Ripple mulai mengubah arah pengembangan ekosistem XRP dengan fokus baru pada pembangunan infrastruktur keuangan terdesentralisasi (DeFi) untuk institusi melalui jaringan XRP Ledger (XRPL).
Langkah ini mencerminkan upaya perusahaan untuk memperluas utilitas XRP, dari sekadar alat pembayaran lintas negara menjadi aset yang dapat berperan sebagai jaminan dalam berbagai aktivitas keuangan berbasis blockchain.
Strategi tersebut mencakup pengembangan protokol pinjaman native di XRPL, peluncuran stablecoin RLUSD untuk mendukung settlement aset tokenisasi, serta peningkatan penggunaan likuiditas XRP langsung di jaringan blockchain.
Dengan pendekatan ini, Ripple ingin menjadikan XRP sebagai salah satu komponen utama dalam sistem keuangan digital yang dapat digunakan oleh lembaga keuangan global.
Dalam acara XRP Australia Sidney 2026, Direktur Senior Lembaga Keuangan Global di Ripple, Ross Edwards, menyatakan bahwa XRP memiliki potensi besar untuk menjadi sumber likuiditas dalam ekosistem DeFi institusional.
“Kami melihat XRP sebagai sumber modal yang sangat besar untuk dipinjamkan dan digunakan sebagai jaminan di blockchain,” ungkap Edwards, menjelaskan peran utilitas ganda di mana XRP mendapat manfaat langsung dan tidak langsung dari pertumbuhan aktivitas on-chain.
Dengan strategi baru ini, Ripple menempatkan XRP sebagai lapisan collateral dalam ekosistem DeFi yang dibangun di atas XRPL, terutama untuk mendukung aktivitas pinjam meminjam dan penyelesaian transaksi aset digital secara real-time.
Protokol Lending dan Ekosistem DeFi XRP Ledger
Salah satu langkah utama dalam strategi tersebut adalah rencana peluncuran protokol lending atau pinjaman native di jaringan XRPL. Protokol ini memungkinkan pemilik XRP menggunakan aset mereka sebagai jaminan untuk meminjam aset lain secara langsung di blockchain.
Melalui sistem tersebut, institusi dapat mengakses pasar kredit digital tanpa harus bergantung pada infrastruktur keuangan tradisional. Aktivitas pinjaman dan pembiayaan dapat berlangsung langsung di blockchain, menciptakan ekosistem keuangan baru yang lebih transparan dan efisien.
Selain itu, Ripple juga memperkenalkan stablecoin RLUSD yang dipatok terhadap dolar AS. Stablecoin ini dirancang untuk memfasilitasi settlement transaksi aset digital dan perdagangan aset tokenisasi sepanjang waktu.
Dengan RLUSD, institusi dapat melakukan penyelesaian transaksi secara real-time tanpa terikat oleh jam operasional sistem perbankan.
Kombinasi antara protokol lending dan stablecoin tersebut diharapkan dapat memperluas penggunaan XRP dalam berbagai aktivitas keuangan berbasis blockchain, termasuk pembiayaan, perdagangan aset tokenisasi, hingga penyediaan likuiditas bagi pasar digital.
Pergerakan Whale dan Aktivitas Likuiditas XRP
Seiring dengan berkembangnya narasi utilitas baru bagi XRP, aktivitas di pasar juga menunjukkan sejumlah pergerakan signifikan dari pemegang besar aset tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa whale telah memindahkan sekitar 44 juta XRP dari bursa Binance, menandai arus keluar besar kedua dalam tiga minggu terakhir.

Sebelumnya, sekitar 30 juta XRP juga tercatat keluar dari bursa pada 6 Februari. Dalam banyak kasus, perpindahan aset dari bursa ke dompet pribadi oleh whale sering dianggap sebagai indikasi bahwa mereka tidak berniat menjual aset tersebut dalam waktu dekat.
Pergerakan semacam ini kerap dipantau oleh pelaku pasar karena dapat memengaruhi dinamika likuiditas di bursa serta sentimen investor terhadap aset digital tersebut.
Analisis Harga XRP di Tengah Konsolidasi
Di sisi lain, analis pasar kripto Bellamy Jake mencatat bahwa harga XRP saat ini mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah mengalami tekanan jual dalam beberapa pekan terakhir. Dalam analisisnya, ia menyebut XRP kini bergerak di kisaran zona support US$1,30 hingga US$1,35.

Menurut Jake, pergerakan harga tersebut menunjukkan pasar sedang membentuk basis konsolidasi baru. Fase ini sering muncul setelah periode penurunan harga yang cukup panjang, ketika pasar mulai mencari keseimbangan antara tekanan jual dan minat beli.
Jika pembeli mulai masuk dari area support tersebut, XRP berpotensi mencoba kembali bergerak menuju area resistance berikutnya di sekitar US$1,50. Level tersebut menjadi salah satu zona penting yang akan menentukan apakah momentum pemulihan harga dapat berlanjut.
Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]
Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.



