Resmi! FIFA Tunjuk Bursa Kripto Ini sebagai Mitra Piala Dunia 2026

FIFA resmi menunjuk bursa kripto Kraken sebagai Official Crypto Exchange Supporter untuk Piala Dunia 2026. Pengumuman ini menandai masuknya salah satu bursa kripto terbesar dunia ke dalam ekosistem kemitraan resmi turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Kerja sama tersebut diumumkan menjelang dimulainya Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di AS, Kanada dan Meksiko. Turnamen kali ini menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan format baru yang melibatkan 48 tim nasional dan total 104 pertandingan.

Di tengah besarnya perhatian publik terhadap ajang tersebut, FIFA dan Kraken menyatakan kemitraan ini akan berfokus pada peningkatan pengalaman penggemar melalui berbagai aktivasi digital dan teknologi selama turnamen berlangsung.

FIFA dan Kraken Siapkan Pengalaman Digital untuk Piala Dunia 2026

Dalam pengumuman resminya pada Selasa (9/6/2026), FIFA menyebut Kraken akan berperan sebagai mitra resmi dari kategori bursa kripto.

Status Official Crypto Exchange Supporter memberikan kesempatan bagi Kraken untuk menghadirkan berbagai program keterlibatan penggemar serta kampanye digital yang terhubung dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Kerja sama ini akan difokuskan pada wilayah Amerika Utara dan Eropa, dua kawasan yang menjadi pasar penting baik bagi FIFA maupun Kraken. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berupaya menghadirkan pengalaman yang lebih interaktif bagi para penggemar sepak bola melalui pemanfaatan teknologi digital dan inovasi baru.

“Saat kami bersiap menyambut dunia ke Piala Dunia FIFA terbesar dalam sejarah, kami senang bermitra dengan Kraken, sebuah organisasi yang memiliki komitmen yang sama terhadap inovasi dan teknologi,” ujar Chief Business Officer FIFA, Romy Gai.

BACA JUGA:  Gila! Whale XRP Borong Rp840 Miliar Koin Saat Harga Lagi Lesu

FIFA juga menilai kerja sama ini dapat membantu memperluas jangkauan berbagai inisiatif digital yang sedang dikembangkan organisasi tersebut.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Dalam beberapa tahun terakhir, badan sepak bola dunia itu memang semakin aktif mengeksplorasi teknologi blockchain melalui berbagai produk digital, termasuk koleksi NFT resmi FIFA dan sejumlah proyek berbasis teknologi Web3.

Bagi Kraken, kemitraan ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan layanan dan teknologi aset digital kepada audiens global dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Piala Dunia 2026 diperkirakan akan menarik miliaran penonton dari berbagai negara dan menjadi salah satu acara olahraga dengan tingkat eksposur terbesar di dunia.

“Piala Dunia FIFA 2026 adalah tempat kita menunjukkan kepada semua orang apa yang telah mereka lewatkan, [yakni] sistem keuangan terbuka dan tanpa batas yang dapat diikuti siapa pun hanya dengan ponsel di saku mereka. Ini bukan konsep masa depan. Ini sudah ada di sini,” ungkap CEO Payward dan Kraken, Arjun Sethi.

Marak Token dan Situs Palsu Mengatasnamakan Piala Dunia 2026

Di tengah antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 dan pengumuman kemitraan FIFA dengan Kraken, sejumlah lembaga keamanan siber justru memperingatkan masyarakat mengenai meningkatnya aktivitas penipuan yang memanfaatkan popularitas turnamen tersebut.

Peneliti keamanan siber dari Check Point Research mengungkap bahwa para pelaku kejahatan telah mempersiapkan berbagai skema penipuan jauh sebelum turnamen dimulai.

Salah satu modus yang mulai banyak ditemukan adalah peluncuran token kripto bertema Piala Dunia 2026 yang menggunakan nama, logo, maskot, maupun narasi resmi FIFA untuk menciptakan kesan “resmi” di mata calon investor.

BACA JUGA:  Reli Bitcoin Belum Nyata, 1,2 Miliar Dolar Stablecoin Cabut dari Bursa Utama

Padahal, token-token tersebut tidak memiliki hubungan resmi dengan FIFA maupun mitra resminya. Menurut laporan tersebut, para penipu memanfaatkan tingginya minat publik terhadap Piala Dunia untuk menarik investor ritel yang takut kehilangan peluang, alias FOMO.

Banyak proyek menawarkan airdrop dalam jumlah besar, hadiah eksklusif, hingga mengklaim diri sebagai “official World Cup token” meskipun tidak memiliki utilitas yang jelas maupun identitas tim pengembang yang transparan.

Check Point menyebut sebagian besar token semacam itu hanya mengandalkan hype dan popularitas turnamen sebagai alat pemasaran utama.

Peringatan serupa juga disampaikan oleh Malwarebytes. Dalam laporan terpisah, perusahaan keamanan siber tersebut menemukan sejumlah situs yang secara terang-terangan mengklaim menjual atau mempromosikan “official FIFA World Cup 2026 token.”

Beberapa proyek bahkan menawarkan miliaran token disertai janji airdrop dan hadiah besar sambil menggunakan elemen visual FIFA untuk meningkatkan kredibilitas mereka di mata publik.

Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, situs-situs tersebut diketahui tidak berada dalam ekosistem digital resmi FIFA dan tidak memiliki afiliasi dengan organisasi sepak bola tersebut.

Malwarebytes menegaskan bahwa FIFA memang memiliki sejumlah produk digital resmi, termasuk koleksi NFT FIFA dan proyek game berbasis blockchain tertentu. Namun hingga laporan itu diterbitkan, tidak ada token kripto resmi Piala Dunia 2026 yang dipasarkan kepada publik sebagai aset investasi.

Karena itu, setiap proyek yang mengklaim sebagai “token resmi Piala Dunia” disarankan untuk diverifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi FIFA sebelum masyarakat memutuskan untuk berpartisipasi atau melakukan investasi.

BACA JUGA:  Arus Bitcoin dari Penambang ke Binance Tembus 21.000 BTC, Sinyal Bearish?

Ancaman yang ditemukan para peneliti juga tidak terbatas pada token palsu. Check Point Research mengungkap bahwa lebih dari 13.000 domain bertema Piala Dunia 2026 telah didaftarkan sejak awal tahun. Sebagian di antaranya teridentifikasi sebagai situs berbahaya atau mencurigakan yang digunakan untuk berbagai aktivitas penipuan.

Selain menjual token palsu, situs-situs tersebut diketahui dimanfaatkan untuk phishing, pencurian data pribadi, penjualan tiket palsu, hingga promosi aplikasi dan platform investasi palsu yang mengatasnamakan turnamen sepak bola tersebut.

Risiko tersebut mendorong FBI dan sejumlah perusahaan keamanan siber untuk mengeluarkan peringatan kepada masyarakat. Mereka menemukan adanya situs tiruan FIFA yang dibuat sangat mirip dengan versi aslinya sehingga sulit dibedakan oleh pengguna awam.

Beberapa kelompok pelaku diketahui membangun halaman yang hampir identik dengan situs resmi FIFA untuk mencuri data login, informasi kartu pembayaran, hingga akses dompet kripto milik korban.

Karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memastikan alamat situs yang dikunjungi berasal dari kanal resmi sebelum melakukan transaksi, pembelian tiket, maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait