Peretasan kembali menghantam industri kripto. Kali ini, Humanity Protocol menjadi sorotan setelah ratusan pemegang tokennya diduga menjadi korban pembobolan. Kerugian sementara diperkirakan telah melampaui US$20 juta atau sekitar Rp360 miliar.
Ratusan Holder Jadi Korban Peretasan Kripto H
Investigasi on-chain yang dibagikan Specter pada Selasa (09/06/2026) mengungkap bahwa aksi peretasan terhadap ekosistem Humanity Protocol masih berlangsung. Serangan tersebut disebut telah menguras aset milik ratusan holder token H.
“Penyerang menguras aset milik ratusan holder H, dengan total kerugian melampaui US$20 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar US$9 juta telah ditukarkan menjadi ETH, sementara US$9,9 juta lainnya masih tersimpan dalam bentuk token H dan belum ditukarkan,” tulis Specter.
Tekanan jual dari aset hasil curian itu langsung menghantam harga kripto H. Specter mencatat harga token H anjlok hingga 87 persen akibat aksi pelepasan aset dalam jumlah besar yang dilakukan pelaku.

Lebih mengkhawatirkan lagi, Specter menyebut serangan tersebut tampaknya tidak hanya menyasar satu dompet. Wallet crypto yang memiliki keterkaitan atau pernah berinteraksi dengan Humanity Protocol diduga ikut terdampak.
“Penyebab utama insiden ini masih belum diketahui. Namun, pola yang muncul menunjukkan bahwa wallet yang terdampak kemungkinan memiliki titik paparan yang sama yang berkaitan dengan Humanity Protocol,” tulis Specter dalam laporannya.

Industri Kripto Dibayangi Peretasan Beruntun
Kasus Humanity Protocol menambah panjang daftar proyek kripto yang menjadi sasaran hacker sepanjang 2026. Sebelumnya, proyek stablecoin StablR Euro juga menjadi korban eksploitasi yang menyebabkan dana sekitar Rp49 miliar raib dari sistem.
Selain StablR Euro, proyek besar lain seperti THORChain, Verus Protocol, dan Transit Finance juga dilaporkan mengalami peretasan dalam beberapa bulan terakhir dengan nilai kerugian yang tidak sedikit.
Dua insiden terbesar tahun ini menimpa Drift Protocol dan KelpDAO. Keduanya dilaporkan kehilangan dana masing-masing sebesar US$285 juta dan US$292 juta akibat aksi peretasan.
Rentetan kasus tersebut menunjukkan bahwa ancaman terhadap industri aset digital masih sangat tinggi. Berbagai proyek kripto terus menjadi target serangan dengan modus dan celah keamanan yang berbeda-beda.
Terkuak! Peretasan US$285 Juta di Drift Diduga Ulah Hacker Korut
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa keamanan siber masih menjadi tantangan utama di industri kripto. Baik pengembang maupun investor dituntut untuk lebih waspada dan terus meningkatkan perlindungan.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


