Minat institusi keuangan terhadap teknologi blockchain semakin menguat. Kali ini datang dari Arab Saudi, setelah Ripple menjalin kerja sama dengan unit inovasi Riyad Bank untuk mengeksplorasi pemanfaatan blockchain dalam sistem keuangan nasional.
Ripple dan Riyad Bank Jajaki Aplikasi Blockchain
Ripple resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Riyad Bank, salah satu lembaga keuangan terbesar di Arab Saudi. Kerja sama ini dilakukan melalui unit inovasi Riyad Bank bernama Jeel.
Pengumuman tersebut disampaikan pada Senin (26/01/2026) oleh Reece Merrick, Senior Executive Officer dan Managing Director Ripple untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika.
Secara struktur, kemitraan ini dituangkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU). Fokus utamanya mencakup pembayaran lintas negara, kustodi aset digital, serta tokenisasi aset keuangan.
“Bersama Jeel, kami akan mengeksplorasi berbagai use case untuk pembayaran lintas negara, kustodi aset digital, serta tokenisasi guna mendukung agenda Vision 2030,” tulis Merrick di X.
Langkah ini dinilai strategis mengingat peran Riyad Bank dalam sistem keuangan domestik. Dengan aset lebih dari US$130 miliar per pertengahan 2025, bank tersebut berada di posisi sentral jika terjadi pergeseran menuju layanan keuangan berbasis blockchain.
Tokenisasi dan XRP Ledger Jadi Sorotan
Selain ekspansi regional, tren tokenisasi global menguat dan mempertegas adopsi blockchain di level institusional. Aktivitas tokenisasi di blockchain publik meningkat, khususnya untuk instrumen keuangan tradisional seperti obligasi pemerintah dan dana pasar uang.
XRP Ledger mencatat tonggak penting setelah nilai aset tokenisasi on-chain melampaui US$1 miliar. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan institusi terhadap infrastruktur blockchain.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kombinasi produk US Treasury yang ditokenisasi serta meningkatnya penggunaan Ripple USD (RLUSD) sebagai instrumen settlement.
Tak hanya itu, stablecoin RLUSD kini telah beredar luas dan diperdagangkan di berbagai crypto exchange besar. Data dari CoinMarketCap menunjukkan suplai RLUSD telah menembus US$1,3 miliar.
Melalui kemitraan dengan Riyad Bank, Ripple memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur blockchain untuk kebutuhan institusional, sekaligus menandai fase baru integrasi blockchain ke sistem keuangan utama di Timur Tengah.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [dp]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



