Nama Yudo Achilles Sadewa tampaknya tidak pernah berhenti menarik perhatian publik. Anak dari Purbaya Yudhi Sadewa yang merupakan Menteri Keuangan RI ke-35 ini dikenal aktif di dunia kripto dan kerap jadi sorotan karena gaya trading-nya yang berani.
Namun kali ini, yang mencuri perhatian bukan soal keuntungan besar, melainkan cerita pahit terkait kerugian fantastis yang ia alami saat pasar kripto ambruk beberapa waktu yang lalu.
Crypto Crash Oktober Jadi Momen Pahit Anak Purbaya
Kejatuhan pasar kripto pada awal Oktober lalu menjadi mimpi buruk bagi investor. Aksi likuidasi akibat over-leverage, ditambah ketegangan geopolitik antara AS-Tiongkok, membuat pasar terguncang. Bahkan, peristiwa itu disebut sebagai crash terbesar dalam sejarah crypto.
Yudo sendiri ternyata ikut terdampak. Berdasarkan unggahan Instagram Story-nya pada Oktober lalu, ia mengaku mengalami kerugian hingga lebih dari Rp22 miliar hanya dalam hitungan jam.
“Menurut dukun degenping, tanggal 10 akan naik. Boom! US$20 miliar kena Margin Call (MC), portofolio aku juga minus Rp22 miliar dalam hitungan jam,” tulisnya di unggahan tersebut.

Unggahan itu sontak membuat publik terkejut, mengingat nilai aset yang dimiliki remaja tersebut tergolong sangat besar. Namun, bagi mereka yang mengenal sosok Yudo, hal ini bukan hal yang benar-benar mengejutkan.
Dirinya memang dikenal sebagai seorang trader aktif yang telah lama berkecimpung di dunia investasi, bahkan disebut banyak belajar langsung dari Purbaya.
Bukan Asal Main, Yudo Terbukti Sering Profit
Meski sempat mengalami kerugian besar, Yudo bukanlah trader sembarangan. Dalam unggahan Instagram pada September lalu, ia membagikan beberapa tangkapan layar hasil keuntungannya dari berbagai posisi trading.
Anak Menteri Keuangan Indonesia itu juga terlihat aktif melakukan perdagangan futures di berbagai aset kripto, tidak hanya pada Bitcoin, tetapi juga sejumlah altcoin ternama seperti ASTER, ETH, dan HYPE.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa kerugian yang dialami oleh Yudo pada Oktober lalu bukan akibat dari keputusan sembrono, melainkan murni karena gejolak pasar yang tak terduga.

Lebih dari itu, ia juga pernah membagikan pandangannya terkait cara menemukan altcoin potensial. Yudo menjelaskan cara menilai kripto dengan melihat faktor penting seperti jadwal unlock dan TGE, hal yang bahkan belum banyak dipahami trader pemula.
Secara keseluruhan, kisah Yudo Sadewa menjadi pengingat bahwa trader berpengalaman pun tak selalu bisa menebak arah pasar. Dunia kripto memang menjanjikan keuntungan besar, tapi juga menuntut disiplin tinggi untuk bertahan di tengah volatilitas ekstrem.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



