Putar Haluan ke AI, Perusahaan Bitcoin Mining Ini Agunkan 18.750 BTC

MARA memperluas langkahnya di luar bisnis Bitcoin mining. Perusahaan tersebut mengagunkan 18.750 BTC untuk mendapatkan pendanaan baru demi ekspansi ke sektor energi dan kecerdasan buatan.

Langkah ini menarik karena MARA bukan satu-satunya perusahaan kripto yang mulai melirik AI. Ketika pasar kripto melemah, sektor tersebut perlahan menjadi tujuan baru bagi perusahaan yang mencari pertumbuhan.

MARA Pasang 18.750 BTC untuk Dapat US$600 Juta

Dikutip dari laporan TheEnergyMag pada Sabtu (08/08/2026), MARA dikabarkan memperoleh pinjaman baru senilai US$600 juta dengan menjaminkan 18.750 BTC dari cadangan Bitcoin miliknya.

Pinjaman tersebut berasal dari Coinbase Credit dan juga Two Prime Lending, yang menyelesaikan transaksi pada Selasa lalu. Nilai Bitcoin yang dijaminkan saat itu mencapai sekitar US$1,2 miliar.

“Coinbase memberikan tambahan pendanaan sebesar US$300 juta, sementara Two Prime menyediakan pinjaman terpisah senilai US$300 juta. Kedua fasilitas pinjaman tersebut telah ditarik sepenuhnya,” sebagaimana tercantum pada laporan tersebut.

Secara keseluruhan, fasilitas kredit tersebut memiliki pokok US$750 juta karena pinjaman Coinbase senilai US$450 juta juga mencakup pembiayaan kembali utang lama sebesar US$150 juta.

Riset Cambridge Ungkap Konsumsi Energi Bitcoin Mining Naik 38 Persen

Beban bunganya juga terbilang cukup tinggi. Pinjaman dari Coinbase memiliki bunga mengambang sekitar 7,5 persen, sementara Two Prime menetapkan bunga tetap sebesar 7,65 persen.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan
BACA JUGA:  Bitcoin Belum Bottom? Peter Brandt Prediksi BTC Turun ke US$40.000

Dengan tingkat bunga tersebut, MARA diperkirakan harus menanggung beban sekitar US$56,7 juta per tahun apabila nilai pokok kedua pinjaman tetap tidak berubah.

Lebih dari Separuh Bitcoin MARA Kini Jadi Jaminan

Jumlah 18.750 BTC menjadi salah satu bagian paling mencolok dari transaksi ini karena setara hampir 53 persen dari seluruh Bitcoin yang dimiliki MARA pada akhir Juni 2026.

Saat itu, perusahaan Bitcoin mining ini tercatat memegang 35.577 BTC. Bahkan sebelum pinjaman terbaru ditutup, MARA sudah menggunakan 4.528 BTC sebagai jaminan untuk fasilitas kredit sebelumnya.

Risikonya juga cukup besar. Jika harga Bitcoin turun tajam, MARA dapat diminta menambah aset sebagai jaminan agar rasio pinjaman tetap sesuai dengan ketentuan pemberi kredit.

Jika permintaan tidak dipenuhi, pemberi pinjaman berhak melikuidasi Bitcoin yang telah dijaminkan. Artinya, pelemahan harga BTC dapat langsung menambah tekanan terhadap posisi keuangan perusahaan.

BACA JUGA:  Ada yang Berubah dari Harga Bitcoin, Penghalang Sejak ATH Ini Akhirnya Tumbang

Di sisi lain, cadangan Bitcoin MARA memang sudah menyusut cukup besar. Sepanjang semester pertama 2026, perusahaan menjual 23.093 BTC dengan nilai sekitar US$1,6 miliar.

Penjualan tersebut membuat kepemilikannya turun dari 53.822 BTC pada Desember menjadi 35.577 BTC pada Juni. Pada periode yang sama, MARA memiliki kas US$421,3 juta dan utang sekitar US$2,4 miliar.

Kinerja salah satu perusahaan penambang Bitcoin ternama itu juga sedang melemah. MARA membukukan rugi bersih US$611,3 juta pada kuartal kedua, sementara pendapatannya turun 27 persen menjadi US$174,9 juta.

Pasar Kripto Tertekan, AI Mulai Jadi Target Baru

Dana yang diperoleh MARA tidak hanya disiapkan untuk kebutuhan umum. Sebagiannya akan digunakan untuk mendukung rencana akuisisi Long Ridge Energy & Power.

Transaksi tersebut bernilai sekitar US$1,5 miliar. Long Ridge memiliki pembangkit listrik berbahan bakar gas di Hannibal, Ohio, berkapasitas sekitar 505 megawatt dan lahan industri seluas lebih dari 1.600 acre.

BACA JUGA:  Keren! MetaMask Rilis Agent Wallet, AI Bisa Trading Kripto Otomatis

Aset tersebut nantinya tidak hanya digunakan untuk pembangkit listrik dan mining. MARA juga membuka peluang mengembangkannya menjadi kampus AI dan high-performance computing atau HPC.

Pasar Kripto Lesu, Perusahaan DAT Putar Haluan ke Sektor AI

Langkah itu sejalan dengan tren yang mulai terlihat di industri kripto. Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah perusahaan DAT juga mulai mengalihkan fokus ke AI ketika saham dan pasar kripto melemah.

Perusahaan penambangan Bitcoin bahkan dinilai lebih siap memanfaatkan peluang tersebut. CoreWeave, Hut 8, Iren, dan TeraWulf mulai memanfaatkan infrastruktur pusat data mereka untuk mendukung kebutuhan komputasi AI.

Kini MARA ikut bergerak ke arah yang sama. Bedanya, perusahaan menjadikan 18.750 BTC sebagai jaminan untuk membantu membiayai ekspansi energi sekaligus membuka jalan menuju bisnis AI.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait