Ringkasan Berita Kripto Minggu Ini, dari Uptober hingga Tokenisasi

Pasar kripto dipenuhi berbagai cerita menarik sepanjang 28 September hingga 4 Oktober 2026. Bitcoin memasuki Q4 dengan momentum kuat, altcoin ikut bergerak, sementara tokenisasi RWA, stablecoin dan Ethereum membawa perkembangan baru sepanjang pekan.

Rangkuman Berita Kripto Terbaru Pekan Ini

Bitcoin Sambut Uptober, Altcoin Mulai Ikut Bergerak

Bitcoin membuka pekan di kisaran US$84.700 setelah kembali menyentuh area US$85.000. Namun, pergerakan harga BTC masih tertahan karena zona US$83.000 hingga US$86.000 dipenuhi suplai dari pemegang jangka panjang.

Meski begitu, BTC tetap datang ke Oktober dengan bekal yang kuat. Sepanjang September, Bitcoin naik sekitar tujuh persen, jauh lebih baik dibanding S&P 500 yang cenderung datar dan emas yang justru turun lebih dari enam persen.

Momentum itu ikut menyebar ke pasar. Altcoin Season Index CoinMarketCap naik ke level 61 dari 100 pada awal Oktober, dari sebelumnya 59 pada akhir September. Angkanya memang belum menyentuh batas altseason di 75, tetapi pergerakan altcoin terlihat lebih aktif.

Uptober Bukan Cuma Bitcoin, Sinyal Altcoin Season Mulai Menyala?

Meme coin juga tak mau ketinggalan. Saat harga Bitcoin masih bergerak di sekitar US$84.000, pencarian trader justru mulai tersebar ke berbagai aset spekulatif, menandakan minat pasar tidak lagi hanya tertuju pada BTC.

Walau begitu, euforia belum benar-benar terlihat di pasar derivatif. Pada 4 Oktober, volatilitas tersirat Bitcoin masih relatif rendah, sementara open interest call banyak menumpuk di area US$90.000 hingga US$100.000, terutama pada strike US$95.000.

Tokenisasi Makin Serius, Institusi Mulai Turun Tangan

Berita kripto minggu ini juga diramaikan perkembangan tokenisasi. Teknologi yang sebelumnya lebih banyak diuji dalam skala terbatas kini mulai dilirik untuk kebutuhan yang lebih nyata di pasar keuangan.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Citi melihat tokenisasi mulai digunakan institusi untuk berbagai layanan terkait perbankan. Bahkan, 27 persen bank, broker institusional dan manajer aset berencana menggunakan sekuritas on-chain untuk menjaminkan obligasi maupun kas tokenisasi pada 2027.

Arah serupa juga terlihat di Inggris. Survei Lloyds Banking Group terhadap 100 pengambil keputusan senior menunjukkan 71 persen institusi keuangan percaya tokenisasi akan ikut membentuk masa depan layanan finansial.

Citi: Tokenisasi Bukan Lagi Eksperimen, Adopsi Institusi Mulai Nyata

Salah satu manfaat yang paling banyak disorot adalah proses pembayaran dan settlement yang lebih cepat. Lloyds sendiri mulai mengujinya bersama Visa melalui transaksi USDC senilai US$750.000 yang selesai dalam waktu kurang dari satu jam.

BACA JUGA:  Bank Sentral Eropa Mulai Lirik RWA, Aset Tokenisasi Jadi Target Baru

Perkembangannya juga merambah ke pasar ritel. StonkFun, misalnya, menggabungkan budaya meme coin dengan token saham, kripto dan komoditas, sehingga aset seperti Apple, NVIDIA dan Tesla semakin mudah masuk ke ekosistem on-chain.

Ethereum Mulai Menyiapkan Perubahan Besar

Ethereum juga menjadi sorotan utama dalam berita kripto minggu ini. Vitalik memperlihatkan gambaran Ethereum pada 2030 melalui konsep The Cryptographic World Computer, yang mencakup perubahan pada verifikasi, konsensus, produksi blok hingga privasi.

Perubahan itu bukan sekadar visi jangka panjang. Upgrade Glamsterdam sudah dijadwalkan masuk ke testnet Sepolia pada 6 Oktober 2026, membawa perubahan besar pada proses produksi blok dan validasi transaksi.

Salah satu bagian pentingnya adalah enshrined proposer-builder separation atau ePBS, yang disertai block-level access lists. Keduanya menjadi bagian dari upaya Ethereum meningkatkan kapasitas jaringan utama tanpa mengorbankan desentralisasi.

Ethereum Bakal Berubah Total, Vitalik Ungkap Wujudnya pada 2030

Optimisme terhadap Ethereum juga datang dari Arthur Hayes. Ia memperkirakan ETH dapat menuju US$5.000, salah satunya didorong keputusan Robinhood menggunakan Ethereum sebagai lapisan keamanan untuk blockchain miliknya.

Menurut Hayes, tren ini membuka efek yang lebih luas. Jika banyak perusahaan menggunakan Ethereum sebagai fondasi produk tokenisasi, perannya berpotensi berkembang dari jaringan DeFi menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan institusional.

Stablecoin dan Blockchain Mulai Masuk Lebih Dalam ke Indonesia

Dari Indonesia, perkembangan blockchain juga semakin jelas. Kementerian Ekonomi Kreatif mulai mendorong pemanfaatan teknologi ini untuk membuka akses pembiayaan, mendukung industri kreatif dan memperkuat kelompok kelas menengah.

Perhatian yang lebih besar muncul pada stablecoin nasional. Bank Indonesia sebelumnya mengaitkan konsep tersebut dengan Rupiah Digital dan SBN, lalu menambahkan aspek syariah setelah disebut telah memperoleh fatwa halal.

BACA JUGA:  Kripto Hari Ini 4 Oktober 2026: QNT, WLD, RAY, INJ dan CHZ Pamer Sinyal Kuat, Mana yang Paling Menarik?

Eksperimen Rupiah berbasis blockchain bahkan sudah terlihat di pasar. IDRP mencatat pasokan beredar bersih sekitar Rp46,68 miliar pada 3 Oktober dan telah hadir di Kaia, Ethereum, Polygon, BSC serta Tron.

Stablecoin Masuk Agenda Khusus OJK, Indonesia Sudah Punya Eksperimen Rupiah Digital IDRP

OJK juga akan membawa stablecoin ke pembahasan khusus pada 8 Oktober. Fokusnya tidak hanya perdagangan kripto, tetapi juga potensi settlement, pembayaran, perpindahan nilai serta transaksi lintas batas.

Blockchain di Indonesia turut menarik perhatian dari jalur akademik. Tim UMS meraih Silver Medal di Malaysia melalui EnviroChain, inovasi yang menggabungkan blockchain, IoT dan green accounting untuk kebutuhan lingkungan.

Wall Street Semakin Dekat dengan Infrastruktur Kripto

Perubahan juga berlangsung di AS. SEC mulai menyentuh salah satu fondasi paling penting bagi adopsi institusional, yakni bagaimana penasihat investasi dan fund dapat menyimpan aset kripto secara legal.

Proposal baru membuka kemungkinan self-custody dalam kondisi tertentu ketika kustodian kripto yang memenuhi persyaratan. Namun, mekanisme tersebut tetap dibarengi perlindungan, pengawasan dan prosedur internal.

Langkah itu melanjutkan arah kebijakan SEC sepanjang 2026 setelah regulator mulai membuka ruang bagi perdagangan sekuritas tokenisasi melalui Innovation Exemption. Regulasi kini menyentuh penerbitan, perdagangan hingga penyimpanan aset digital.

Wall Street Makin Dekat ke Kripto, SEC Siapkan Aturan Custody Baru

Wall Street juga kedatangan cerita lain dari XRP. Pemegang saham Armada Acquisition Corp. II menyetujui merger dengan Evernorth Holdings, membuka jalan bagi perusahaan yang diperkirakan membawa sekitar 473 juta XRP untuk melantai di Nasdaq.

Gambaran lebih panjang datang dari CIO Bitwise. Ia melihat dua tren besar dekade berikutnya berada pada debasement yang mendukung Bitcoin serta pertumbuhan tokenisasi dan stablecoin untuk membawa sistem finansial lain menuju blockchain.

Peretasan Bitget Masuk Babak Baru, AI Ikut Memburu Hacker

Di balik berbagai perkembangan positif pekan ini, risiko keamanan tetap menjadi perhatian. Kasus peretasan Bitget yang terjadi pada 24 September kembali mencuat setelah nilai aset terdampak direvisi dari sekitar US$351,6 juta menjadi US$387,5 juta.

BACA JUGA:  Waspada Tutorial Bot Trading AI, Salah Langkah Bisa Bikin Kripto Raib

Dana curian bergerak melalui berbagai jaringan dan protokol, seperti THORChain dan Chainflip, sebelum sebagian dikonversi menjadi Bitcoin. THORChain pun kembali disorot karena sebelumnya juga muncul dalam aliran dana kasus peretasan Bybit.

Penyelidikannya kini mulai mengarah ke kelompok peretas yang dikaitkan dengan Korea Utara, berdasarkan pola IP dan jejak transaksi on-chain. Di sisi lain, Bitget menegaskan bahwa private key tidak diretas dan cold wallet pengguna tetap aman.

Apa Itu THORChain yang Dipakai Peretas Bitget untuk Mencuci Uang?

Hal menarik lainnya datang dari proses pelacakan dana. Chainalysis mulai memanfaatkan AI untuk membantu merekonsiliasi transaksi lintas blockchain, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak proses manual.

Hasilnya cukup terasa. Salah satu proses yang membutuhkan lebih dari 20 jam jika dikerjakan secara manual berhasil dipangkas menjadi kurang dari 10 menit. Meski begitu, investigator manusia tetap memegang kendali.

Jejak dana tersebut sampai sekarang masih terus dipantau. Pada jalur XRP, misalnya, aset curian sempat bergerak melalui protokol likuiditas lintas blockchain sebelum akhirnya keluar dalam bentuk Bitcoin, menunjukkan bagaimana pencucian dana kripto kini semakin rumit.

Adopsi Kripto Meluas, Risiko Tetap Jadi Perhatian

Secara keseluruhan, berita kripto pekan ini memperlihatkan bagaimana industri crypto bergerak jauh melampaui pergerakan harga. BTC memang membuka Q4 dengan positif, tetapi tokenisasi aset, stablecoin dan adopsi institusional justru menjadi cerita yang semakin besar.

Institusi keuangan mulai menggunakan blockchain, Ethereum menyiapkan perubahan besar, sementara Indonesia perlahan membangun jalur sendiri melalui stablecoin, tokenisasi dan pemanfaatan blockchain untuk sektor ekonomi yang lebih luas.

Meski demikian, risiko tetap perlu diperhatikan. Pasar Bitcoin belum memperlihatkan euforia penuh, altseason belum dimulai, sedangkan insiden Bitget menunjukkan bahwa pertumbuhan industri juga dibarengi risiko yang tidak kalah besar.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait