Reli harga emas dunia kembali mengangkat kinerja token emas di pasar aset digital. Kenaikan harga bullion yang dipicu pelemahan dolar AS, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta meredanya kekhawatiran terhadap inflasi mendorong minat investor terhadap aset berbasis emas, termasuk PAX Gold (PAXG) dan Tether Gold (XAUT).
Pada saat artikel ini disusun, harga emas spot melonjak sekitar 4,4 persen menjadi US$4.253 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup di kisaran US$4.305,20 per ounce.
Kenaikan tersebut menjadi salah satu reli harian terbesar sejak Februari tahun ini dan berlanjut pada perdagangan Asia, ketika harga emas kembali menguat ke sekitar US$4.276 per ounce.
Pelemahan Dolar dan Yield Jadi Mesin Penggerak Reli Emas
Berdasarkan laporan WSJ pada Kamis (6/8/2026), penguatan harga emas kali ini tidak hanya dipengaruhi oleh meningkatnya minat terhadap aset safe haven, tetapi juga perubahan kondisi makroekonomi global.
Pelemahan indeks dolar AS membuat emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan meningkat.
Di sisi lain, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS juga mengalami penurunan setelah data ketenagakerjaan sektor swasta menunjukkan pertumbuhan yang lebih lemah dari perkiraan pasar.
Penurunan yield tersebut mengurangi biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga logam mulia kembali menjadi pilihan menarik bagi investor.
Perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed turut memperkuat sentimen positif. Pelaku pasar mulai memperkirakan bank sentral AS tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga memberikan ruang bagi harga emas untuk melanjutkan penguatan.
Faktor lain yang ikut menopang reli berasal dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Munculnya harapan terhadap kelanjutan perundingan terkait Iran dan prospek normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mendorong penurunan harga minyak mentah.
Kondisi tersebut membantu meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global yang sebelumnya meningkat akibat lonjakan harga energi.
Kombinasi pelemahan dolar, turunnya yield obligasi, serta meredanya tekanan inflasi menjadi fondasi utama kenaikan harga emas dalam beberapa hari terakhir.
PAXG dan XAUT Ikut Bersinar di Tengah Reli Harga Emas
Menguatnya harga emas fisik turut tercermin pada pergerakan token emas yang diperdagangkan di pasar kripto. PAX Gold (PAXG) diperdagangkan di kisaran US$4.242 hingga US$4.278 pada perdagangan, Kamis (6/8/2026), sedangkan Tether Gold (XAUT) bergerak di kisaran US$4.223 hingga US$4.236.
Kedua aset tersebut merupakan token emas yang didukung oleh kepemilikan emas fisik, sehingga pergerakan harganya cenderung mengikuti perubahan harga bullion global. Perbedaan harga dengan emas spot dapat terjadi akibat perbedaan waktu pencatatan data, likuiditas bursa, maupun spread perdagangan.
Pertumbuhan sektor token emas juga terus menunjukkan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai kapitalisasi pasar aset kripto berbasis emas telah mendekati US$6 miliar pada awal 2026, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan akhir 2024. Produk yang diterbitkan oleh Paxos dan Tether menjadi dua pemain terbesar di segmen tersebut.
Selain menawarkan eksposur terhadap harga emas, token emas memungkinkan investor membeli emas dalam pecahan kecil, memperdagangkannya selama 24 jam melalui jaringan blockchain, serta memindahkannya secara digital tanpa harus menyimpan emas fisik secara langsung.
Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan berbagai risiko, seperti kredibilitas penerbit, pengelolaan cadangan emas, likuiditas pasar, hingga mekanisme penukaran aset fisik yang dimiliki masing-masing penerbit.
Pola Triple Bottom Perkuat Prospek PAXG
Di tengah reli harga emas global, prospek token emas juga mendapat dukungan dari sisi teknikal. Analis teknikal Gopal menilai PAX Gold mulai memperlihatkan indikasi pembalikan tren setelah membentuk pola triple bottom pada time frame 4 jam.

Ia mengamati bahwa area US$3.950 hingga US$4.000 beberapa kali berhasil menjadi penopang harga. Tekanan jual yang muncul di zona tersebut terus diserap oleh pembeli sehingga harga mampu memantul kembali, mencerminkan mulai berkurangnya dominasi penjual di pasar.
Menurut pengamatannya, PAXG saat ini juga bergerak mendekati area neckline pola triple bottom di sekitar US$4.200. Level tersebut dinilai menjadi titik penting yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.
Apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas US$4.200, pola pembalikan berpotensi terkonfirmasi sehingga membuka peluang kenaikan menuju kisaran US$4.450 hingga US$4.500. Selama area support US$3.950 hingga US$4.000 tetap terjaga, peluang penguatan dinilai masih terbuka karena kendali pasar mulai beralih ke pihak pembeli.
Dengan kombinasi dukungan fundamental dari reli emas global serta sinyal teknikal yang mulai membaik, token emas kembali menjadi salah satu segmen aset digital yang menarik perhatian investor di tengah ketidakpastian ekonomi dan arah kebijakan moneter global.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.


