Robinhood Chain baru saja meluncurkan mainnet publiknya, dan sederet proyek di Robinhood Chain langsung bermunculan untuk membangun ekosistem trading, DeFi, hingga hiburan onchain yang layak kamu pantau sejak dini.
Nah, di tengah pertumbuhan cepat jaringan layer 2 ini, banyak proyek di Robinhood Chain independen ikut bermunculan dan menawarkan berbagai use case menarik. Yuk, simak ulasan singkat 10 proyek yang bisa kamu pantau berikut ini.
BACA JUGA: 5 Tempat Trading Robinhood Chain yang Cocok Untuk Pemula!
1. Arcus, DEX Stock Token Hasil Kolaborasi dYdX dan Robinhood

Arcus jadi salah satu nama besar yang paling sering disebut ketika membahas proyek di Robinhood Chain. Arcus merupakan DEX untuk trading spot dan perpetual yang dibangun bersama oleh dYdX Labs dan Robinhood Crypto, memfasilitasi trading peer-to-peer untuk stock token di Robinhood Chain.
Sebagian token Arcus nantinya juga akan dialokasikan untuk komunitas dYdX, jadi kalau kamu aktif di ekosistem dYdX, proyek ini layak kamu ikuti perkembangannya.
2. Mintly, Otomatisasi Yield untuk ETH dan USDC

Kalau kamu tertarik dengan yield farming tanpa ribet, Mintly bisa jadi opsi menarik. Melansir laman X resmi Origin Protocol, Mintly mengotomatisasi yield ETH dan USDC melalui produk Origin, mengalokasikan dana ke OETH, OUSD, dan ARM Vaults untuk mengoptimalkan APY para depositor. Proyek ini didukung oleh Virtuals.io dan Origin Protocol, dua nama yang sudah cukup dikenal di ranah DeFi.
3. Aarotrade, Tempat Meluncurkan Memecoin ke Uniswap

Buat kamu yang suka dunia memecoin, Aarotrade menawarkan cara cepat meluncurkan token langsung ke Uniswap. Melansir laman resmi Aarotrade, platform ini memungkinkan siapa saja meluncurkan koin langsung ke Uniswap tanpa presale dan tanpa alokasi khusus untuk tim, dengan liquidity yang dikunci permanen dan creator mendapatkan 80% dari setiap fee trading. Konsep ini mirip dengan launchpad memecoin populer di chain lain, hanya saja kali ini berjalan di atas Robinhood Chain.
BACA JUGA:Â 10 Crypto Exchange Indonesia Terbaik 2026 yang Diawasi OJK
4. Oasis, Kepemilikan Fraksional Barang Mewah

Oasis punya pendekatan yang cukup unik dibanding proyek di Robinhood Chain lainnya. Melansir laman resmi Oasis, platform ini menghadirkan pool fraksional untuk kepemilikan jam tangan mewah, sneakers langka, tas branded, dan aset koleksi lainnya, di mana setiap pengguna bisa ikut memiliki sebagian aset tersebut mulai dari nominal yang relatif kecil.
Beberapa drop awalnya bahkan sudah menampilkan item seperti Rolex Daytona Panda dan Hermès Birkin.
5. Exypnos, Agregator Swap Lintas Chain

Kalau kamu sering bertukar aset kripto dan ingin mendapatkan harga terbaik, Exypnos bisa membantu. Melansir laman resmi Exypnos, layanan ini menggunakan smart order routing untuk mencari harga swap terbaik di berbagai chain dan sumber likuiditas, termasuk Ethereum, Base, Arbitrum, Optimism, dan tentu saja Robinhood Chain, dengan slippage yang diusahakan seminimal mungkin.
6. Hoodmarket, Pasar Prediksi Berbasis Keyakinan

Hoodmarket mengusung konsep yang mereka sebut sebagai “conviction market“. Melansir laman resmi Hoodmarket, siapa pun bisa membuat dan memperdagangkan pasar Ya/Tidak yang terbuka atas keyakinan mereka terhadap suatu peristiwa, dengan harga yang secara langsung mencerminkan konsensus para trader di Robinhood Chain.
Jadi, keyakinanmu terhadap suatu isu bisa langsung diubah menjadi aset yang bisa diperdagangkan.
7. The Index, Saham Tokenized Otomatis untuk Holder

The Index menawarkan mekanisme yang cukup kreatif untuk mendistribusikan aset ke penggunanya. Melansir laman resmi The Index, setiap transaksi dikenakan pajak sebesar 3% dalam ETH yang digunakan untuk membeli saham tokenized di Robinhood Chain, kemudian dikirimkan langsung ke dompet para holder setiap 15 menit.
Dengan kata lain, cukup dengan memegang token ini, kamu berpotensi menerima saham tokenized secara berkala.
8. Noxa, Launchpad Terbesar yang Sempat Tersandung Masalah

Noxa awalnya menjadi salah satu proyek di Robinhood Chain paling dominan dari sisi volume dan jumlah token yang diluncurkan. Melansir laman CryptoTimes, Noxa merupakan launchpad di balik sekitar 75% dari seluruh peluncuran token di Robinhood Chain, telah menerbitkan lebih dari 60.000 token dan menarik sekitar 267.642 wallet unik ke jaringan yang baru aktif sejak 1 Juli 2026.
Sayangnya, Noxa sempat menghentikan peluncuran token baru dan kehilangan kendali atas domainnya, sehingga tim akhirnya memindahkan aksesnya ke antarmuka terdesentralisasi yang di-hosting di IPFS melalui domain ENS bernama fun.noxa.eth.
BACA JUGA:Â Pump.fun Punya Pesaing! Kompetisi Launchpad Meme Coin Memanas
9. Robinfun, Launchpad dengan Model Fair Launch

Robinfun hadir sebagai alternatif launchpad dengan pendekatan yang lebih terstruktur. Melansir laman resmi Robinfun, platform ini menggunakan bonding curve fair-launch yang dimulai dari kapitalisasi pasar 4 ribu dolar AS dan “lulus” menjadi pool Uniswap pada kapitalisasi sekitar 44 ribu dolar AS, dengan seluruh LP dibakar secara permanen tanpa presale maupun alokasi khusus untuk tim.
10. Robin Farm, Game Bertema Pertanian Pixel Art

Buat kamu yang suka GameFi, Robin Farm menawarkan pengalaman bermain sekaligus menghasilkan token. Melansir laman resmi Robin Farm, proyek ini merupakan game farming bergaya pixel art di Robinhood Chain di mana kamu bisa mint NFT Farmer, melakukan staking untuk mendapatkan token ROBIN, dan meningkatkan laju penghasilan lewat NFT Tool tambahan.
Jadi, Proyek Mana yang Paling Menarik Buat Kamu Pantau?
Robinhood Chain baru berumur beberapa minggu, tapi ekosistemnya sudah dipenuhi berbagai proyek di Robinhood Chain dengan fokus berbeda-beda, mulai dari DEX stock token, yield otomatis, launchpad memecoin, kepemilikan aset mewah, pasar prediksi, hingga game onchain. Kasus Noxa juga mengingatkan kamu bahwa ekosistem yang masih sangat baru ini penuh peluang sekaligus risiko, sehingga riset mandiri tetap jadi kunci sebelum kamu terjun lebih jauh.
Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


