauan internasional dan menjalankan sejumlah kampanye pemasaran. Perusahaan mengklaim penggunanya kemudian tumbuh lebih dari empat kali lipat hingga melampaui 25 juta pengguna.

Dua tahun setelah bergabung, jenjang kariernya mencapai posisi tertinggi. Pada 21 Mei 2024, Bitget resmi menunjuk Gracy Chen sebagai CEO, menggantikan Sandra Lou yang sebelumnya memimpin perusahaan.

Gracy Chen CEO Bitget
Gracy Chen CEO Bitget

Aktivitasnya di dunia blockchain juga berlanjut selama masa kuliah. Pada Februari 2024, catatan resmi MIT menyebut Chen sebagai co-president MIT Sloan Blockchain Club saat memoderatori diskusi bersama investor a16z.

Blockchain4Her, UEX, dan Ujian Besar Kepemimpinan

Selain ekspansi bisnis, salah satu bagian yang cukup menarik dari profil publik Chen adalah dorongannya terhadap keterlibatan perempuan di blockchain melalui program Blockchain4Her yang dijalankan Bitget.

BACA JUGA:  September Jadi Awal Altseason 2026? Indikator Ini Jadi Buktinya

Latar belakang pribadi ikut membentuk pandangan tersebut. Chen secara terbuka menceritakan pengalaman menghadapi bias terhadap perempuan ketika membangun perusahaan, termasuk ketika berhadapan dengan investor pada fase awal kariernya.

Program tersebut berjalan beriringan dengan Blockchain4Youth yang menyasar generasi muda. Di luar Bitget, profil Chen juga berkembang melalui forum bisnis, tulisan mengenai blockchain, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan Web3.

Pada saat bersamaan, ambisi perusahaan mulai melebar. Bitget memperkenalkan konsep Universal Exchange atau UEX, yang diarahkan untuk menggabungkan akses terhadap kripto, aset on-chain, dan berbagai instrumen keuangan dalam satu ekosistem.

Visi tersebut membawa Bitget semakin jauh dari identitas awal sebagai tempat perdagangan kripto semata. Namun, skala bisnis yang lebih besar otomatis membawa tanggung jawab keamanan yang semakin besar pula.

10 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia Kripto 2026

Insiden peretasan kini menjadi ujian penting bagi kepemimpinan Chen. Bitget mengatakan dana pengguna yang terdampak masih aman, sedangkan investigasi mengenai akar peretasan exchange dan langkah perbaikannya masih berjalan.

Bagi Gracy Chen, bab tersebut masih sedang ditulis. Dari matematika, televisi, startup hingga kursi CEO, ia kini menghadapi sisi lain industri kripto: menjaga kepercayaan ketika sistem perusahaan sedang mendapat ujian serius.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita Bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait