Dalam beberapa hari terakhir, publik dihebohkan oleh munculnya taruhan terkait kemungkinan lengsernya Prabowo Subianto sebagai Presiden Indonesia sebelum 2027 di Polymarket. Di tengah sorotan tersebut, akses ke situs itu tiba-tiba diblokir, memicu tanda tanya besar.
Isu Pemblokiran Polymarket Usai Ramai Taruhan Prabowo
Isu ini mulai ramai setelah sejumlah pengguna media sosial menyebut akses ke platform tersebut dibatasi di Indonesia, salah satunya akun X orpheuzkaze pada Jumat (22/05/2026) yang mengklaim hal tersebut.
“Polymarket telah diblokir di Indonesia setelah memuat konten taruhan terkait Presiden Indonesia,” tulisnya.

Penelusuran lebih lanjut oleh redaksi Blockchainmedia ke situs Trust Positif milik Komdigi menunjukkan bahwa domain Polymarket masuk daftar blokir per Sabtu (23/05/2026). Temuan ini memperkuat dugaan bahwa akses terhadap platform tersebut dibatasi.
Namun, situasinya belum sepenuhnya seragam. Sejumlah pengguna masih melaporkan dapat mengakses situs tersebut. Hal ini diduga berkaitan dengan perbedaan penyedia internet (ISP), di mana sebagian provider belum menerapkan pemblokiran secara penuh.
Seorang pengguna dengan provider XL, misalnya, mengaku bisa membuka situs Polymarket. Fakta ini mengindikasikan bahwa implementasi blokir kemungkinan masih berlangsung secara bertahap dan belum merata di seluruh jaringan.
Dengan kata lain, status pemblokiran ini masih berada di wilayah abu-abu. Secara resmi terlihat diblokir, tetapi di lapangan masih simpang siur, terlebih belum ada pernyataan langsung dari pihak Komdigi.
Volume Taruhan Lengsernya Prabowo Tembus Rp500 Juta
Di sisi lain, perhatian publik kini tertuju pada salah satu market kontroversial di Polymarket. Market bertajuk “Prabowo Subianto out as President of Indonesia by…?” mencatat volume transaksi lebih dari US$31.000 atau sekitar Rp500 juta per Sabtu ini.
Angka tersebut melonjak tajam dalam waktu singkat, menandakan tingginya minat terhadap isu ini. Meski begitu, mayoritas pelaku pasar masih meyakini bahwa Prabowo Subianto tidak akan lengser dalam waktu dekat.
Untuk target akhir Mei, peluang “Yes” hanya berada di kisaran 1 persen. Sebaliknya, opsi “No” mendominasi hampir penuh, mencerminkan keyakinan kuat terhadap stabilitas pemerintahan saat ini.
Namun, ketika jangka waktu diperpanjang, probabilitas mulai naik. Untuk akhir Juni, peluang “Yes” berada di sekitar 2 persen, sementara hingga akhir 2026 menyentuh 11 persen. Angkanya memang kecil, tetapi cukup menjaga dinamika market tetap hidup.
Makin Ramai, Taruhan Prabowo Lengser Sentuh Rp500 Juta di Polymarket
Apa Itu Polymarket dan Kenapa Jadi Kontroversi?
Polymarket sendiri merupakan sebuah platform prediction market berbasis kripto yang memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil suatu peristiwa. Topiknya beragam, dari politik hingga teknologi, dengan pilihan sederhana: “Yes” atau “No”.
Sekilas terlihat sederhana, tetapi konteks di baliknya bisa sangat kompleks. Dalam kasus ini, istilah “lengser” tidak hanya berarti mundur permanen dari jabatan. Definisinya jauh lebih luas.
Dalam mekanisme Polymarket, “Yes” bisa terjadi jika presiden tidak menjalankan tugasnya, bahkan hanya untuk sementara waktu. Artinya, skenario pengunduran diri, pemberhentian, hingga ketidakmampuan menjalankan fungsi jabatan sudah memenuhi kriteria.
Penentuannya pun tidak sembarangan. Biasanya mengacu pada pernyataan resmi pemerintah yang didukung laporan media. Bahkan penahanan atau hambatan saat menjalankan pemerintahan juga bisa masuk dalam kategori tersebut.
Pada akhirnya, meski kondisi politik Indonesia stabil, munculnya taruhan ini menegaskan satu hal bahwa spekulasi selalu punya ruang. Selama ada kemungkinan sekecil apa pun, prediction market seperti Polymarket akan tetap menarik perhatian sekaligus memicu kontroversi.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


