Reuters Ungkap Sisi Gelap Nobitex, Ada Bayang IRGC dan Elite Iran

Investigasi Reuters mengungkap sisi lain Nobitex, salah satu exchange kripto terbesar di Iran. Platform ini disebut bukan sekadar tempat trading, tetapi bagian dari sistem keuangan untuk menembus sanksi Barat. Di baliknya, ada keterkaitan dengan keluarga elite Iran dan IRGC.

Laporan yang dirilis Jumat (01/05/2026) itu langsung menyita perhatian. Selain nilainya yang mencapai ratusan juta dolar, kasus ini juga menunjukkan bagaimana kripto kini memainkan peran penting dalam dinamika geopolitik modern.

Exchange Raksasa Iran Ternyata Berakar dari Keluarga Elite

Nobitex didirikan pada 2018 oleh dua bersaudara, Ali dan Mohammad. Keduanya diketahui merupakan bagian dari keluarga Kharrazi, salah satu dinasti paling berpengaruh di Iran.

Menariknya, saat membangun perusahaan, mereka menggunakan nama keluarga alternatif. Langkah ini terlihat seperti upaya menjaga jarak dari identitas asli yang sarat kekuasaan.

Seiring waktu, Nobitex tumbuh pesat dan menjadi pemain utama di pasar kripto Iran. Platform ini mengklaim memiliki sekitar 11 juta pengguna, atau lebih dari 10 persen populasi negara tersebut.

Pendiri Nobitex Seyed Mohammad Ali - Reuters
Pendiri Nobitex Seyed Mohammad Ali – Reuters

Di tengah sanksi ekonomi dan melemahnya nilai rial, kripto menjadi solusi alternatif bagi masyarakat. Nobitex pun berperan sebagai gerbang utama bagi warga Iran untuk mengakses aset digital.

BACA JUGA:  Coba-coba Taruhan di Pasar Prediksi, Sejumlah Politisi Kena Sanksi

Tak hanya itu, exchange ini disebut menangani sekitar 70 persen transaksi kripto di Iran. Perannya kini melampaui sekadar startup, menjadikannya tulang punggung ekosistem kripto nasional dengan koneksi yang tak bisa diabaikan.

Aliran Dana Mencurigakan, Nama IRGC Ikut Disebut

Investigasi Reuters menemukan bahwa Nobitex diduga memproses transaksi senilai puluhan hingga ratusan juta dolar yang terkait dengan entitas yang terkena sanksi, termasuk bank sentral Iran dan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).

Lebih jauh, data dari firma analitik blockchain Crystal Intelligence menunjukkan bahwa platform ini berfungsi sebagai “jembatan” untuk memindahkan dana ke luar sistem perbankan. Dalam konteks sanksi global, ini menjadi jalur yang sangat strategis.

“Masalahnya, karena banyak pengguna biasa juga menggunakan platform trading ini, sangat sulit membedakan mana aktivitas warga dan mana yang terkait rezim,” ujar Nick Smart dari Crystal Intelligence.

Iran Gunakan Stablecoin untuk Akali Sanksi Global

Selama periode perang dan blackout internet nasional, Nobitex tetap beroperasi. Bahkan, lebih dari US$100 juta transaksi diproses, sekitar 20 persen dari aktivitas normalnya. Ini menunjukkan ketahanan sistem yang tidak biasa.

BACA JUGA:  USDC Dipakai Hacker, Circle Digugat dalam Kasus Peretasan Drift

Meski demikian, pihak Nobitex membantah keterlibatan langsung dengan pemerintah. Mereka menyatakan bahwa jika ada transaksi ilegal, hal itu terjadi tanpa sepengetahuan manajemen.

Jejak Tersembunyi dan Strategi Menghindari Sanksi

Di sisi lain, Nobitex disebut menggunakan berbagai teknik untuk menyamarkan aliran dana. Mulai dari pergantian wallet crypto secara berkala hingga penggunaan metode layering transaksi untuk mengaburkan jejak.

Bahkan, disebutkan bahwa Binance pernah memproses hingga US$7,8 miliar transaksi terkait Nobitex, meski Iran berada di bawah sanksi ketat. Ini menambah kompleksitas jaringan yang terlibat.

Tekanan dari dalam negeri pun bukan hal baru. IRGC sempat menggerebek kantor Nobitex dan menahan CEO saat itu, Amir Hosein Rad. Meski dibebaskan, peristiwa ini menunjukkan tarik-menarik kepentingan di dalam negeri.

Namun, alih-alih melemah, Nobitex justru membesar. Kantor baru yang mewah, pertumbuhan pengguna, hingga ekspansi sistem menunjukkan bahwa bursa kripto ini mampu bertahan di tengah tekanan.

Nobitex dan Skema Besar di Balik Layar

Petunjuk lain muncul dari kasus Babak Zanjani, miliarder Iran yang terlibat dalam skandal penggelapan. Dari data wallet yang ia bocorkan, analis menemukan aliran dana yang mengarah ke Nobitex.

BACA JUGA:  Muhammadiyah: Kripto Haram Jika Dipakai untuk Tujuan Tertentu

Setidaknya US$20 juta dana yang terkait bank sentral Iran disebut mengalir melalui platform trading ini. Bahkan, dalam periode November 2024 hingga Juni 2025, lebih dari US$500 juta digunakan untuk membeli kripto, dengan sekitar US$347 juta mengalir ke Nobitex.

Wallet Crypto yang Dibocorkan Babak Zanjani dan Terhubung dengan Nobitex - X
Wallet Crypto yang Dibocorkan Babak Zanjani dan Terhubung dengan Nobitex – X

Meski angka transaksi ilegal yang teridentifikasi berkisar antara US$22 juta hingga US$366 juta, para analis sepakat bahwa angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih besar.

Di tengah semua ini, satu hal menjadi jelas: Nobitex bukan sekadar crypto exchange biasa. Ia adalah bagian dari sistem keuangan bayangan Iran yang beroperasi di antara celah regulasi global.

Dan di situlah cerita ini menjadi semakin panas ketika teknologi, kekuasaan, dan geopolitik bertemu dalam satu jaringan yang sulit dilacak, namun dampaknya terasa di seluruh dunia.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait