RAI Token yang Dipromosikan Jhon LBF Delisting dari Indodax

Belum lama ramai diperbincangkan, kini RAI token kembali jadi sorotan. Token yang sempat dipromosikan oleh Jhon LBF itu dikabarkan sudah tidak lagi tersedia di Indodax. Kabar ini memicu pertanyaan dan kekhawatiran di kalangan komunitas kripto.

Jhon LBF Jelaskan Strategi Baru di Balik Delisting

Klarifikasi terkait delisting RAI token disampaikan oleh Jhon LBF pada Kamis (12/02/2026) melalui akun Instagram pribadinya. Dalam pernyataan tersebut, ia berupaya meredam kekhawatiran publik yang mulai ramai mempertanyakan status token tersebut.

Ia mengakui bahwa banyak pihak merasa khawatir setelah RAI tidak lagi tersedia di Indodax. Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan, terutama dari komunitas yang mengikuti proyek ini sejak awal.

Namun, menurutnya, keputusan delisting dari crypto exchange Indodax tersebut bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Sosok yang dikenal sebagai owner konsultan bisnis ternama, Hivefive, itu menyebut perubahan ini merupakan strategi yang sudah diperhitungkan.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Analisis Kripto ASTER, BTC, XRP, DOGE dan HYPE Terbaru

“Langkah ini biasanya bagian dari penyesuaian strategi. Ada proyek yang memilih untuk tidak banyak listing di berbagai exchange, namun memilih untuk lebih fokus di satu exchange utama, supaya likuiditasnya terpusat, ekosistemnya rapi, dan komunitasnya lebih solid,” jelasnya.

Saat ini, Jhon menyebut RAI token masih dapat dibeli oleh investor Indonesia melalui platform exchange Gudangkripto, sembari kembali mempromosikan token tersebut kepada para penontonnya.

RAI Token Integrasikan Agrobisnis ke Blockchain

Sebelumnya, pada pertengahan Januari 2026, Jhon LBF sempat mempromosikan RAI token sebagai inovasi yang menghubungkan dunia agrobisnis dengan teknologi digital. Dibangun di atas jaringan Ethereum, proyek ini diklaim membawa misi besar.

“Dibangun di jaringan Ethereum (ERC-20), RAI Token membawa ide inovatif menghubungkan nilai nyata industri pertanian dengan teknologi blockchain,” ungkap Jhon.

Staking Adalah Cara Mudah Dapat Penghasilan Pasif di Kripto, Kenali Keuntungan dan Risiko di Baliknya

Ia juga menjelaskan bahwa tim pengembang berencana membangun ekosistem dApps yang memungkinkan holder berinteraksi dalam agro ekonomi digital. Fitur seperti wallet dan staking dijanjikan hadir dalam sistem yang terintegrasi untuk mendukung ekosistem tersebut.

BACA JUGA:  Kongsi Skyholic Goyah? Adam Deni Putar Haluan di Kasus Timothy

Selain itu, proyek ini disebut dikelola oleh tim profesional. Narasi yang dibangun sejak awal cukup kuat, yakni bukan sekadar peluncuran token, melainkan langkah baru agrobisnis Indonesia untuk memasuki era digital berbasis teknologi blockchain.

Strategi Baru RAI Token, Pasar Menanti Pembuktian

Pada akhirnya, dinamika RAI memperlihatkan bagaimana strategi dan persepsi pasar berjalan beriringan. Penyesuaian listing bisa saja menjadi bagian dari rencana bisnis, tetapi respons komunitas tetap menjadi variabel yang tak bisa diabaikan.

Di industri kripto, narasi awal sering kali terdengar menjanjikan. Namun, yang akan diuji bukan hanya konsep dan strategi, melainkan implementasi serta keberlanjutannya. Publik biasanya akan menilai berdasarkan perkembangan, bukan penjelasan.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait