Profil Gabriel Rey: Pendiri Triv yang Investasi Bitcoin Sejak 2014!

Profil Gabriel Rey adalah seorang pionir kripto Indonesia yang melihat peluang besar di teknologi blockchain dan membangunnya menjadi ekosistem nyata melalui Triv, salah satu platform aset kripto terbesar di Tanah Air. Yuk, kenalan lebih jauh lewat penjelasan berikut ini!

BACA JUGA: Mengenal Oscar Darmawan, Pendiri Indodax yang Punya 8 Juta Member!

Siapa Itu Gabriel Rey?

Potret Gabriel Rey
Potret Gabriel Rey. Foto: Instagram/gabrielrey99

Gabriel Rey adalah pendiri sekaligus CEO Triv, platform jual beli aset kripto terbesar di Indonesia yang telah melayani jutaan pengguna sejak 2015.

Gabriel Rey, yang akrab disapa Pak Rey, dikenal sebagai salah satu pionir kripto di Tanah Air. Melansir laman pribadi Gabriel Rey, ia termasuk Bitcoin OG yang mulai berinvestasi Bitcoin sejak 2014, jauh sebelum aset kripto dikenal luas seperti sekarang.

IKLAN
Chat via WhatsApp

Ketertarikannya bukan sekadar ikut tren, tetapi didorong oleh keyakinan bahwa teknologi blockchain punya potensi besar untuk mengubah sistem keuangan secara fundamental.

Lewat Triv, Rey ingin menghadirkan akses kripto yang lebih mudah, aman, dan relevan bagi masyarakat Indonesia. Ia percaya bahwa konsistensi, edukasi, dan keberanian mengambil keputusan adalah kunci untuk membangun industri keuangan digital yang sehat dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  10 Aset Kripto untuk Staking Terbaik Tahun 2026!

Latar Belakang dan Perjalanan Karier Gabriel Rey

Gabriel Rey lahir di Surabaya pada tahun 1990 dan menempuh pendidikan Teknologi Informasi di Universitas Kristen Petra. Sebelum terjun penuh ke dunia kripto, ia lebih dulu berkarier di sektor teknologi dan finansial.

Rey sempat bekerja sebagai backend developer dan penetration tester di CIMB South East Asia, serta menjadi software developer di Ooredoo. Pengalaman ini membekalinya pemahaman kuat soal keamanan sistem, infrastruktur digital, dan dunia keuangan.

Ketertarikannya pada Bitcoin mulai tumbuh sejak 2012–2014. Ia melihat blockchain bukan sekadar tren, melainkan fondasi baru sistem keuangan global yang lebih transparan dan efisien.

Mendirikan Triv dan Perkembangannya

Pada 2015, Gabriel Rey resmi mendirikan Triv di bawah naungan PT Tiga Inti Utama. Triv dirancang sebagai platform jual beli aset kripto yang ramah pengguna, terintegrasi dengan bank lokal dan layanan e-money, sehingga deposit dan penarikan bisa dilakukan dengan mudah kapan saja.

Di bawah kepemimpinan Rey, Triv berkembang pesat. Hingga 2025, Triv telah memasuki usia 10 tahun dan melayani jutaan pengguna di Indonesia. Bahkan, jumlah pengguna aktif Triv dilaporkan melonjak dari sekitar 3 juta menjadi lebih dari 4 juta dalam waktu relatif singkat. Pencapaian ini menegaskan posisi Gabriel Rey Triv sebagai kombinasi penting dalam sejarah pertumbuhan industri kripto nasional.

Selain Triv, Rey juga mendirikan Veiris, sebuah startup yang menggabungkan teknologi blockchain dengan verifikasi wajah untuk meningkatkan keamanan transaksi digital.

BACA JUGA: Profil Michael Saylor: Kekayaan dan Portofolio Bitcoin-nya!

Nilai, Kisah, dan Kontribusi Sosial

Gabriel Rey Qurban
Foto penyerahan 1 ton sapi limousin lamborghini oleh Gabriel Rey.

Bagi Gabriel Rey, kesuksesan bisnis tidak bisa dilepaskan dari kontribusi sosial. Hal ini terlihat dari berbagai aksi nyata yang ia lakukan, salah satunya saat Idul Adha 2025, ketika ia menyerahkan hewan kurban kepada masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan Triv sejak 2015.

Ia kerap menekankan bahwa kepercayaan komunitas adalah fondasi utama keberhasilan sebuah platform.

Di luar bisnis, Rey juga aktif berbagi edukasi kripto melalui seminar, forum, dan media sosial. Ia percaya bahwa literasi adalah kunci agar adopsi aset digital berjalan sehat dan berkelanjutan.

Visi Masa Depan Gabriel Rey untuk Industri Kripto Indonesia

Gabriel Rey Saat Diwawancara
Tampilan Gabriel Rey saat diwawancara terkait dampak revisi UU P2SK terhadap pelaku industri kripto dalam negeri. Foto: Instagram/gabrielrey99 (cropped).

Dalam berbagai kesempatan, Rey menyampaikan visinya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat Bitcoin terbesar di Asia Tenggara. Ia memandang kripto sebagai komoditas digital, bukan sekadar alat pembayaran harian, sejalan dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.

Stablecoin, menurutnya, memiliki peran penting dalam transaksi global, sementara edukasi tetap menjadi pondasi utama agar masyarakat memahami risiko dan potensi blockchain secara seimbang.

Keyakinannya tercermin dari filosofi investasi pribadi, di mana sebagian besar portofolionya ditempatkan pada Bitcoin. Bagi Rey, konsistensi, keberanian mengambil keputusan, dan kolaborasi lintas ekosistem adalah kunci agar industri kripto Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

BACA JUGA:  Apa Itu Staking Crypto? Ini Cara Kerja dan Panduan Lengkapnya!

Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Perjalanan Gabriel Rey?

Profil Gabriel Rey menunjukkan bahwa perkembangan industri kripto di Indonesia tidak lepas dari peran individu yang visioner, konsisten, dan berani mengambil risiko sejak awal.

Dari seorang Bitcoin OG hingga menjadi pendiri Triv yang melayani jutaan pengguna, perjalanan Rey mencerminkan bagaimana pemahaman teknologi, fokus pada edukasi, dan komitmen jangka panjang mampu membangun kepercayaan di tengah industri yang terus berubah.

Kisahnya memberi gambaran bahwa kripto bukan sekadar soal keuntungan, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang berkelanjutan dan relevan bagi masa depan keuangan digital Indonesia.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait