Serangan siber kembali menghantam ekosistem kripto. Ratusan wallet EVM diretas dalam sebuah serangan yang diduga melibatkan teknik phishing dan eksploitasi smart-contract. Meski nilai kerugian relatif kecil, skala serangan yang luas memicu kekhawatiran baru.
Serangan Misterius Kuras Ratusan Wallet EVM
Berdasarkan laporan yang diunggah oleh investigator on-chain ternama, ZachXBT, pada Jumat (02/01/2026), ratusan crypto wallet dilaporkan mengalami pengurasan dana secara bersamaan dalam sebuah insiden yang hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.
Ia mengungkapkan bahwa penyerang tidak menargetkan satu blockchain tertentu, melainkan menyasar wallet di berbagai jaringan berbasis Ethereum Virtual Machine (EVM). Pola ini mengindikasikan adanya serangan berskala luas yang dilakukan secara otomatis.
“Tampaknya ratusan wallet saat ini sedang dikuras di berbagai jaringan berbasis EVM dengan nilai kecil, kurang dari US$2.000 per korban, sementara penyebab utama serangan tersebut hingga kini belum berhasil diidentifikasi,” jelas ZachXBT.

Meski kerugian pada masing-masing crypto wallet kecil, total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,6 miliar. Pola ini mencerminkan strategi wide but low-value exploit, yakni menyasar banyak korban dengan nominal kecil agar aktivitas jahat lebih sulit terdeteksi sejak awal.
Hingga kini, vektor serangan belum dapat dipastikan. Meski demikian, para peneliti keamanan terus memantau dan menelusuri aktivitas tersebut. Serangan yang terjadi serentak di berbagai jaringan mengindikasikan adanya metode yang dapat direplikasi secara luas oleh hacker.
Dugaan Phishing dan Jejak Insiden Trust Wallet
Sejumlah indikasi mengarah pada serangan phishing sebagai pemicu insiden ini. Peneliti keamanan siber, Vladimir S., menyebut adanya email yang menyamar sebagai komunikasi resmi dari wallet kripto populer dan berpotensi menjadi media serangan.
“Menurut @Mecha_Kong, terdapat email palsu yang mengatasnamakan MetaMask dan dikirim hari ini dengan dalih pembaruan (upgrade), yang diduga menjadi penyebab di balik pengurasan wallet tersebut,” tulis Vladimir S.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung keterkaitan dengan insiden Trust Wallet yang terjadi pada Natal lalu. Insiden tersebut menyebabkan kerugian hingga US$7 juta dan memicu kekhawatiran bahwa pelaku yang sama, atau ekosistem drainer serupa, masih beroperasi.
Update Terbaru: Trust Wallet Siap Ganti Rugi Korban Peretasan
Keterkaitan insiden ini menegaskan bahwa serangan kripto terus berevolusi, memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap merek wallet kripto populer serta celah kewaspadaan dalam menyikapi komunikasi digital palsu.
Phishing Turun Tajam, Tapi Ancaman Masih Nyata
Di sisi lain, laporan yang dirilis Scam Sniffer pada Minggu (03/01/2026) menunjukkan tren yang relatif positif. Kerugian akibat phishing kripto sepanjang 2025 tercatat turun 83 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah korban pun menyusut secara signifikan.
“Kerugian tercatat sebesar US$83,85 juta dari 106.106 korban, atau masing-masing turun sekitar 83 persen dan 68 persen dibandingkan tahun 2024,” tulis Scam Sniffer dalam laporannya.
Meski demikian, Scam Sniffer menegaskan bahwa aktivitas phishing belum hilang dan masih mengintai. Pada Q3 2025, seiring reli Ethereum, kerugian phishing melonjak hingga US$31 juta, dengan periode Agustus–September menyumbang 29 persen dari kerugian tahunan.
“Ketika pasar aktif, aktivitas pengguna meningkat, dan sebagian akan jatuh korban, phishing bekerja sebagai fungsi probabilitas dari aktivitas pengguna,” lanjut laporan tersebut.

Selain itu, rata-rata kerugian per korban dilaporkan turun menjadi US$790. Hal ini menandakan adanya pergeseran strategi penyerang ke serangan yang bernilai kecil namun dilakukan secara masif.
Meski nilai kerugian secara keseluruhan menurun, ancaman siber di sektor kripto terus berkembang. Kasus ratusan wallet EVM yang terkuras menjadi pengingat bahwa kewaspadaan, literasi keamanan, dan disiplin digital tetap menjadi kunci utama bagi pemilik aset kripto.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



