RippleX Ungkap “Killer Use Case” Baru XRP, Bidik Kredit Institusional

RippleX mulai mengarahkan XRP ke fungsi yang lebih dalam di pasar kredit institusional. Head of Product RippleX Jazzi Cooper menyebut penggunaan XRP sebagai aset jaminan untuk kredit institusional sebagai salah satu use case penting yang dapat dibangun di atas XRP Ledger (XRPL).

Dalam sebuah tanggapan di sosial media pada Sabtu (12/9/2026), Cooper menanggapi diskusi mengenai potensi tersebut dengan mengatakan bahwa XRP sebagai jaminan untuk kredit institusional adalah “killer use case.”

Cooper mengaitkan peluang itu dengan Single Asset Vault atau XLS-65 dan Lending Protocol atau XLS-66 yang sedang dikembangkan di XRPL.

Gagasan tersebut berpotensi memperluas fungsi XRP dari aset yang selama ini identik dengan pembayaran dan penyelesaian transaksi. Dalam skenario kredit berbasis collateral, aset dapat digunakan untuk mendukung akses terhadap likuiditas tanpa harus langsung dijual.

Clearpool Masuk, Jalur Kredit Institusional XRP Ledger Makin Konkret

Pernyataan Cooper muncul bersamaan dengan langkah baru Clearpool untuk memperluas bisnis kredit institusionalnya ke XRP Ledger.

BACA JUGA:  Modal Setara UMK Bandung, Trader Crypto Ini Cuan Rp696 Juta Sehari

Proposal yang mulai dibuka untuk pembahasan komunitas pada 11 September mencakup ekspansi infrastruktur Clearpool ke XRPL sekaligus rencana migrasi token CPOOL menjadi CLEAR dengan rasio 1:1.

Ekspansi tersebut bukan berasal dari pemain kredit yang baru muncul. Situs resmi Clearpool mencatat lebih dari US$965 juta pinjaman telah di-originasi melalui infrastrukturnya. Produk XRP Ledger milik perusahaan saat ini masih berstatus “coming soon” dan dirancang menggunakan RLUSD, XLS-65 serta XLS-66, dengan Hex Trust sebagai penyedia kustodi.

Clearpool sebelumnya juga menggandeng Ripple dan Cicada Partners untuk membangun dana kredit institusional berbasis stablecoin RLUSD.

IKLAN
Urban Stretch Centre Medan

Produk itu ditujukan untuk memberikan pinjaman modal kerja dalam RLUSD kepada perusahaan fintech dan pembayaran.

Cicada bertugas mencari peminjam, menentukan persyaratan dan mengelola risiko kredit, sementara Clearpool membangun infrastruktur lending. Ripple akan berpartisipasi sebagai limited partner bersama investor lainnya, bukan sebagai penjamin kerugian.

BACA JUGA:  Keren! Cuma 11 Jam, Trader Kripto Ini Ubah Rp3,6 Juta Jadi Rp3 Miliar

Cicada ketika pengumuman tersebut dirilis telah meng-underwrite kredit lebih dari US$860 juta, sedangkan Clearpool telah memfasilitasi pinjaman institusional lebih dari US$930 juta sejak 2021.

Fitur Collateral Native Belum Tersedia

Meski demikian, penggunaan XRP sebagai collateral institusional belum berarti layanan tersebut sudah tersedia secara native di mainnet XRPL.

Dokumentasi resmi XRP Ledger menjelaskan Lending Protocol saat ini dirancang untuk pinjaman berjangka tanpa agunan atau uncollateralized loans yang menggunakan dana dari Single Asset Vault. Implementasinya masih mengandalkan proses underwriting dan manajemen risiko di luar blockchain.

Lebih penting lagi, implementasi saat ini belum mencakup pengelolaan collateral dan likuidasi otomatis secara on-chain. Artinya, komentar Cooper lebih tepat menggambarkan arah penggunaan XRP yang dapat dibangun di atas infrastruktur kredit XRPL, bukan fasilitas collateral native yang sudah dapat digunakan saat ini.

Arah tersebut sebenarnya telah disinggung Ripple beberapa bulan sebelumnya. Dalam tulisan resmi pada 29 Juni, Ripple menjelaskan pengembangan Lending Protocol XRPL sebagai upaya membawa lapisan kredit ke pasar aset tokenisasi.

BACA JUGA:  Harga XRP Sedang Merakit Sesuatu, Semua Sinyal Mengarah ke US$2,30

Ripple menilai pasar keuangan tidak hanya membutuhkan kemampuan memindahkan aset secara on-chain, tetapi juga menggunakannya sebagai jaminan dan memperoleh likuiditas tanpa harus menjual aset tersebut.

Dengan Clearpool mulai menyiapkan infrastruktur kredit berbasis RLUSD dan XRPL, pernyataan terbaru Cooper menunjukkan XRP mulai dipertimbangkan untuk mengambil peran lebih besar dalam rancangan pasar kredit institusional tersebut.

Namun, realisasinya masih bergantung pada perkembangan protokol dan hadirnya mekanisme collateral yang belum tersedia pada implementasi lending XRPL saat ini.

Itulah rangkuman berita kripto hari ini yang bisa kamu simak untuk mengikuti perkembangan dunia aset digital dan teknologi blockchain. Tetap pantau Blockchain Media Indonesia untuk update terbaru seputar pasar kripto, berita bitcoin, hingga panduan belajar crypto untuk kamu yang masih pemula. [st]


Disclaimer: Konten di Blockchainmedia.id hanya bersifat informatif, bukan nasihat investasi atau hukum. Segala keputusan finansial sepenuhnya tanggung jawab pembaca.

Terpopuler

Terkini

Warta Korporat

Terkait