Ramadan Effect 2026: Volatilitas Tinggi, Bitcoin Masuk Fase Lelah?

Pasar kripto memasuki periode Ramadan 2026 dengan volatilitas tinggi, sementara pergerakan Bitcoin (BTC) dinilai mulai menunjukkan tanda-tanda fase lelah setelah reli awal bulan. Kondisi ini memicu kewaspadaan pelaku pasar terhadap potensi fluktuasi tajam menjelang Idul Fitri.

Berdasarkan laporan Media Indonesia pada Minggu (1/3/2026), fenomena yang kerap disebut sebagai Ramadan Effect kembali menjadi sorotan pada awal Ramadan tahun ini.

Berdasarkan riset internal Tokocrypto yang dirilis awal Maret 2026, pola historis sejak 2019 menunjukkan bahwa Ramadan dan Bitcoin kerap berada dalam satu siklus volatilitas yang khas, yakni harga cenderung bergerak agresif di awal bulan, namun momentum sering melemah menjelang akhir periode.

Data historis mencatat bahwa pada Ramadan 2021, Bitcoin mengalami koreksi lebih dari 21 persen, sementara pada 2022 penurunan tercatat sekitar 16 persen selama periode yang sama.

IKLAN
Chat via WhatsApp
BACA JUGA:  Vitalik Buterin Bongkar Visi Ethereum dan AI di Empat Area Kunci

Artinya, Ramadan tidak selalu identik dengan reli harga. Volatilitas justru menjadi karakter dominan, dengan pergerakan naik dan turun yang terjadi dalam rentang waktu relatif singkat.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan bahwa faktor musiman bukan penentu utama arah pasar.

“Ramadan bukan faktor utama yang menentukan arah pasar kripto. Harga tetap dipengaruhi likuiditas global, kebijakan suku bunga The Fed dan sentimen makro internasional. Investor perlu disiplin dan tidak hanya mengandalkan narasi musiman,” ungkap Calvin melalui keterangan resminya.

Pola Transaksi Ramadan dan Risiko Fase Lelah Bitcoin 

Secara historis, Ramadan Effect muncul seiring perubahan perilaku transaksi di negara dengan mayoritas penduduk Muslim, termasuk Indonesia.

Aktivitas perdagangan cenderung melambat pada siang hari selama bulan puasa, lalu meningkat pada malam hari setelah berbuka hingga menjelang sahur. Pola ini berdampak pada distribusi volume transaksi harian yang tidak merata.

BACA JUGA:  Bittensor Jadi Sorotan Investor, Ini 3 Pemicunya

Pada Ramadan 2026, laporan internal menyebutkan bahwa pergerakan pasar kripto diawali dengan volatilitas tajam, namun tanpa dukungan momentum berkelanjutan.

Indikator pasar menunjukkan tekanan beli yang belum solid, sementara sentimen global masih cenderung berhati-hati. Kondisi ini memunculkan risiko fase lelah, yaitu periode ketika reli tidak mampu dipertahankan dan harga bergerak lebih fluktuatif.

“Pola yang lebih realistis untuk diantisipasi adalah pergerakan yang fluktuatif dan tidak stabil, alih-alih tren naik yang mulus sepanjang periode Ramadan,” ujar Calvin.

Faktor Makro Bayangi Pergerakan Bitcoin

Selain faktor musiman, dinamika pasar kripto pada Ramadan 2026 juga dipengaruhi kondisi makroekonomi global. Likuiditas pasar, arah kebijakan moneter AS, serta sentimen investor internasional menjadi variabel utama yang membentuk pergerakan harga Bitcoin dan aset digital lainnya.

Sejumlah laporan pasar global pada awal Ramadan menunjukkan pergerakan harga yang choppy atau tidak stabil.

BACA JUGA:  2 Ribu BTC Perusahaan Trump Diagunkan

Aktivitas on-chain dan daya beli di bursa belum memperlihatkan lonjakan signifikan, sementara arus dana institusional masih cenderung selektif. Situasi ini memperkuat indikasi bahwa volatilitas tinggi berpotensi bertahan sepanjang Ramadan.

Dengan kombinasi faktor musiman dan tekanan global, pelaku pasar diimbau meningkatkan manajemen risiko.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait

Iklan Bitget Blockchain Media Indonesia