5 Proyek Kripto Lokal Terbaru 2026 yang Harus Kamu Tahu!

Pada tahun 2026 ini, ada berbagai pengembangan proyek kripto lokal yang menarik untuk diperhatikan. Hal ini juga mendapat dukungan dari OJK lewat program sandbox mereka yang menguji dan mendorong kepatuhan regulasi proyek sebelum bisa beroperasi secara penuh. Penasaran ada proyek apa saja? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

BACA JUGA: Ini Daftar 1376 Aset Kripto Legal di Indonesia 2026 (Update)

Proyek Kripto Lokal Terbaru 2026

Melalui pengumuman resmi OJK, saat ini terdapat berbagai proyek kripto yang masih terus dikembangkan. Mulai dari manajer dana kripto, stablecoin rupiah, hingga infrastruktur RWA, semuanya tengah diuji baik dari sisi model bisnis hingga kepatuhan regulasi. Berikut adalah ulasan lengkapnya:

BACA JUGA: 10 Crypto Exchange Indonesia Terbaik yang Diawasi OJK

IKLAN
Chat via WhatsApp

1. NOBI Dana Kripto: Manajer Dana Kripto Pertama di Sandbox OJK

Fund Fact Sheet NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A
Fund Fact Sheet NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A.

NOBI Dana Kripto dikelola oleh PT Dana Kripto Indonesia dan tercatat sebagai Manajer Dana Kripto pertama yang masuk sandbox OJK pada 2025. Produk utamanya, NOBI Dana Kripto Indeks Kelas A, dirancang untuk investor yang ingin mendapatkan eksposur kripto tanpa harus trading atau menyimpan aset kripto secara mandiri.

Dana ini berinvestasi secara terdiversifikasi hanya pada aset kripto utama seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL). Strategi yang digunakan adalah trend-following, dikombinasikan dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) yang disiplin.

BACA JUGA:  13 Platform Staking Terbaik di Indonesia: Mana yang Paling Aman?

Tujuan proyek kripto lokal ini bukan sekadar mengikuti harga, tapi mengungguli strategi buy and hold dalam jangka panjang dengan mengelola volatilitas pasar kripto yang tinggi. NOBI Dana Kripto menyasar investor jangka menengah hingga panjang yang ingin pendekatan lebih profesional dan terstruktur dalam berinvestasi kripto.

2. Tennet

Tennet
Ilustrasi tampilan Tennet.

PT Tennet Depository Indonesia hadir sebagai kustodian aset kripto yang berada di bawah pengawasan OJK. Fokus utama Tennet adalah keamanan penyimpanan aset digital, terutama untuk kebutuhan institusi, perusahaan, hingga crypto exchange.

Tennet mengandalkan sistem cold wallet untuk penyimpanan aset dan mengembangkan mekanisme escrow bernama Xcrow guna meminimalkan risiko penipuan dalam transaksi kripto.

Dari sisi tata kelola, Tennet juga telah mengantongi sertifikasi keamanan internasional seperti ISO 27001 dan ISO 27701, yang menegaskan posisinya sebagai penyedia infrastruktur kripto berstandar tinggi di Indonesia.

3. IDRP: Stablecoin Rupiah Berbasis Kepatuhan

Transparansi IDRP
Transparansi stablecoin IDRP.

IDRP merupakan proyek stablecoin yang merepresentasikan Rupiah secara digital dengan skema 1:1 terhadap cadangan Rupiah. Setiap token IDRP didukung penuh oleh dana fiat yang disimpan melalui mekanisme escrow, sehingga stabilitas dan transparansi menjadi fondasi utamanya.

BACA JUGA:  Rekap Investasi Januari 2026: IHSG Merah, Bitcoin Remuk, dan Logam Mulia Meredam!

Saat ini IDRP sudah tersedia di jaringan Polygon, dan direncanakan akan hadir di Ethereum, BNB Smart Chain, serta Tron. Pendekatan multi-chain ini memungkinkan IDRP digunakan secara fleksibel di berbagai ekosistem blockchain.

Dengan tim yang berpengalaman di sektor perbankan, fintech, dan manajemen risiko, proyek kripto lokal IDRP memosisikan diri sebagai jembatan antara nilai fiat dan aset kripto yang patuh regulasi.

BACA JUGA: Apa Itu DYOR Crypto? Ini Penjelasan dan Cara Melakukannya!

4. D-FMI dari D3 Labs: Infrastruktur Tokenisasi Aset Dunia Nyata

D-FMI dari D3 Labs
D-FMI dari D3 Labs.

D-FMI (Digital Financial Market Infrastructure) dikembangkan oleh D3 Labs sebagai platform blockchain institusional untuk tokenisasi, kliring, dan penyelesaian Real-World Assets (RWA). Sejak masuk Sandbox OJK pada 2025, D-FMI difokuskan untuk kebutuhan lembaga keuangan, bukan ritel.

Melalui platform Pruv Finance, D3 Labs memungkinkan tokenisasi aset yang sesuai regulasi, sementara modul SeaSeed berfungsi sebagai penghubung blockchain dengan sistem perbankan melalui API real-time.

Model ini membuka peluang efisiensi tinggi, likuiditas lintas rantai, dan transparansi yang lebih baik dibanding sistem keuangan konvensional.

5. GORO: Investasi Properti Fraksional Berbasis Token

GORO
kalkulator return GORO.

GORO adalah platform investasi properti fraksional yang memungkinkan masyarakat berinvestasi mulai dari Rp10.000. Properti seperti apartemen dan vila di-tokenisasi menjadi unit-unit kecil yang bisa dibeli investor, lengkap dengan potensi pendapatan sewa bulanan dan apresiasi nilai aset.

BACA JUGA:  Apa Itu Tokenized Stocks? Ini Cara Kerja dan Risikonya!

GORO telah lulus Sandbox OJK dan mengantongi sertifikasi ISO 27001. Token properti yang dimiliki investor juga dapat dijual kembali melalui platform, sehingga memberikan tingkat likuiditas yang jarang ditemui di investasi properti konvensional.

Selain itu, GORO juga menawarkan skema investasi bebas riba dan tergabung dalam Asosiasi Fintech Syariah Indonesia.

BACA JUGA: Investasi Properti Mulai dari Rp10 Ribu, di Blockchain Pengguna Bisa Verifikasi

Apa Arti Kehadiran Proyek-Proyek Ini?

Masuknya berbagai proyek kripto lokal ini ke sandbox OJK menunjukkan bahwa industri kripto Indonesia mulai bergerak ke arah infrastruktur, kepatuhan, dan utilitas nyata, bukan sekadar spekulasi harga.

Mulai dari manajer dana kripto, kustodian aset, stablecoin Rupiah, hingga tokenisasi properti dan aset dunia nyata, sandbox OJK menjadi fondasi penting bagi ekosistem kripto yang lebih matang dan berkelanjutan.

Mau belajar crypto dan blockchain lebih lanjut? Yuk, pelajari selengkapnya hanya di Blockchain Media Indonesia! [msn]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia