Ripple dan Bitso Bikin Gebrakan, Dolar AS dan Peso Kini Bertemu di XRPL

Ripple dan Bitso memperluas kemitraan mereka dengan menghadirkan integrasi baru yang menghubungkan stablecoin dolar AS dan peso Meksiko di jaringan XRP Ledger (XRPL).

Langkah ini dilakukan melalui pemanfaatan RLUSD milik Ripple dan MXNB milik Bitso yang akan digunakan dalam infrastruktur pembayaran perusahaan berbasis blockchain di kawasan Amerika Latin.

Dalam kerja sama terbaru ini, MXNB, stablecoin yang dipatok terhadap peso Meksiko dan dikembangkan oleh Bitso, akan diterbitkan di XRPL serta diintegrasikan ke dalam Ripple Payments yang terhubung dengan XRPL Permissioned DEX.

Kehadiran MXNB melengkapi RLUSD yang sebelumnya telah digunakan untuk mendukung penyelesaian transaksi lintas negara dalam ekosistem Ripple.

Ripple dan Bitso Satukan Likuiditas Dolar dan Peso di XRPL

Melalui integrasi tersebut, Ripple dan Bitso berupaya membangun jalur likuiditas yang memungkinkan perpindahan nilai antara dolar AS dan peso Meksiko berlangsung lebih efisien di atas infrastruktur blockchain.

Kombinasi RLUSD dan MXNB diharapkan dapat mendukung kebutuhan pembayaran lintas batas yang dilakukan oleh perusahaan di kawasan Amerika Latin.

“Dengan menyatukan RLUSD dan MXNB di XRPL Permissioned DEX, kami membantu menciptakan infrastruktur likuiditas on-chain yang teregulasi dan dirancang khusus untuk pembayaran lintas batas perusahaan. Ini adalah evolusi selanjutnya tentang bagaimana nilai berpindah antara dolar dan peso,” ujar Direktur Pelaksana Ripple untuk LATAM, Silvio Pegado, dalam siaran pers pada Kamis (11/6/2026).

BACA JUGA:  Reli Bitcoin Belum Nyata, 1,2 Miliar Dolar Stablecoin Cabut dari Bursa Utama

Bitso sendiri merupakan salah satu mitra lama Ripple dalam sektor pembayaran lintas negara di Amerika Latin. Selama beberapa tahun terakhir, kedua perusahaan telah bekerja sama untuk menyediakan layanan transfer dana berbasis blockchain bagi pelaku usaha dan institusi keuangan di kawasan tersebut.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Dengan diterbitkannya MXNB di XRPL, Ripple kini memiliki dukungan likuiditas dalam dua mata uang penting, yakni dolar AS melalui RLUSD dan peso Meksiko melalui MXNB.

Ketersediaan kedua aset tersebut memungkinkan proses penyelesaian pembayaran dilakukan langsung di jaringan XRPL tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sistem perantara tradisional.

Langkah ini juga memperlihatkan strategi Ripple yang semakin fokus membangun infrastruktur pembayaran berbasis aset digital.

Selain memanfaatkan XRP sebagai aset penyelesaian transaksi, perusahaan tersebut terus memperluas ekosistemnya melalui pengembangan stablecoin dan jaringan likuiditas yang ditujukan bagi kebutuhan korporasi.

Bagi XRPL, integrasi RLUSD dan MXNB berpotensi meningkatkan aktivitas jaringan seiring bertambahnya penggunaan blockchain untuk transaksi dunia nyata.

BACA JUGA:  Whale XRP Pilih Menunggu? Data Ini Ungkap Perubahan Besar di Balik Layar

Ripple menilai kombinasi kedua stablecoin tersebut dapat menjadi fondasi bagi pengembangan koridor pembayaran yang lebih luas di masa mendatang, khususnya untuk transaksi antara AS dan Meksiko yang merupakan salah satu jalur remitansi terbesar di dunia.

XRP Masih Bertahan di Zona Kunci Bullish

Di tengah perkembangan fundamental tersebut, XRP juga masih menjadi perhatian pelaku pasar dari sisi teknikal. Menurut analis Vuori, pergerakan XRP sejauh ini masih berjalan sesuai skenario yang telah ia identifikasi.

XRP analisis 12 juni

Dalam grafik 4 jam yang dibagikannya, XRP saat ini masih bergerak di dalam zona yang ia sebut sebagai “wicks zone,” yakni area di sekitar US$1,11 hingga US$1,20 yang ditandai oleh banyaknya wick candle dan volatilitas jangka pendek.

Area tersebut dinilai sebagai zona konsolidasi sekaligus fase pembersihan likuiditas sebelum arah tren berikutnya terbentuk.

Vuori menilai struktur bullish XRP masih tetap valid selama harga mampu bertahan di atas level US$1,11 dan kembali merebut area US$1,20. Setelah berhasil keluar dari zona tersebut, ia memperkirakan XRP berpotensi bergerak relatif cepat menuju area US$1,87 yang menjadi target kenaikan utama pertama sekaligus area resistance penting berikutnya.

BACA JUGA:  Harga XRP Siap Melejit ke US$12? Analis Temukan Sinyal Paten Ini

Selain itu, ia juga menyoroti indikator Relative Strength Index (RSI) yang mulai membentuk pola megaphone. Secara teknikal, pola tersebut kerap dikaitkan dengan peluang breakout ke arah atas apabila momentum beli terus menguat.

Meski demikian, Vuori tidak memperkirakan kenaikan menuju US$1,87 akan berlangsung tanpa hambatan. Menurutnya, setelah mencapai area tersebut XRP berpotensi memasuki fase pergerakan sideways sebelum kembali terkoreksi menuju zona US$1,20.

Dalam pandangannya, retest terhadap area tersebut justru dapat menjadi fondasi yang lebih kuat untuk membangun tren kenaikan berikutnya.

Jika skenario itu berhasil terwujud dan area support tetap bertahan, target jangka menengah XRP selanjutnya berada di kisaran US$2,72 yang ia sebut sebagai “bull gate,” yaitu area resistance besar yang berpotensi menjadi penentu keberlanjutan tren bullish koin tersebut.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait