Ripple mengumumkan peluncuran Ripple Prime setelah menyelesaikan akuisisi terhadap Hidden Road, sebuah prime broker non-bank global yang berbasis di pasar multi-aset.
Dengan langkah ini, Ripple menjadi perusahaan kripto pertama yang mengoperasikan layanan prime brokerage berskala global yang mencakup aset digital, valas, serta instrumen keuangan lainnya.
Tujuan utama dari peluncuran Ripple Prime adalah memperluas akses bagi klien institusional ke layanan perdagangan, pembiayaan dan penyelesaian transaksi lintas aset dalam satu platform terpadu.
Akuisisi tersebut dilaporkan memiliki nilai sekitar US$1,25 miliar, dan sekaligus menandai perluasan strategi bisnis Ripple dari sekadar penyedia infrastruktur pembayaran berbasis blockchain menuju integrasi yang lebih mendalam ke sektor keuangan tradisional.
Hidden Road sebelumnya dikenal sebagai salah satu prime broker non-bank yang menangani perdagangan multi-aset dengan jaringan klien institusional global.
Juru bicara Ripple menyatakan bahwa layanan Ripple Prime akan membantu klien institusional memperoleh akses perdagangan yang lebih efisien di pasar aset digital tanpa harus membangun infrastruktur pembiayaan dan penyelesaian yang kompleks.
“Ripple Prime dirancang untuk menyederhanakan akses institusional ke pasar multi-aset dengan memadukan likuiditas, manajemen risiko dan pembiayaan dalam satu platform,” ujar perusahaan.
Layanan Ripple Prime dan Utilitas Stablecoin RLUSD
Ripple Prime menawarkan berbagai layanan, termasuk broker-dealer multi-aset, clearing dan settlement, pembiayaan perdagangan, serta akses likuiditas lintas bursa.
Selain itu, Ripple mengonfirmasi bahwa stablecoin miliknya, RLUSD, akan digunakan sebagai agunan (collateral) dalam layanan pembiayaan prime brokerage tersebut. Langkah ini dinilai dapat memperluas utilitas RLUSD di sektor pembiayaan institusional dan meningkatkan integrasi stablecoin tersebut dalam sistem perdagangan antar lembaga.
Seiring dengan proses akuisisi yang berjalan sejak awal 2025 hingga finalisasi, volume aktivitas yang terkait dengan layanan tersebut dilaporkan meningkat sekitar tiga kali lipat.
Hal ini menunjukkan bahwa permintaan dari lembaga keuangan terhadap layanan prime brokerage di sektor aset digital terus bertumbuh, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap penyedia layanan perdagangan terpusat dan terjamin.
Ripple menegaskan bahwa Ripple Prime akan berperan sebagai titik akses utama bagi bank, hedge fund, perusahaan investasi, dan lembaga keuangan lainnya yang ingin memasuki pasar kripto atau memperluas keterlibatan mereka melalui mekanisme yang sesuai dengan standar kepatuhan dan manajemen risiko institusi.
Implikasi bagi Ekosistem Ripple dan Aset Digital
Peluncuran Ripple Prime tidak hanya memperkuat posisi Ripple di pasar keuangan global, tetapi juga berpotensi meningkatkan eksposur dan adopsi ekosistem Ripple secara lebih luas.
Dengan tersedianya akses perdagangan institusional yang terintegrasi, permintaan terhadap infrastruktur Ripple, termasuk penggunaan RLUSD dan potensi pemanfaatan XRP untuk likuiditas lintas jaringan, dapat mengalami pertumbuhan lanjutan.
Meski demikian, sejumlah faktor masih menjadi perhatian pasar, antara lain kepatuhan regulasi lintas negara, kesiapan integrasi sistem setelah akuisisi, serta persaingan dengan prime broker tradisional yang telah lama beroperasi.
Ripple menilai bahwa perkembangan layanan prime brokerage yang terintegrasi dengan teknologi blockchain dapat mempercepat adopsi institusional dalam jangka panjang.
Dengan peluncuran Ripple Prime, Ripple secara resmi memasuki fase baru dalam pengembangan layanan keuangan digital, memperluas jangkauan dari sistem pembayaran berbasis blockchain menuju peran sebagai penyedia infrastruktur perdagangan institusional global. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



